Harga Minyak Mahal, Ayo 3 Periode

Minyak goreng, Minyak angin, Minyak bumi, bahkan sampai Sampai minyak urut bulus pada naik harga nya. Asiyu tenan. Bangsat ko ancene wong-wong dukuran iku, gak ngerti sorone golek duit main munggakno rego. “Kate riyoyo li wis gak kaget, sakben arep riyoyo ancen kudu ono sing heboh-heboh”

Begitulah kira-kira gibah jelata yang sering terdengar dalam beberapa minggu terakhir ini. Saya pribadi sih bodoh amat, mau naik sampai sejuta seliternya, semilyar  juga gak masalah, ASAL subsidi rakyat nya juga harus naik donk, bukan malah di potong, sunat sanah sini, gak jelas mekanismenya.

Ada beberapa alasan (menurut kesoktauan saya) kenapa polemik ini bisa terjadi :


1. Karna emang pemerintah lagi ngebut untuk cari duit, setelah apa yang kita aminkan infrastruktur terbangun dengan baik. Ya, Sudah sepantasnya donk sekarang kita sebagai jelata sumbangsih rupiah utk bayar hutang. Oke, setuju ya. Tapi ya gak harus 11% juga sih bos, (pengusaha harus tetap untung!!! biar negara gak kehilangan investor, titik!!! Yayaaa, Sarah lu deh bos)

2. Karna legeslatifnya nya (MUNGKIN) nyambi jadi pengusaha, jadi daripada otaknya keseleo mikirin nasib jelata tolol yang selalu menghamba pada mainstream. Mending mikirin gimana caranya manilondri yang sehat. Eksekutif start, legeslatif goooo, monggo.  Kikikikikikik

3. Ya Karna emang SDA nya menipis bisa jadi, sebagai negara berkembang seharusnya kita bisa lebih berinovasi dari aspek apapun itu terutama yang berhubungan dengan kebutuhan kalayak luas tanpa harus takut gagal, tak perlu sungkan untuk selalu mencoba. Toh, namanya juga berkembang dan ingin maju. ( Achh, sudahlah jangan bermimpi anak muda. Budak tetaplah budak!!!! Jika membudak sudah membuat nyaman ngapain mikirin nasib orang se-negara) 

4. Karna sesuatu yang sangat absurd dan terus dibudayakan. Ex : ketersediaan minyak mentah semakin mendekati limit, namun pabrik automotif produksi unlimited. Azaz Supplay demand adalah alibi terbaik. (Plakkk, tampar muka sendiri. Sebagai jelata konsumtif harusnya kau sadar anak muda)

“Ah sudahlah, letakan ponselmu sudahi idealismemu,” mari kita berdoa agar bisa 3 periode. 

^_____^

Kenapa Saya, Anda, Mereka sudah malas menulis ?

1. Capek
2. Capek
3. Capek

1. Capek, karna sudah panjang x lebar menulis hanya di skip. Buah pikiran yang tertuang hanya menjadi sebuah artikel gak guna (mungkin).

2. Capek, sudah bukan zamanya membaca, lebih gampang buat konten prank, atau pargoy, atau mengurusi hidup orang, fleksing duit nyolong berjamaa, atau apalagi yaa, begitulah pokoknya yang viral-viral. upload, cuan, shopping.  Jadi ya, percuma. Sebagus ataupun seberapa berisi tulisan lu juga gak akan bisa merubah pola pikir milenial. Apalagi lu cuma blogger nganggur yang usil, perusahaan harian koran juga sudah banyak yang selesai.

3. Capek, ya capek aja, tapi mau mempensiunkan blog ini ko sayang. Heheee. Ini satu-satunya media maya saya yang masih saya urus. Lainya, ya cuma utk jualan, stalking berita heboh, game, pengantar tidur.

Ehm, nulis apa ya ???

Nunggu ???

Yakin ???

Gak usahlah, mending yutub an aja sono. Jangan menyalahi kodrat milenial. Nanti gak punya temen loh.. Jusssttttttkiddddd   ^____^

To be continue ____________

Father, we love you. ❤

Andai… Jika…. Papa masih ada mungkin dari semalem kita sudah mempersiapkan sebuah hadiah kecil-kecilan utk memperingati hari kelahiranya ” 3 maret.  Tapi apalah kenyataan gak akan bisa di hindarkan.

Papa wafat 22 juli 2021, tahun lalu secara mendadak yang kita semua yang menyayanginya tidak menyangkah.  Akibat serangan covid delta yang benar” Dasyat ketika itu. Sempat dirawat seminggu di rumah lalu harus di lanjutkan perwatan intens di rumah sakit. Sebelum akhirnya meninggalkan kita semua anak”nya untuk selamanya.

Okee, hidup harus terus berjalan. Dinamika kehidupan akan terus kami lanjutkan. Beberapa teman menguatkan, terutama my love girl yang saat ini memang sedang longdistance, sekalipun jarak kita cukup jauh namun dia slalu memberiku semangat dan dukungan moral yg sangat berarti utk saya. Thx beib.. You are angel in the life.

Flashback ” February 2013 silam, saat mama meninggalkan kita semua (saya, pipit, indra & papa utk selamanya) seketika itu juga papa menjadi seorang ibu juga utk kita. Selain masih produktif bekerja beliau juga kerap memasak utk kita, memberi wejangan” Positive utk anak-anaknya. Dan membantu merawat ponakan saya (angga, anak dari pipit sekaligus cucu pertama papa) dengan penuh kasih sayang. Tahun 2020 adalah masa terberat kami sekeluarga ketika pandemi mulai masif di negeri ini. Banyak proyek alm. papa yang ter-hold karna pandemi. Sehingga beberapa aset mulai terjual sebelum akhirnya tercetus ide dari alm.papa utk memproduksi jamu (kita menyebutnya minuman sehat) kunyit asam yg kami beri nama (kunyit asam mandiri sejati) nama produk kami kala itu. Meskipun pendapatanya receh, tapi kami sangat bersyukur ketika itu karna bisa membantu pemasukan utk kebutuhan hidup kami sehari hari. Saya ingat betul, awal kita memproduksi massal 20 juli 2020 & papa meninggal 22 juli 2021 tepat setahun setelah kami pertama kali mulai merintis usaha kecil-kecilan tersebut. Menyiratkan pesan kepada saya utk tetap melanjutkan usahanya sebelum akhirnya stuck, karna ijin BPOM dari kecamatan setempat belum juga ACC sehingga ekspansi market tidak bisa saya lakukan. Berhenti bukan berarti mengakhiri, saya berjanji pada diri saya sendiri, nanti suatu saat pasti akan saya lanjutkan. Klaim nama “mandiri sejati” sendiri di berikan alm. Papa utk usaha nya karna menceritakan masa kecil beliau yang memang sudah mandiri tanpa intervensi kedua orangtuanya sampai bisa sukses (menurut saya, sekecil apapun hasil jerih paya orangtua saya, saya akan tetap menyebutkan orang tua saya sdh sukses) Dan berharap nama tersebut bisa menular spiritnya ke anak-anaknya yang memang harus mandiri mulai saat itu.

Alm. Papa & alm. Mama selalu berpesan, jangan pernah melihat orang dengan sebelah mata, jika tidak bisa membantu jangan juga mencelah. Berbagi sesama kepada yang memang membutuhkan adalah amalan baik kita ketika sudah meninggal. Surga untukmu mam, pap. Al-fatihah.

We love you father, we miss you.. Maaf jika selama ini kami belum bisa membahagiakanmu, kepergianmu sangat memukul hati & jiwa kami. Wasiat pertama sudah kami lakukan (memakamkan alm.papa bersanding dengan alm. Mama) semoga wasiat” Yang lainya bisa terlaksana juga. Amien..

Sayangi kedua orantua kalian selagi masih ada, sebenarnya malaikat nyata dalam hidup ini adalah orangtua. Jika belum bisa membuatnya bahagia, seenggaknya kita tidak menyakiti hatinya agar kita dimudahkan jalan untuk hidup.

Saya ardi A.k.a senja kelana mewakili adik” Saya, mohon maaf sebesar besarnya kepada semua yang mengenal alm. Papa Saya bambang sudjiono. Jika semasa hidup beliau memiliki salah tlg dimaafkan. Dan terima kasih utk semua yang sdh membantu selama ini. Yang tidak bisa Saya sebut satu persatu. Semoga kalian semua sehat selalu. Terima kasih banyak 🙏

C_______U

2021 ? Open house!

Sangat istimewa, banyak gerak minim mimpi. “Ah, lu nja sok banget”.  Hehee. Buktinya ini blog terlantar, beberapa akun sosmed ilang, entah karna apa juga saya gak terlalu mikirin. Yang pasti saya dan (dia) tetap sehat, klwrga sehat. Alhamdullilah..

“Lusa lebaran ini nja”, udah nyiapin planing apa di hari berikutnya setelah ini ? KAWIN  !!! Eh, nikah maksudnya.. Sudah cukup berkelananya, cukup main-mainya. Sudah gampang kesemutan tulang, pilek, dan meriang. Itu tanda kita emang harus nikah, jadi ada yang merhatiin pola hidup kita.

“Okelah nja, semoga di lancarkan”, amien.

Lebaran kali ini tetap seperti tahun kemarin, tanpa marjan, tanpa nastar, dan TUTUP PINTU RUMAH!!! Klo di tanya kutu usil “kenapa begitu”? Bilang aja (mensukseskan program pemerintah, jaga jarak, protokol covid) semoga tahun depan sudah bisa open house, kumpul ramai saudara. Karna, seharusnya saya tahun depan sudah tidak sendiri lagi alias sudah kawin, eh, nikah. Dengan begitu sudah pasti nambah keluarga baru dari sang istri toh… Wkwkwkwk..

” Yakin covid sudah musnah lebaran tahun depan”? Ehm…. Errrr…. Achhh…..

Yayayaaa, berarti permasalahan tahun ini saya tidak open house bukan semata di karenakan masih sendiri ya, tapi covid juga ikut andil. Syukurlah, seenggaknya ada alibi lain agar tetap waras isi kepala di dalam tubuh yang sehat.

Selamat idul fitri yang kesekian, minal aidzin ya.. Maafkan saya, maka saya pun akan memaafkan anda semua yang pernah berbuat salah ke saya.. Salam damai….

C_________U

Dirgahayu Indonesia yang Ke Sekian.

Ulang Tahun, lepas Kompetisi ayo Kooperasi
Salam, Indonesia,

Selamat ulang tahun yang ke sekian,
semoga semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan,
semoga semakin tegas dalam menindak kezaliman,
semoga semakin sadar akan arti kemerdekaan.

Sekedar saran, gimana kalau acara ulang tahunnya diisi dengan lebih banyak lomba bertema kooperasi. Bukan korporasi loh ya. Maksudnya kooperasi itu ya bekerjasama, gotong royong gitu.

Selama ini kan perayaan selalu diisi dengan lomba-lomba kompetitif, salah satu efeknya adalah mengajarkan kita saling sikut, saling injak, saling bersaing dengan saudara sendiri demi menjadi yang paling apalah. Memang sudah ada kerjasama, tapi masih fokus demi mengalahkan kelompok lain, demi kebanggaan golongan atau kelompoknya sendiri.

Pada hari-hari biasa sudah saling sikut, masa iya pada hari yang spesial masih harus saling injak?

Semangat kompetitif ini kalau terlalu dipupuk dan mendarah daging, ya wajar kalau membuat anak-anak bangsa, setelah berkuasa jadi terlalu mementingkan dirinya sendiri, kelompoknya sendiri, agamanya sendiri, partainya sendiri. Bukan berkarya demi bangsa, demi dunia, demi kebaikan semesta, tapi malah terjebak untuk kepentingan golongan.

Kooperasi, gotong royong. Sudah waktunya manusia mulai melirik kearah situ. Bisa dimulai melalui perayaan yang semangatnya full gotong royong. Event yang menghargai setiap individu yang terlibat, apapun latar belakangnya, persetan apa agamanya, tak peduli apa partainya, kaya atau miskin, cantik maupun buruk. Tidak ada menang kalah, tidak ada kompetisi, yang ada hanya semangat kerjasama untuk tujuan bersama.

Misalnya… gimana…?

Hehe…

Saya persilahkan anda untuk memikirkannya. Sadarilah, anda sudah nyangkut baca tulisan ini, di blog terlantar yang lama sekali tidak pernah update ini, jelas bukan karena kebetulan semata. Mungkin Tuhan (atau apapun itu) merasa anda bukanlah orang sembarangan, lalu menyeret anda untuk kembali memikirkan ide ini.

Tak harus komentar, dipikirkan saja dulu 🙂

Salam Indonesia!

Teruntuk mereka yang bertanya, dan dia yang kucinta.

Njaa gmn kabar ? Sehat njaa ? Kak sen kok ga pernah kritik-kritik lagi kak ? Dlsb.

Pertanyaan yg sering terjaring akismet karna di anggap spam. Ehmmm, berhubung saya sedang ada niat untuk olahraga jempol, maka saya akan menjawabnya sekaligus ya..sebenarnya capek sih karna seharian sudah berjuang di DUNIA NYATA. Tapi ya,sudahlah.  Saya akan tetap menulis !

Sekalian untuk artikel disini karna sudah sangat lama sepertinya blog ini tak berpenghuni, untung gak sampai berhantu.. Serem donk, tiba-tiba muncul berita viral kalau “senja kelana” sudah menjadi jubir presiden Jokowi saat ini, jadi kerjaannya cuma nerusin cerita dari si-empunya, tanpa sempat dicerna. Hahahaaa, kenal aja kagak sama beliau, lah ko viralnya begitu. Pasti kerjaan hantu inet yang iseng setelah sekian lama tak mendapat mangsa didunia nyata sebab manusianya sudah pada tobat karna takut mati kena kopid.. audzzubilahhh….minggat kau setan, demit, iblis, dan roh halus… Hus..hus..

Oke, balik ke topik ya. Terlalu semangat jempol saya bergereliya di layar keypad hp nya. Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa saya (gak) sengaja menelantarkan blog ini. Mau di jelasin sesingkat singkatnya biar narasinya cepat kelar tapi jempol masih mau bergerak, baiklah. Mari kita jelentrek jelentrekan satu persatu ya.

#Sehat njja ?
Sehat, alhamdullilah jasmani tetap bugar dan rohani tetap sadar ingat dosa serta masih tetap sholat meskipun bolong-bolong yang penting gak blong lah.

#apa kabar njja ?
Kabar baik, finansial yang sedang kurang baik. Mungkin ini juga dirasakan beberapa manusia se-antero planet bumi. Karna adanya pandemik kopid yang masih tetep melejit. Membuat para budak korporasi pada terjepit. Jangankan budaknya, lah wong petingginya juga lagi pada sumpek, mikir keras gimana cara bayar cicilan, untung gak sampai gendeng. Harap maklum ya, tetap ikhtiyar dan jangan putus doa. Lawan kopid !!!

#kenapa jadi kalem ka sen, gak pernah kritik-kritik lagi ?
Hushh,,!! Jangan kurang ajar melebeli saya sebagai peng-kritik. Jangan suka menyimpulkan sesuatu berdasarkan artikel nya. Kamu perlu berempati dulu sebelum melebeli seseorang. Itu hanya buah keisengan isi kepala saya yang gak bisa diam melihat realita. Saya bukan Cheguevara, bukan Munir, bukan Gatotkaca apalagi, jelas bukan banget. Saya cuma manusia usil yang bertanggung jawab atas diri saya sendiri, serta dia yang kucintai..asoy.. hahahaaa…

Sooo, yang membuat saya menelantarkan blog ini adalah…… Eng ih eng…. Karna saya sudah MALAS !!! Iya, malas hidup di dunia Maya. Ehmm, gini gini, biar gak terkesan munak (karna dulu, dulu banget saya sempat punya mindset jika bisa merubah sebuah persepsi diri melalui penganalogian yang halal di ungkap secara maya).. mungkin lebih tepatnya tercerahkan. Saya sadar jika ingin perubahan ya harus gerak, ya sekalipun dulu ketika aktif nulis juga gerak sebenarnya. Cuma saya rasa kurang maksimal, karna “loe gak akan pernah bisa merubah ke-naif-an loe jika hanya dengan cara bacot di sosmed ataupun curcol dengan media tulisan” fight dude !!! Bangun dari mimpi loe, ini bukan negeri dongeng yang bisa sempurnah dalam semalam. Ini negeri demokrasi yang segala sesuatunya jika ingin didapat harus dengan ber( j )uang. Selamat berjuang kawan.

Jadi initisari dari artikel ini sebenarnya saya cuma ingin menyampaikan saja, kalau saya sekarang sedang merepotkan diri sebagai pengusaha , ceileh pengusaha .. hahaaa.. bakol (penjual dalam bahasa Jawa) lebih tepatnya kali ya.. gak usah kemaruk, perjuangan masihh pannnnjjjjaaaannngggg..

#bakol apa njja ?
Nanti di buatin artikel nya sendiri tentang produknya, sekalian untuk media promosi, karna jelas belum mampu untuk nongolin iklan di televisi. Yang pasti barang halal, bukan racun ataupun narkoba. Amit-amit ya Allah….

Sudah ach, waktunya rehat. Besok pagi harus produksi lagi, keliling lagi, lobi-lobi lagi. Dannn masih banyak lagi yang harus dikerjakan, termasuk membahagiakan dia.. wuahahahahahaaa…

Selamat IDUL FITRI, Saatnya DUNIA BAHAGIA (earth).

Selamat lahir kembali, Dengan pikiran dan tujuan baru lagi. Dosa yang lalu tinggalkan, kelam yang itu lepaskan, Harapan yang abu-abu gaungkan. Lebaran tahun ini terasa sangat melelahkan bagi kita manusia se-antero. Covid masih melejit, propaganda media yang terus saja menakuti, serta kebijakan pemerintah yang belum tersolusi (lokdon, WFH, PSBB, dlsb. Disatu sisi rakyat perlu makan, di sisi lainya rakyat juga ingin tetap sehat).  Ada yang bilang ini konspirasi elite global untuk menciptakan tatanan dunia baru, Ada yang ngomong ini konspirasi sebelum peluncuran 5G jadi memang manusia dirumahkan, agar kebutuhan inet meningkat. Whtvr lah ya, saya gak paham mengenai itu semua, dan tidak mau tau dengan itu juga. Saya mempunyai kacamata lain. Sependapat dengan seorang teman yang agnostik, yang meyakini bahwa DUNIA juga berhak untuk BAHAGIA. Nah sekarang ini mungkin saatnya DUNIA untuk bahagia, BUMI lebih tepatnya. Segala proyek yang mengeruk SDA stuck, Segala emisi gas buang kendaraan maupun pabrik raksasa berkurang, intensitas berkomunikasi dengan Tuhan lebih  khusuk, tanpa jerat jerit dengan megaphone dan cukup dalam hati yang tulus.

“So, it’s rotation human & world”

Agar tidak tamat semesta, Untuk re-generasi pemikiran baru yang tidak hanya rakus tentang difinisi uang dengan cara exploitasi alam segila-gilanya. Tidak berebut umat, tidak ada lagi debat tentang agama. Tidak ada lagi sikap autis (bertemu tapi pegang gadget masing-masing) setelah sekian lama tidak jumpa. Hal tersebut tujuan COVID ada, warning, training, planning.

Selamat datang pemikir baru, konseptual agung un-mainstream, bumi yang jauh lebih sehat tentunya. Semoga peradaban manusia tetap sehat. Amien.

Untuk semua keluarga, semua kerabat, dan semua sahabat yang saya kenal maupun hanya sekedar say hai, kawan-kawan wordpress yang masih aktif nulis maupun yang sudah tidak aktif lagi (Ayumi, bang Pino, Joker, penulis jahat, dan masih banyak lainya). SAYA “Ardi aka Senja Kelana” mengucapkan Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik Selamat Idul Fitri 1441 hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.

Pencerahan, bahwa Tuhan itu “MAHA”, tidak tuli dan tidak buta.

Dalam salah satu episode sandiwara kehidupan ini, tiba tiba jiwa tersadar akan doa-doa selama ini. Doa-doa yang terus meminta. Meminta dengan sangat detail tentang kebutuhan-kebutuahan (keinginan?) saya. Ketika belum di kabulkan maka meminta lagi tanpa putus asa , dan setelah di kabulkan maka meminta pemenuhan kebutuhan yang lain lagi.

Ah, kok sepertinya Tuhan hanya tempat meminta dan meminta lagi. Dan seakan Tuhan tidak tahu kebutuhan saya, sehingga saya merasa perlu mendiktekan secara terperinci segala kebutuhan-kebutuhan (keinginan?). Yang kemudian saya sampaikan dalam doa yang telah saya niatkan, dan jika merasa perlu akan saya awali dengan puasa dulu. Agar semua permintaan-permintaan saya itu dapat di kabulkan.

Tampaknya sih mulia, karena hanya meminta kepada Tuhan langsung. Tapi apakah memang benar begitu mulia? Apa mulia jika saya meremehkan ke maha tahu an NYa dengan memberikan detail – detail kebutuhan saya? Apa tidak sebaiknya saya memasrahkan segalanya kepada kehendakNya saja? Dan saya tinggal melakukan doa dengan tindakan kerja dalam dunia nyata. Tidak perlu tiap malam sengaja berdoa setelah puasa seharian , dan mendiktekan segala kebutuhan (keinginan?). Dan agar kesannya tulus, maka di selingin dengan air mata sambil meratapi nasib diri yang serasa sangat malang.

Sehatkan Doa semacam itu? Entah mengapa saat ini jiwa merasa itu memperlihatkan ketidak pasrahan diri terhadap segala kehendakNya. Dan terlebih lagi menafikan kemaha-tahuan Nya. Sepertinya memang ada yang salah dalam pola pikir yang telah terbentuk selama ini. Bahwa berdoa itu adalah meminta, dan harus menyatakan detail kebutuhan kepadaNya. Yah seperti meminta pada orang tua atau santa Claus mungkin? Tapi kini kusadari bahwa Tuhan itu bukan manusia atau santa Claus. Tuhan itu adalah yang Maha. Jadi tidak pada tempatnya doaku selama ini.

Maka saat ini doaku hanya bisa kulakukan dengan bekerja dalam usaha, dan terselip ucapan di suatu malam : ” Tuhan, terjadilah kehendakMu”. (Walau sebenarnya kata-kata tersebut juga tidak penting, wong kehendakNya pasti terjadi kok ). Hanya itulah yang mungkin kurasa saat ini paling tepat dalam berdoa. Entah kalo suatu saat nanti ada pencerahan bahwa ternyata harus mendiktekan detil kebutuhan kepadaNya. Maka mungkin akan kucatat semua kebutuhan. Dan setelah berpuasa, maka di malam hari akan kudiktekan kepadaNya dalam doa ku dengan membaca catatan tadi. Atau mungkin lebih baik kalo kukirim lewat email saja semua catatan itu ya? Lebih efisien sepertinya.

Semoga Tercerahkan..

Isme Dunia ? Kita yang Sedang Gondok dan Pongah !!!

Dunia memang bukan tempat mencari keadilan. Marilah kita sadari hal tersebut, sehingga nantinya tidak menjadi gila karena mencari keadilan di dunia ini. Sesuatu hal yang memang tidak ada.

Marilah memainkan peran kita sebaik-baiknya, tidak usah terlalu banyak mengeluh soal adil tidaknya rasa hidup kita. Melakukan hidup sajalah. Seribu keluhanpun tidak akan mengubah apa-apa yang memang telah menjadi peran kita. Eh, tapi jangan-jangan mengeluh itu pun merupakan peran yang harus kita mainkan.

Jika begitu, mari kita menjadi pengeluh yang baik. Jangan tanyakan bagaimana pengeluh yang baik itu, sebab sampai saat ini rasanya saya belum bisa memastikan bahwa peran saya adalah untuk mengeluh. Jadi jelas bahwa saya tidak tahu bagaimana sebenarnya pengeluh yang baik itu.

Mungkin agar tidak terlalu membuat jidat berkerut, dan kepala semakin botak akibat rambut yang rontok, maka sebaiknya kita mengenal jelas dulu peran kita masing-masing. Setelah itu, maka sebuah keniscayaaan bahwa kita akan mengetahui bagaimana menjalankan peran dengan sebaik-baiknya.

Jadi sekali lagi saya tekankan, tidak usahlah mencari keadilan di dunia ini, lebih baik cari tahu apa sebenarnya peran yang harus kita mainkan. Kemudian perankanlah sepenuh jiwa dan raga. Tanpa ada keraguan lagi. Dunia ini adalah panggung kita. Mari nikmati.

Tapi, jangan-jangan mencari keadilan itu juga adalah bagian dari peran itu sendiri? Ah, sudahlah, daripada mikirin itu, lebih baik kita memahami lalu menjalankan peran kita masing masing saja deh.