Membahas RUU KUHP!!!

Siapa yang patut disalahkan ? DPR sebagai pembuat undang-undang atau pemerintah selaku tatanan infrastruktur negara atau kita rakyat yang memang belum siap dengan undang-undang tersebut.Mari bahas satu persatu.
Kurang lebih begini isinya :

1. Pelanggaran adat.
Ini bisa di terima, namun jika dipidana sungguh sangat tidak relevan karna pada dasarnya Indonesia memang bhineka tunggal Ika, perbedaan adat dan budaya memang harus ada dan karakter dari beberapa adat memang tidak bisa disamaratakan, tidak ada parameter juga utk dijadikan acuan seperti apa penghinaan adat ini. Jadi jika ada yang menyinggung soal adat hendaknya dilakukan pembinaan bukan dipidana.

2. Pengekangan pers.
Ini tidak bisa diterima, pers adalah penghubung terbaik antara berbagai pihak institusi negara. Ya, sekalipun ada beberapa oknum yang mencoba mengaburkan berita ataupun lebih parahnyanya memutarbalikkan fakta untuk memperkaya diri sendiri, persetan dengan nasib orang senegara asal cicilan kulkas bisa lunas. Pers macam begitu yang perlu ditindak lanjuti, yang membodohi, yang mengaburkan, ataupun yang memutarbalikkan fakta. Bukan pers yang dengan lantang membagikan informasi kebenaran sekalipun dengan nada provokasi, selama itu adalah untuk arah yang lebih baik dilihat dalam berbagai sudut pandang yang luas dan objektif !

3. Santet ?
Ini cukup halu dan jelas tidak masuk akal, ga ada yang lebih bagus lagi apa ? Sebagai orang yang percaya pada Allah swt 1000% saya tidak pernah mengkaitkan kehidupan ini dengan hal” mistis. Harusnya acara” begini di televisi sudah tidak boleh tayang karna bisa merusak mental kita sebagai manusia yang berbudi pekerti. Jadi ya nokemenlah. Pikir sendiri, kira” perlu atau tidak.

4. Unggas berkeliaran.
Apaan coba. Ini harusnya ada di aturan tingkat RT/RW bukan sekelas DPR dengan gaji puluhan juta. Tidak bisa diterima !!

5. Penistaan Agama.
Bisa diterima jika memang benar-benar terbukti ada unsur untuk mempengaruhi umat dan menjatuhkan agama lainya. Pondasi awal manusia hidup memang dari agama seharusnya.

6. Alat kontrasepsi (kondom).
Selama usia anak sudah cukup dewasa, bukanya lebih baik di edukasikan. Tentunya dengan segala pertimbangan agar mental anak tetap bisa fokus untuk masadepanya bukan sekedar tentang pangkal paha. Jadi keputusannya adalah tidak bisa diterima yang mulia.

7. Perzinaan.
Pasal ini sangat bagus sebenarnya, hanya saja isinya kurang komplek yang hanya menjelaskan tentang adanya pidana jika ketauan kumpul kebo. Lah kalau selingkuh atau mengadu ketahanan alat kelamin di hotel ? Memfasilitasi peliharaanya di apartemen ? Tetep bisa kimpoy tiap hari tanpa harus kumpul kebo. Bahkan sebenarnya yang kumpul kebo pun mungkin gak tiap hari ngeseksnya !! Pasalnya sudah bagus tapi isinya harus dipertegas lagi bukan hanya untuk yang sekedar kumpul kebo, melainkan untuk semua yang crotss tanpa ada ikatan pernikahan. Gimana yang mulia deal ? Heheee.

8. Aborsi / gugurkan kandungan.
Setuju, dengan catatan tidak ada hubunganya dengan pengaruh kesehatan raga ataupun mental. Jika ada korban perkosaan yg hamil lalu hendak di gugurkan jelas ini ada hubunganya dengan kesehtan psikis atau mental para wanita. Maka hendaknya dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat luas agar tidak ada bulying sosial terhadap si korban.

9. Gelandangan
Jelas tidak setuju, pilihan menjadi gelandangan adalah hal terakhir ketika dunia tidak memberi kesempatan untuk berkarya. Hendaknya dibina bukan di denda, gimana toh yang mulia. Sudah jadi gelandangan masih kena pasal kan kasian, gimana bisa memperbaiki taraf hidupnya jika tidak diberikan pembinaan melainkan malah dikenai denda. Melek lah. Melarang wanita pulang malam ? Lah kalau kerja pabrik, 3 sift. Perawat juga 3 sift, dan jenis” pekerjaan halal lainya yang memang mengharuskan pulang malam. Mungkin tujuanya baik, melindungi harga diri wanita dari tindak pelecehan. Jika itu tujuanya, harusnya langsung aja isinya begini “wanita yang memang ketauan jadi PSK akan dibina jika tetap saja begitu berlakukan hukum pidana, lelaki yang membeli pun juga akan mengalami hal yang sama. Jadi lebih fair, ga cuma germonya yang dipenjara melainkan semua pelaku dalam lingkaran prostitusi. Ga perlu selebar itu kanal pasalnya. Cukup langsung ke topik masalah. Kenapa PSK bermasalah ? Ya karna ada mereka ini makanya pejabat banyak yang korup, gak munafik harta tahta wanita pasti jadi kendala setiap lelaki. kekerasan terhadap perempuan juga jadi lebih tinggi. Untuk melindunginya jadi harus jelas isi pasalnya. Bukan abu” seperti yang tertulis di draft RUU-nya.

10. Koruptor
SANGAT setuju, kurang setuju dengan jenis pidana kurungan yang dijelaskan minimal 2th. Sekelas koruptor itu malingnya bukan receh loh boss, harus beda donk dengan sekedar maling 1 ekor ayam. Kalau bisa ada hukuman yang memang membuat yang lain jera dan tidak akan mengikuti, misalnya aja nih. Korupsi diatas nominal 1 milyar hukuman pidana seumur hidup. Korupsi hingga ratusan milyar hukuman terberat hingga hukum gantung. (Ini tidak boleh karna melanggar hak asasi manusia) jika bisa menghukum tembak gembong narkoba yang notabennya merusak mental rakyat, seharusnya bisa juga donk menggantung koruptor yang hasil korupnya bisa untuk membangun mental rakyat bukan malah di monopoli sendiri kecuali hasil korupnya di bagi-bagi ke rakyat miskin, ya macam robinhod gitu mungkin.. hahaaa..

Ini pandangan subjektif saya sebagai jelata, sudut pandang yang diperluas menggunakan beberapa objek yang terpapar media ataupun sempat dirasakan sendiri.

Sekian.

Iklan

Legeslatif pro Eksekutif ?

Miris lihat berita hari ini, mahasiswa turun jalan lagi. Teriak-teriak lagi, bakar-bakar lagi.

Negeri ini demokrasi, Tapi tidak mendapat jatah bicara. Semua diwakili oleh para babu kita di DPR yang terkesan acuh.

Jika DPR pro pemerintah, lalu siapa yang monitoring ? Siapa yang hendak meluruskan laju salah pemerintah ? Alternatifnya ya emang harus turun jalan. Iya, kita rakyat sebagai bosnya demokrasi yang harus sadarkan babu-babu kita di kursi-kursi tersebut.

DISCLAMER !!!

Rakyat mendukung penuh kebijakan pemerintah, bukan berarti anggota dewan juga manut ikut bosnya (rakyat). Harus ada idealisme yang memang menguntungkan rakyat. Seharusnya legeslatif & eksekutif ini kan sejajar posisinya. Jadi memang harus selalu kontra. Bukan melulu pro dan iyes ambil gampangnya. Satu keputusan menentukan nasib 200juta orang lebih. Tolong dipertimbangkan lagi setiap kebijakan yang diambil, evaluasi lagi, cukup hari ini seluruh berita di televisi topiknya mahasiswa turun jalan. Besok dan seterusnya jangan deh. Malulah, anda-anda semua bisa duduk di kursi karna kita rakyat mempercayai anda-anda semua bakal becus urus negeri ini. Bukan sebaliknya.

Mantra Sakti Netizen !!!

Sedikit aja ya, Mumpung lagi apal mantranya. Dan sedang tidak gondok.

Tak tau apa-apa, tak punya rencana, juga tak pernah meminta

Crot! tiba-tiba terlahir ke bumi sebagai mahluk terkutuk

Setelah dikutuki oleh Tuhan Yang Maha Mengutuk

masih dikutuki lagi oleh manusia yang tidak terkutuk

Tapi setiap kali para terkutuk melakukan perbuatan yang terkutuk
Manusia yang tidak terkutuk keberatan, lalu mengutuk-ngutuk
Saling berlomba mengutuki para terkutuk dengan berbagai kutuk

Lupa bahwa para terkutuk hanya berbuat sesuai fitrahnya
sebagai mahluk terkutuk, tentu saja melakukan perbuatan yang terkutuk!

Saya masih juga merasa aneh setiap kali melihat kita mengutuk-ngutuki para terkutuk dengan harapan para terkutuk itu akan berhenti melakukan perbuatan yang terkutuk.

Tapi kalau bukan dengan kutuk, lalu dengan apa?

Mas curhat donk (Disclaimer, 18+)

Di malam yang pekat dan berembun, seorang teman yang berprofesi sebagai perawat menelepon untuk sekedar curcol sekaligus minta temenin bobok katanya (lewat telp ya, jangan piktor ini bulan puasa). Jiahahahaaa

Mas, aku lagi galau ni.

Galau kenapa dik, kalau galau karena polemik hidup aku bisa bantu cari solusi. Tapi kalau galau karena gak punya duit lantas mau ngutang, maaf aku gak ada

Yaelah, Si..mas…(gerutu Dia, nadanya sok-sok imut gimana gitu, bayangin sendiri ajalah)

Aku mau curhat ni mas, boleh ya. Ya ya ya..

Ok, yasudah. Monggo di ceritakan perihal yang membuat adinda Gunda gulana ini apa toh

Mungkin ak cuma sekedar baper kali ya mas, beberapa Minggu ini aku selalu deg deg an klo ketemu dia mas.

Dia ini siapa ? Gebetan ? Mantan ? Atau suami orang ?

Astagfirullah.. si mas ih, ngeledek Mulu. Aku serius mas. Dia ini ya, bukan gebetan juga sih, mantan juga jelas bukan apa lagi suami orang mas.. amit-amit lah ya, ngerebut suami orang.

Lah terus, dia itu siapa, gebetan bukan, mantan bukan.. aku bukan cenayang yang bisa menafsirkan pemikiran orang dik

Okedah, aku cerita ya. Dia ini dokter di tempat aku kerja mas, entah kenapa aku selalu deg deg an kalau ketemu sekarang sekarang ini. Padahal dulunya sih nggak.

Oalah, cinlok toh ceritanya. Terus apa yang di galaukan ? Kalau emang si dokter masih single ? Dan welcome sama kamu, ya jalanin aja.”

Masa iya sih mas, dokter gitu loh. Masa iya suka sama aki ? Aku sempat baper karna ada beberapa moment pas kita dinas bareng, gak sengaja sih dokter natap mataku daleeemmm banget sambil pegang tangan aku gitu. Makanya aku baper mas. Dan sekarang ini kalau aku ketemu dia pasti deg deg an.

Suka sih bisa aja, wajar juga jantan kalau ketemu betina jadi horny lalu suka. Yang perlu kamu pahami, seandainya si dokter suka itu bisa aja cuma sekedar cinlok atau cinta satu malam aja. Ya pingin hepi-hepi sedikit lah sama suster atau perawat partner dia kerja. Namanya juga dokter. Tapi kalau untuk jatuh cinta beneran dan serius sampai jenjang pernikahan, ehmmmm ya jangan terlalu ngarep lah. Bukanya aku merendahkan kamu loh dik, cuma dari beberapa kasus yang ada kan sering begitu toh. Dokter itu seperti pilot, mereka selalu di kerumunin sama gadis-gadis sexy nan aduhai. Dokter sama perawatnya, pilot beserta pramugarinya. Sebagai cowok normal yang gampang horny, si dokter atau si pilot ini pasti dengan muda untuk dekati partner mereka kerja sekedar melepas syahwat mereka setelah lelah menjalani rutinitas. Jabatan ada, harta siap, cewek mana yang gak klepek-klepek. Ini gak berlaku di smua dokter atau pilot loh ya, cuma beberapa begitu. Makanya sering terjadi sekandal kan antara dokter dan perawatnya, atau pilot sama pramugarinya. Bagi mereka bisa lihat dan rasakan isi jeroan partner mereka kerja sehari hari mungkin adalah nikmat tersendiri. Wuhahahahaaa.

Hush…jangan kenceng-kenceng ketawa nya sudah malam mas, tapi bener juga sih katamu mas. Karna menurut beberapa teman, si dia ini juga agak playboy cap buaya. Suka banget PHP suster di tempat aku kerja. Makanya aku baper dan galau mas, gak percaya kalau si dokter suka sama aku itu beneran yang suka mau di jadiin istri gitu. Tapi aku ngarepnya sih di peristrikan. Heheheeee.

Wuahahahaahaa, adinda yang jelita dan baik sangka, hidup itu pilihan loh, ikutin hati kamu. Insyallah selamat dunia akhirat. Jangan kedepankan egomu untuk mencari kebahagiaan saat ini aja. Hari-hari kedepan masih panjang, masih perlu kamu ukirkan sejarah indah untuk anak cucumu kelak. Ya, meskipun (hepi-hepi) sama dokter itu akan bisa jadi sejarah juga. Tapi bukan itu kan tujuan hidup kamu.

Okemas, thanks ya. Bobok yuk,ngantuk. Lain waktu kalau ketemu kita sambung lagi ya mas curhatnya.

Okedah, C U

Note : percakapan di atas hanya sekedar ilustrasi saja, seorang perawat yang di baperin oleh dokter di tempat dinasnya. Latar belakang di pakai hanya untuk sekedar menyambung ritme alurnya.

Maksud dan inti cerita sebenarnya ingin menyampaikan sebuah pesan untuk seluruh para wanita di antero negeri ini jangan terlalu mengedepankan ego semata untuk mewujudkan mimpi – mimpi kalian. Nikmati prosesnya, jalani seperti layaknya air yang terus mengalir. Harga diri seorang wanita bukan di nilai dengan siapa dia menikah, melainkan dari cara dia bertutur kata, bersikap, dan menjaga auratnya.

Wanita itu ibarat pisau bermata 2, satu membangkitkan, satu lagi menghancurkan. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mari terus di asah sisi yang membangkitkanya dan biarkan tumpul sisi yang menghancurkan. Dalam sebuah rumah tangga yang harmonis terdapat seorang wanita yang luar biasa hebat.

Pentingkah Seremonial Pernikahan ? TIDAK !!!

50 juta lebih Rupiah dihamburkan hanya untuk seremonial? Apa tidak lebih baik jika uangnya dipakai untuk belanja awal rumah tangga? Maksud saya, uang yang tidak sedikit itu kan bisa dipakai untuk uang muka beli rumah atau isinya. Lumayan kan untuk mengurangi kesulitan awal hidup berumah tangga.

Iya kalau uangnya modal sendiri. Lha kalau hasil ngutang di rentenir sedangkan gaji pas-pasan, sampai berapa tahun setelah hari H kita masih harus mikir nyicil pembayarannya?

Memang sih bagi banyak orang kejadian ini hanya sekali seumur hidup, menjadi RAJA dan RATU sehari mungkin menggoda. Tapi apa gunanya? Apakah kesenangan sehari itu cukup berharga? Maksud saya selain efek gengsi atau pemuasan ego lho.

Bahkan meski punya kemampuan finansial sangat berlebih, apa tidak sebaiknya menggunakan uang itu untuk hal-hal yang lebih berarti?

Konon strategi penyebaran undangan yang tepat akan memastikan baliknya modal. Tapi tak terpikirkah kerepotan yang kita timpakan kepada para undangan? Apalagi bila acara dilakukan pada tanggal tua, dan si terundang punya kemampuan finansial yang kurang. Keuntungan dan kesenangan dan kepuasan kita berasal dari kerepotan dan derita banyak orang tuh!

Apa tidak cukup menikah hanya dengan kehadiran saksi? Kalaupun merasa harus menghormati budaya basbang, cukup secara sederhana, kan?

Lha kan sekalian silaturahmi?

Memangnya tak ada cara lain yang lebih efektif dan tidak membuang-buang energi?Saya membayangkan suatu saat nanti undangan pemberitahuan pernikahan cukup lewat sms/email, tidak perlu mengharapkan kedatangan para teman dan kerabat, cukup mereka doakan dan restui saja. Kalaupun memaksa ingin memberi sumbangan berupa uang, silahkan transfer ke nomor rekening yang tersedia, barang pun boleh lewat paket.

Acaranya cukup ijab kabul sederhana agar lembaga terkorup itu memuluskan kelarnya surat nikah. Energi yang tidak terbuang untuk pesta gak penting, bisa dimaksimalkan untuk menikmati malam (dan pagi dan siang dan sore) pertama bersama istri/suami yang baru itu. Dan gundukan uang yang utuh tak terganggu bisa digunakan untuk membantu menyiapkan istana dan memuluskan putaran roda ekonomi keluarga yang baru terbentuk.

Ah, setelah puas saya melampiaskan lelah disini, jadi ingin bertanya: Memangnya pesta pernikahan semegah dan seunik apa yang anda impikan? Sudah pernah menikah juga masih boleh bermimpi kok.

Saya (mungkin) bisa menjadi anggota DPRD RI periode mendatang

Seandainya saya menjadi anggota DPRD RI, pertama-tama saya akan malu. Karena sebagaimana kita lihat di lapangan, banyak yang tak tahu DPRD itu apa dan untuk apa. Sangat amat tidak eksis di hati rakyat.

Bagi sebagian dari yang tahu, DPRD hanyalah simpul aneh birokrasi yang menghabiskan uang rakyat tanpa punya manfaat jelas. Hanya magabut. Makan gaji buta. Tak berguna.

Tentu tak semua salah DPRD. Yang menganggap magabut mungkin belum tahu bahwa keterbatasan dan ketidakjelasan dari fungsi, tugas dan wewenang memang dapat dijadikan pembenaran untuk magabut. Magabut sambil menunggu “orang pusat” yang kerjanya luar biasa lambat.

Padahal, DPRD itu perwakilan yang (harusnya) paling dekat dengan rakyat.

Sekarang, dengan segala keterbatasan dan ketidakjelasan yang ada, apa yang dapat dilakukan agar manfaat dan eksistensi DPRD dapat lebih dirasakan rakyat?

Caranya dengan mengajak semua anggota DPRD untuk dengan segala cara segera mewujudkan beberapa poin berikut ini:

  1. Hubungkan setiap desa dengan internet, tentunya dengan kecepatan yang sesuai perkembangan zaman. Yang wajib terhubung pertama kali adalah kantor desa dan sekolah-sekolah. Sediakan wifi dan fasilitasi warga yang belum mampu terhubung dengan hardware sendiri.
  2. Latih setiap aparat desa hingga efektif menggunakan internet terutama untuk menyampaikan perkembangan terkini pada ‘kita’. Berhasil sampai poin ini saja akan membuat DPRD selalu awas akan perkembangan terkini dari tiap pelosok yang diwakili. DPRD segera tahu apa yang harus diperbaiki, dikembangkan, dipromosikan, dipasarkan. Semuanya tanpa boros keliling secara fisik.
  3. Pandu dan fasilitasi warga untuk memanfaatkan internet dalam menemukan informasi-informasi yang dapat meningkatkan usahanya, lingkungannya dan kualitas hidupnya. Misalnya, hubungkan petani secara online, selain dengan sesamanya juga dengan pakar-pakar pertanian, sumber bibit, penjual pupuk dan pestisida termurah terbaik, hingga ke informasi pemasaran. Itu akan menekan biaya tanam, membebaskan dari ketergantungan pada tengkulak yang zalim, meningkatkan kualitas panen, memudahkan pemasaran dan akhirnya meningkatkan kualitas hidup mereka.
  4. Buka portal untuk mendengar aspirasi rakyat (sekaligus untuk kontrol atas kinerja aparat di lapangan). Pastikan nasib suara rakyat yang masuk lebih baik dari yang selama ini ternistakan. Libatkan pakar yang ahli dalam bidang “customer care”. Publikasikan juga hasil kerja DPRD disitu secara buka-bukaan. Poin 4 ini terpenting karena akan membedakan nasib kita dari negara macam USA dimana internet lebih merata tapi korup dan budegnya pemerintahan tetap luar biasa.

Terwujudnya 4 poin diatas akan membuat DPRD mampu mendengar dan merespon aspirasi rakyat dengan lebih cepat.

Lebih dekat dengan rakyat, DPRD akan jadi lebih eksis dan lebih bermanfaat.

Sekian, terima kasih.

– – – – – – – – –

Reshuffle kabinet, jika (saya adalah pak jokowi) menang dalam pemilu.

Anda, dan seluruh rakyat Indonesia tidak perlu khawatir.

Saya tidak akan tanggung dalam melakukan reshuffle nanti.

Tidak akan ada lagi tawar-menawar dengan partai maupun dengan para mafia. Sekarang saatnya saya membuktikan harga diri saya, dan melakukan apa yang seharusnya saya lakukan sebagai Presiden RI.

Pemberian kesempatan kepada para menteri kemarin untuk mengurusi rakyat, memperkaya diri, kelompok dan partai dengan serius selama 5 tahun, saya pikir sudah lebih dari cukup. Semua hutang budi saya, juga semua utang politik pada mereka, saya anggap sudah terbayar. Lunas.

Saya akan pecat semua menteri yang tak berguna, singkirkan yang bermasalah, dan usut semua yang korup. Saya pastikan mereka menjalani proses hukum yang semestinya. Persetan dengan tekanan dari pihak manapun, sebagai gantinya saya hanya akan merekrut manusia-manusia yang memihak rakyat.

Saya sadar hal ini akan membuat saya kehilangan dukungan dari banyak partai dan mafia besar, bahkan mungkin juga dari partai yang oposisi sekalipun. Tapi saya sudah bertekad, ini “jihad” saya, dalam lima tahun terakhir ini, saya akan korbankan apapun demi Indonesia.

Kabinet revolusi yang saya bentuk nanti akan menjadi sebuah langkah “berani mati” demi rakyat. Saya tambahkan, bukan hanya berani mati, tapi juga “Berani Hidup!”. Demi Indonesia.

Indonesia! Jaya!!!

*tersadar dari mimpi*

Ah… Semoga bagi pak jokowi itu bukan cuma mimpi di siang bolong.