Dirgahayu Indonesia yang Ke Sekian.

Ulang Tahun, lepas Kompetisi ayo Kooperasi
Salam, Indonesia,

Selamat ulang tahun yang ke sekian,
semoga semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan,
semoga semakin tegas dalam menindak kezaliman,
semoga semakin sadar akan arti kemerdekaan.

Sekedar saran, gimana kalau acara ulang tahunnya diisi dengan lebih banyak lomba bertema kooperasi. Bukan korporasi loh ya. Maksudnya kooperasi itu ya bekerjasama, gotong royong gitu.

Selama ini kan perayaan selalu diisi dengan lomba-lomba kompetitif, salah satu efeknya adalah mengajarkan kita saling sikut, saling injak, saling bersaing dengan saudara sendiri demi menjadi yang paling apalah. Memang sudah ada kerjasama, tapi masih fokus demi mengalahkan kelompok lain, demi kebanggaan golongan atau kelompoknya sendiri.

Pada hari-hari biasa sudah saling sikut, masa iya pada hari yang spesial masih harus saling injak?

Semangat kompetitif ini kalau terlalu dipupuk dan mendarah daging, ya wajar kalau membuat anak-anak bangsa, setelah berkuasa jadi terlalu mementingkan dirinya sendiri, kelompoknya sendiri, agamanya sendiri, partainya sendiri. Bukan berkarya demi bangsa, demi dunia, demi kebaikan semesta, tapi malah terjebak untuk kepentingan golongan.

Kooperasi, gotong royong. Sudah waktunya manusia mulai melirik kearah situ. Bisa dimulai melalui perayaan yang semangatnya full gotong royong. Event yang menghargai setiap individu yang terlibat, apapun latar belakangnya, persetan apa agamanya, tak peduli apa partainya, kaya atau miskin, cantik maupun buruk. Tidak ada menang kalah, tidak ada kompetisi, yang ada hanya semangat kerjasama untuk tujuan bersama.

Misalnya… gimana…?

Hehe…

Saya persilahkan anda untuk memikirkannya. Sadarilah, anda sudah nyangkut baca tulisan ini, di blog terlantar yang lama sekali tidak pernah update ini, jelas bukan karena kebetulan semata. Mungkin Tuhan (atau apapun itu) merasa anda bukanlah orang sembarangan, lalu menyeret anda untuk kembali memikirkan ide ini.

Tak harus komentar, dipikirkan saja dulu 🙂

Salam Indonesia!

Kunyit Asem “Mandiri Sejati”

Netto : 350ML (variatif, langsung japri)

Lokasi : Sidoarjo & Surabaya

Harga : ada harga Reseller & Konsumen (langsung japri)

Cp : WA : 081222 4242 50

Email : ardhypermana11@gmail.com

Keunggulan produk dibanding kompetitor : – Tanpa Ampas (jadi, insyallah aman untuk ginjal. Meskipun di konsumsi tiap hari)

Teruntuk mereka yang bertanya, dan dia yang kucinta.

Njaa gmn kabar ? Sehat njaa ? Kak sen kok ga pernah kritik-kritik lagi kak ? Dlsb.

Pertanyaan yg sering terjaring akismet karna di anggap spam. Ehmmm, berhubung saya sedang ada niat untuk olahraga jempol, maka saya akan menjawabnya sekaligus ya..sebenarnya capek sih karna seharian sudah berjuang di DUNIA NYATA. Tapi ya,sudahlah.  Saya akan tetap menulis !

Sekalian untuk artikel disini karna sudah sangat lama sepertinya blog ini tak berpenghuni, untung gak sampai berhantu.. Serem donk, tiba-tiba muncul berita viral kalau “senja kelana” sudah menjadi jubir presiden Jokowi saat ini, jadi kerjaannya cuma nerusin cerita dari si-empunya, tanpa sempat dicerna. Hahahaaa, kenal aja kagak sama beliau, lah ko viralnya begitu. Pasti kerjaan hantu inet yang iseng setelah sekian lama tak mendapat mangsa didunia nyata sebab manusianya sudah pada tobat karna takut mati kena kopid.. audzzubilahhh….minggat kau setan, demit, iblis, dan roh halus… Hus..hus..

Oke, balik ke topik ya. Terlalu semangat jempol saya bergereliya di layar keypad hp nya. Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa saya (gak) sengaja menelantarkan blog ini. Mau di jelasin sesingkat singkatnya biar narasinya cepat kelar tapi jempol masih mau bergerak, baiklah. Mari kita jelentrek jelentrekan satu persatu ya.

#Sehat njja ?
Sehat, alhamdullilah jasmani tetap bugar dan rohani tetap sadar ingat dosa serta masih tetap sholat meskipun bolong-bolong yang penting gak blong lah.

#apa kabar njja ?
Kabar baik, finansial yang sedang kurang baik. Mungkin ini juga dirasakan beberapa manusia se-antero planet bumi. Karna adanya pandemik kopid yang masih tetep melejit. Membuat para budak korporasi pada terjepit. Jangankan budaknya, lah wong petingginya juga lagi pada sumpek, mikir keras gimana cara bayar cicilan, untung gak sampai gendeng. Harap maklum ya, tetap ikhtiyar dan jangan putus doa. Lawan kopid !!!

#kenapa jadi kalem ka sen, gak pernah kritik-kritik lagi ?
Hushh,,!! Jangan kurang ajar melebeli saya sebagai peng-kritik. Jangan suka menyimpulkan sesuatu berdasarkan artikel nya. Kamu perlu berempati dulu sebelum melebeli seseorang. Itu hanya buah keisengan isi kepala saya yang gak bisa diam melihat realita. Saya bukan Cheguevara, bukan Munir, bukan Gatotkaca apalagi, jelas bukan banget. Saya cuma manusia usil yang bertanggung jawab atas diri saya sendiri, serta dia yang kucintai..asoy.. hahahaaa…

Sooo, yang membuat saya menelantarkan blog ini adalah…… Eng ih eng…. Karna saya sudah MALAS !!! Iya, malas hidup di dunia Maya. Ehmm, gini gini, biar gak terkesan munak (karna dulu, dulu banget saya sempat punya mindset jika bisa merubah sebuah persepsi diri melalui penganalogian yang halal di ungkap secara maya).. mungkin lebih tepatnya tercerahkan. Saya sadar jika ingin perubahan ya harus gerak, ya sekalipun dulu ketika aktif nulis juga gerak sebenarnya. Cuma saya rasa kurang maksimal, karna “loe gak akan pernah bisa merubah ke-naif-an loe jika hanya dengan cara bacot di sosmed ataupun curcol dengan media tulisan” fight dude !!! Bangun dari mimpi loe, ini bukan negeri dongeng yang bisa sempurnah dalam semalam. Ini negeri demokrasi yang segala sesuatunya jika ingin didapat harus dengan ber( j )uang. Selamat berjuang kawan.

Jadi initisari dari artikel ini sebenarnya saya cuma ingin menyampaikan saja, kalau saya sekarang sedang merepotkan diri sebagai pengusaha , ceileh pengusaha .. hahaaa.. bakol (penjual dalam bahasa Jawa) lebih tepatnya kali ya.. gak usah kemaruk, perjuangan masihh pannnnjjjjaaaannngggg..

#bakol apa njja ?
Nanti di buatin artikel nya sendiri tentang produknya, sekalian untuk media promosi, karna jelas belum mampu untuk nongolin iklan di televisi. Yang pasti barang halal, bukan racun ataupun narkoba. Amit-amit ya Allah….

Sudah ach, waktunya rehat. Besok pagi harus produksi lagi, keliling lagi, lobi-lobi lagi. Dannn masih banyak lagi yang harus dikerjakan, termasuk membahagiakan dia.. wuahahahahahaaa…

Selamat IDUL FITRI, Saatnya DUNIA BAHAGIA (earth).

Selamat lahir kembali, Dengan pikiran dan tujuan baru lagi. Dosa yang lalu tinggalkan, kelam yang itu lepaskan, Harapan yang abu-abu gaungkan. Lebaran tahun ini terasa sangat melelahkan bagi kita manusia se-antero. Covid masih melejit, propaganda media yang terus saja menakuti, serta kebijakan pemerintah yang belum tersolusi (lokdon, WFH, PSBB, dlsb. Disatu sisi rakyat perlu makan, di sisi lainya rakyat juga ingin tetap sehat).  Ada yang bilang ini konspirasi elite global untuk menciptakan tatanan dunia baru, Ada yang ngomong ini konspirasi sebelum peluncuran 5G jadi memang manusia dirumahkan, agar kebutuhan inet meningkat. Whtvr lah ya, saya gak paham mengenai itu semua, dan tidak mau tau dengan itu juga. Saya mempunyai kacamata lain. Sependapat dengan seorang teman yang agnostik, yang meyakini bahwa DUNIA juga berhak untuk BAHAGIA. Nah sekarang ini mungkin saatnya DUNIA untuk bahagia, BUMI lebih tepatnya. Segala proyek yang mengeruk SDA stuck, Segala emisi gas buang kendaraan maupun pabrik raksasa berkurang, intensitas berkomunikasi dengan Tuhan lebih  khusuk, tanpa jerat jerit dengan megaphone dan cukup dalam hati yang tulus.

“So, it’s rotation human & world”

Agar tidak tamat semesta, Untuk re-generasi pemikiran baru yang tidak hanya rakus tentang difinisi uang dengan cara exploitasi alam segila-gilanya. Tidak berebut umat, tidak ada lagi debat tentang agama. Tidak ada lagi sikap autis (bertemu tapi pegang gadget masing-masing) setelah sekian lama tidak jumpa. Hal tersebut tujuan COVID ada, warning, training, planning.

Selamat datang pemikir baru, konseptual agung un-mainstream, bumi yang jauh lebih sehat tentunya. Semoga peradaban manusia tetap sehat. Amien.

Untuk semua keluarga, semua kerabat, dan semua sahabat yang saya kenal maupun hanya sekedar say hai, kawan-kawan wordpress yang masih aktif nulis maupun yang sudah tidak aktif lagi (Ayumi, bang Pino, Joker, penulis jahat, dan masih banyak lainya). SAYA “Ardi aka Senja Kelana” mengucapkan Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik Selamat Idul Fitri 1441 hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.

Pencerahan, bahwa Tuhan itu “MAHA”, tidak tuli dan tidak buta.

Dalam salah satu episode sandiwara kehidupan ini, tiba tiba jiwa tersadar akan doa-doa selama ini. Doa-doa yang terus meminta. Meminta dengan sangat detail tentang kebutuhan-kebutuahan (keinginan?) saya. Ketika belum di kabulkan maka meminta lagi tanpa putus asa , dan setelah di kabulkan maka meminta pemenuhan kebutuhan yang lain lagi.

Ah, kok sepertinya Tuhan hanya tempat meminta dan meminta lagi. Dan seakan Tuhan tidak tahu kebutuhan saya, sehingga saya merasa perlu mendiktekan secara terperinci segala kebutuhan-kebutuhan (keinginan?). Yang kemudian saya sampaikan dalam doa yang telah saya niatkan, dan jika merasa perlu akan saya awali dengan puasa dulu. Agar semua permintaan-permintaan saya itu dapat di kabulkan.

Tampaknya sih mulia, karena hanya meminta kepada Tuhan langsung. Tapi apakah memang benar begitu mulia? Apa mulia jika saya meremehkan ke maha tahu an NYa dengan memberikan detail – detail kebutuhan saya? Apa tidak sebaiknya saya memasrahkan segalanya kepada kehendakNya saja? Dan saya tinggal melakukan doa dengan tindakan kerja dalam dunia nyata. Tidak perlu tiap malam sengaja berdoa setelah puasa seharian , dan mendiktekan segala kebutuhan (keinginan?). Dan agar kesannya tulus, maka di selingin dengan air mata sambil meratapi nasib diri yang serasa sangat malang.

Sehatkan Doa semacam itu? Entah mengapa saat ini jiwa merasa itu memperlihatkan ketidak pasrahan diri terhadap segala kehendakNya. Dan terlebih lagi menafikan kemaha-tahuan Nya. Sepertinya memang ada yang salah dalam pola pikir yang telah terbentuk selama ini. Bahwa berdoa itu adalah meminta, dan harus menyatakan detail kebutuhan kepadaNya. Yah seperti meminta pada orang tua atau santa Claus mungkin? Tapi kini kusadari bahwa Tuhan itu bukan manusia atau santa Claus. Tuhan itu adalah yang Maha. Jadi tidak pada tempatnya doaku selama ini.

Maka saat ini doaku hanya bisa kulakukan dengan bekerja dalam usaha, dan terselip ucapan di suatu malam : ” Tuhan, terjadilah kehendakMu”. (Walau sebenarnya kata-kata tersebut juga tidak penting, wong kehendakNya pasti terjadi kok ). Hanya itulah yang mungkin kurasa saat ini paling tepat dalam berdoa. Entah kalo suatu saat nanti ada pencerahan bahwa ternyata harus mendiktekan detil kebutuhan kepadaNya. Maka mungkin akan kucatat semua kebutuhan. Dan setelah berpuasa, maka di malam hari akan kudiktekan kepadaNya dalam doa ku dengan membaca catatan tadi. Atau mungkin lebih baik kalo kukirim lewat email saja semua catatan itu ya? Lebih efisien sepertinya.

Semoga Tercerahkan..

Isme Dunia ? Kita yang Sedang Gondok dan Pongah !!!

Dunia memang bukan tempat mencari keadilan. Marilah kita sadari hal tersebut, sehingga nantinya tidak menjadi gila karena mencari keadilan di dunia ini. Sesuatu hal yang memang tidak ada.

Marilah memainkan peran kita sebaik-baiknya, tidak usah terlalu banyak mengeluh soal adil tidaknya rasa hidup kita. Melakukan hidup sajalah. Seribu keluhanpun tidak akan mengubah apa-apa yang memang telah menjadi peran kita. Eh, tapi jangan-jangan mengeluh itu pun merupakan peran yang harus kita mainkan.

Jika begitu, mari kita menjadi pengeluh yang baik. Jangan tanyakan bagaimana pengeluh yang baik itu, sebab sampai saat ini rasanya saya belum bisa memastikan bahwa peran saya adalah untuk mengeluh. Jadi jelas bahwa saya tidak tahu bagaimana sebenarnya pengeluh yang baik itu.

Mungkin agar tidak terlalu membuat jidat berkerut, dan kepala semakin botak akibat rambut yang rontok, maka sebaiknya kita mengenal jelas dulu peran kita masing-masing. Setelah itu, maka sebuah keniscayaaan bahwa kita akan mengetahui bagaimana menjalankan peran dengan sebaik-baiknya.

Jadi sekali lagi saya tekankan, tidak usahlah mencari keadilan di dunia ini, lebih baik cari tahu apa sebenarnya peran yang harus kita mainkan. Kemudian perankanlah sepenuh jiwa dan raga. Tanpa ada keraguan lagi. Dunia ini adalah panggung kita. Mari nikmati.

Tapi, jangan-jangan mencari keadilan itu juga adalah bagian dari peran itu sendiri? Ah, sudahlah, daripada mikirin itu, lebih baik kita memahami lalu menjalankan peran kita masing masing saja deh.

Hikma dibalik COVID – 19, TIDAK ADA !!!

Apa hikmahnya ? Gak ada. Ini semacam lelucon murah. Gimik manusia yang selalu menghubungkan suatu musibah utk keadaan yang akan datang.

Banyak terbaca oleh saya, COVID – 19 membuat kita agar lebih bersih, agar tidak terlalu mengejar duniawi, agar tidak bersentuan selain mukrimnya, dan blaa..blaaa…

Hal” diatas memang harus dilakukan sebelum COVID – 19 datang, bukanya di ajaran agama sudah ada, kenapa nunggu COVID datang ? Yakin orang beriman ? Jika kalian org yg beriman tentunya sudah melakukan itu sebelum COVID – 19 datang.

Berpikir positif di tengah wabah memang harus, termasuk Gimik tentang hikma..tapi, apa kalian sudahh berpikir tentang keluarga korban COVID – 19 yang meninggal ataupun sedang dirawat. Ga etis aja menurut saya, mengambil sebuah hikma dengan mengorbankan sekiaan ribu nyawa. Secara tidak langsung kalian sama saja berkata, untung bukan saya yg kena COVID – 19,, cobalah berempati, kasih dukungan, kasih masukan positif. Bukan hikma Gimik murah semacam itu.

Kita pasti bisa, COVID – 19 ini lemah asal daya tahan tubuh kita kuat, anti body kita bagus. Ini sekaligus masukan pemerintah untuk memperbaiki gizi rakyatnya. Jadi selain memutus penyebarannya, tolong yang masih sehat di perhatikan juga perihal asupan gizi yang masuk dalam tubuh.

Lockdown ? Bagus. Jika di imbangi dengan kebijakan yang menyelamatkan harkat hidup orang banyak.. PT PT CV CV raksasa dilarang PHK massal dgn alasan apapun !!! selama lockdown berjalan mungkin pabrik merugi karna bahan mentah yang terlanjur di beli gagal jadi konsumsi. Tapi kok saya merasa terlalu kejam ya, lockdown beberapa bulan lalu mem-PHK massal karyawannya. Dengan alasan pandemi COVID – 19. Bukanya PT CV sudah jelas ada plan gagal produksi. Jangan di jadikan aji mumpung PHK massal untuk mengurangi pesangon para karyawan yang sudah loyal sangat lama. Ini tidak adil !!!

Banyak tersiar kabar PHK massal dimana mana, kurva ekonomi menurun drastis, banyak keluarga yang klimpungan cari makan karna tulang punggung mreka tidak bekerja. Tolong beri saya solusi yang sehat dan benar agar Indonesia tetap kuat dalam menghadapi pandemi ini.!!!

Lalu kira-kira apa yang bisa saya lakukan sebagai putra bangsa ? Hanya berdoa. Ya, saya hanya bisa berdoa agar makluk terkutuk si CORO ini segera lenyap dari peradaban. Dan dinamika hidup kembali seimbang.

Saya berharap banyak kepada pemerintah kita agar mempunyai counter attack yang signifikan, selain lockdown. Segala kebijakan akan menimbulkan dampak, salah satunya PHK massal. Maka dari itu dengan sangat hormat, saya berharap pemerintah juga ikut intervensi pada nasib rakyat (miskin) yang bergantung hidupnya pada sebuah PT PT ataupun CV CV.

Semoga lekas membaik peradaban.. kalau sudah membaik, tetap jaga bumi. Sekarang ini, bumi kita sudah mulai membaik, namun peradabannya yang sedang kacau.

Sama-sama berdoa ya, karna saya yakin doa yang dilakukan ber-jama’a insyallah di ijaba. Amien…

Maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Let’s play the soul.

1 bulan > 5 tahun ? Kadang hidup sebecanda itu. Atau memang seserius ini ? Seorang kerabat ngingetin, Penganalogianya di perluas, sudut pandangnya diperlebar. Lantas suara yg lainya menyahut, ente cuma wayang, jalani aja tanpa harapan. Si dalang sedang menjajal peran. Sahabat pena pun turut sumbangsih opini, apa yang sedang berjalan jangan dihentikan, apa yang berlalu tinggalkan. Lu orang gak perlu stagnan. Jiwa yang lain berbisik, mata utk melihat, hati untuk merasa, dan isi kepala utk berpikir. Rangkai ketiganya menjadi suatu alur abstrak yg tak seorang pun mengenali siapa dirimu. Selesaikan teka teki hidup dengan gila, & temukan jawaban yg valid.

Menjadi Horny ? Jilbab !!!

Jadi inget ceritanya aril tentang “mamud” (mamamuda) yang nete’in bayinya di ruang tunggu bandara. beberapa ibu-ibu yang meyakini bahwa tubuhnya adalah pembangkit nafsu birahi. Ibu-ibu itu yakin bahwa setiap lelaki yang melihat payudara –meski sedang untuk menyusui– pastilah bangkit birahinya.

Keyakinan yang sama bukan hanya milik ibu-ibu itu saja. Banyak perempuan di negeri ini punya keyakinan yang sama. Kenapa mereka bisa seperti itu?

Menurut saya karena kebanyakan lelaki yang mereka temui setiap hari adalah lelaki yang selalu haus sex. Hewan-hewan pemburu selangkangan. Dan salah satu dari hewan tersebut adalah suami mereka, dimana mereka wajib melayani tiap kali suami mereka perlu sasaran ejakulasi. Harus melayani tanpa kompromi.

Meski kaum perempuan tidak menyukai kenyataan itu, mereka tidak mampu berbuat apapun, apalagi memaksa para lelaki untuk lebih berbudi pekerti.
Kenapa? Karena hal itu dianggap sudah kodrat. Sudah dari sononya begitu, konon Tuhan Yang Maha Jantan sendiri yang ingin seperti itu. Dan kodrat tidak untuk dipertanyakan.

Dianggap wajar bila setiap kali lelaki melihat paha, betis atau payudara atau leher (yg terakhir gw banget) lalu kemudian bernafsu dan mencari vagina untuk ejakulasi. Lelaki dianggap tidak punya cukup kemampuan untuk merespon rangsangan yang diterima dengan lebih bijaksana.

Bahkan, di luar hubungan pernikahan, bila ada lelaki yang melakukan perkosaan karena horny akibat melihat tubuh seksi, maka yang dianggap lebih bersalah adalah si pemilik tubuh seksi.

Kenapa?
Sudah kodrat bahwa lelaki harus horny bila melihat tubuh seksi, dan lelaki tidak bisa mengendalikan diri, lalu kenapa si pemilik tubuh seksi tetap mengumbar keseksiannya? Si korban perkosaan justru dianggap mengundang kejahatan, dan si pemerkosa hanyalah korban yang terhasut godaan setan. Yang salah adalah perempuan dan setan yang berkomplot untuk menggoda!

Biadab ? Menjadi Horny ?
Mungkin juga sudah kodrat bahwa beberapa kelompok manusia dilahirkan biadab, dan selalu horny !!!

Lalu bagaimana supaya kaum perempuan aman?

Tentu saja, pakailah jilbab !!!
Menurut saya ajaran untuk menggunakan jilbab sangat amat tepat untuk masyarakat biadab yang kaum lelakinya gampang horny tapi tidak punya cukup budi pekerti untuk mengendalikan hasrat seksualnya.

Setelah semua payudara, paha, bahkan betis dan kalau perlu wajah wanita dibungkus dan tertutup rapat, maka para lelaki tidak akan lagi mudah terangsang. Tak ada lagi pemandangan seksi yang membuat lelaki ingin meniduri.

Dengan jilbab, selain terhindar dari perbuatan mengumbar aurat yang memicu perbuatan maksiat, kaum perempuan juga akan hidup dengan lebih aman. Dan masyarakat yang tadinya biadab akan terlihat lebih beradab.

Betuuuuul ?

Note :

# jika anda lelaki tersesat kemari karna judul konten yang adult, berati anda termasuk salah banyak dari beberapa orang yang slalu horny diluar sana, dan harus segera berbenah.

# Foto hanya pemanis, tentunya sudah seijin orangnya. Sebagai influense agar para wanita mulai menggunankan jilbab, bahwasanya sekalipun berjilbab tidak akan mengurangi kecantikanya. Malah sebaliknya. Banyak manfaat positifnya.

# bukan berarti yang belum berjilbab tidak baik, hanya saja harus segerah di amanahkan.

C…..U……

^______^

Tentang Yoana

1/ mata bulatnya menyirat duka yang tak pernah dia pamerkan kepada dunia, juga kepada aku atau kepada siapapun. perempuan itu bernama Yoana.

2/ badannya yang kurus namun liat, juga bibirnya yang rekah indah. dia suka sekali berjalan ke arah utara, sambil memungut bahagia yang terjatuh dari kepalanya, dia berjalan dengan senyum dari bibir ranumnya.

3/ usianya kini sudah hampir sama dengan aku, kita sepantar.

4/ ketika dia berduka, dia akan mencari tempat sembunyi untuk menangis. mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya kepada aku atau kepada kawan yang lainnya.

5/ hatinya tak pernah dusta. selalu jujur dan apa adanya.

6/ di dalam jantungnya, banyak sekali luka yang tak mampu di bahasa. riangnya Yoana tak pernah bisa seimbang dengan isi hatinya yang gamang.

7/ semisal aku memiliki banyak jam kembali, aku ingin sejenak bisa memeluknya sekali lagi.

8/ kini, Yoana hanyalah kata-kata. yang akan terus aku ingat dalam setiap sekat. karenanya Yoana, aku tak lagi mampu menatapnya kini. sekat-sekat tak lagi tipis, tapi tebal. ukuran jarak perkilometer tak lagi mampu diputus dengan gawai pintar.

9/ maka doakulah yang setia, menjemputnya di depan gerbang dimana biasa aku selalu menunggunya ataupun dia menungguku.

10/ Yoana, dia perempuan menawan yang dimatanya jatuh ribuan kenangan yang tak mampu terlupakan.

11/ Yoana. Satu nama yang kubingkai dalam doa.