Diskusi Ringan bersama Staf keamanan negara (asik)

Jadwal bertemu klien batal karena management waktu yang buruk, ini hari jum’at. Kerjaan jangan di jadikan alasan untuk tidak beribadah. Putar balik, menuju masjid agung dan teringat peristiwa kecelakaan kereta api beberapa hari yang lalu di Pagesangan, Surabaya. Dan ternyata masih di police line jalananya.

#Di warkop pas depan TKP

Saya ; nyante pak ?
Pakpol ; Iyo mas, panas. Ngadem disik. (Iya mas panas, ngedingin dulu)

Sy : sampai kapan di police line pak ?
P.pol : hehehehe, Yo sampek aman mas.

Sy : kejadian sore loh ngge padahal, nopo mboten wonten sing jagi pak ? (kejadian masih sore ya padahal, apa gak ada yg jaga pak ?)
P.pol : masio Ono sing jogo, wis ati” pisan, lek jenenge blai Yo pasti kedaden mas, sopo sing ero rencanane Gusti Allah ( meskipun ada yg jaga dan hati” kalau sudah apes ya pasti kejadian, gak ada yg tau rencana Tuhan)

Sy : sak ero kulo aturan Niki kan termasuk jalan utama ngge, harus sudah pakai palang otomatis bukan semi otomatis begitu (sambil nunjuk palang kereta yang kalau mau di tutup harus dengan cara manual) kebiasaan lek pun wonten kejadian baru pemerintah gerak. Harus ada korban dulu baru dipikirkan. Kenapa pak ko begitu ngge ? Di daerah” lain juga sering kejadian juga ya.Padahal PT. KAI kan BUMN yang bonafit, kenapa sering kecolongan tragedi semacam begini.
P.pol : sampean kok banyak tanya ? Wartawan ta ? Aku gak Melu urusan ngunu iku mas. Tugase bedo” (kamu kenapa banyak tanya ? Wartawan ya ? Saya gak tau urusan yang begitu mas, jobdesk dan instansinya sudah bedah.)

Sy : mboten pak, senes wartawan ko, tiang sipil biasa. Cuma pingin semerap mawon nopoo setiap gerakan harus menunggu ada tragedi dan korban dulu. Sedangkan kita semua tau dan bukan jadi rahasia umum juga kalau tiap tahunnya itu pasti ada kucuran dana yang masuk di tiap” instansi untuk kemajuan di aspeknya masing”. Tapi ko kelihatanya jalan ditempat alias tidak ada pengembangan sama sekali.
P.pol : ngomong gampang mas, lek wis ngelakoni angel.wis mas tak mangan Sik Yo, komandan teko ga iso nyante” ngene (ngomong gampang, ngelakuinnya yg susah. Saya makan dulu mas,komandan kalo Dateng ga bisa nyantai lagi entar)

Sy : nggepun, Monggo sekecaaken pak.
P.pol : Monggo mas..

Yang jadi pertanyaan, mungkin saya mewakili jelata Indonesia yang takut untuk bersuara pada umumnya, mewakili semua keluarga korban setiap tragedi kecelakaan kereta api pada khususnya :

* Kenapa selalu melibatkan Tuhan dalam setiap tragedi yang sebenarnya adalah human eror ?

* Apakah salah kalau kita menuntut hak kenyamanan kita sebagai warga negara yang taat pajak, taat hukum, dan taat undang-undang ?

* Kira-kira siapa yang patut disalahkan jika tragedi sudah terlanjur terjadi selain mencatut nama tuhan untuk alasan termudah sekaligus terdangkal (menurut saya) ?

Mata bisa memandang, otak bisa berpikir, dan hati bisa merasa. Sampai kapan negeri ini mengikuti paradigma lama yang menuhankan kenyamanan pribadi dan mempersetankan kenyamanan orang lain. Sedangkan jobdesk utamanya memang melayani rakyat. Fundamental bangsa lagi-lagi dipertanyakan, bangku-bangku akademik diragukan. Guru-guru besar, Profesor, doktor serta tenaga pendidik lainya harus bisa mempertanggung jawabkan tugasnya sebagai pembangun fundamental bangsa.

Jika ada kalimat atau kata yang melanggar etika mohon maaf, jika ada yang mendukung ya tolong jangan diam, 1 suara jika digabungkan dengan suara-suara lain bisa memperkuat kita sebagai jelata yang tidak mau lagi di bohongi, di bodohi.

Wassallam..

^__^

Iklan

Dualisme Manusia era Modern. (Apakah Tuhan sedang ngambek ? )

Dulu pada jamannya Musa dan jaman nabi-nabi yang lain, Tuhan sangatlah amat berkuasa. Melalui berbagai mukjizat, beliau dengan seketika mampu menolong para beriman. Dan bila ada umat yang terlalu menyebalkan, dengan mudah pula bisa diselesaikan. Para bangsat, sesat, kafir dan laknat dihancurleburkan secara kaffah dan seketika melalui bencana kehancuran yang selalu dahsyat.

Sekian ribu tahun kemudian, sekarang, kenapa Tuhan tidak pernah lagi menunjukkan kehebatan yang sama? Padahal korupsi, penindasan, perkosaan, pembodohan, pemiskinan dan sebagainya terjadi disetiap sudut. Kekuasan korup dan bejat terus merajalela dan bertindak semena-mena tanpa ada yang bisa menghentikan. Siapapun bebas menjual nama Tuhan dan mengatasnamakan namaNya untuk berbagai kepentingan yang tak selalu baik.

Apakah Tuhan sedang ngambek ?

Menanggapi pertanyaan itu, teman-teman saya punya jawaban unik berdasarkan latar belakangnya masing-masing :

Seorang teman yang ateis (anti Tuhan) sekaligus anti pemerintah bilang, “Tuhan emang sudah lama mati, goblooog. Sudahlah, hentikan saja sedu sedan itu,” lalu sambil berbisik berkata “Sudah saatnya revolusi”.

Teman yang doyan teori konspirasi malah bertanya-tanya “Jangan-jangan sejarah pun hanya rekayasa, semua bullshit hasil akal-akalan para perekayasa agama, mungkin sebenarnya Tuhan tak pernah sepowerfull itu.”

Teman-teman rohis yang sangat beriman tetap meyakin-yakinkan diri sambil berkata “Sabar, sabaaar, sabaaaaar…. Ini semua adalah ujian dari Nya. Yakinilah, bahwa kebenaran pada akhirnya akan selalu menang!” tak lupa ditambahi teriakan “Tuhan Maha Besar!!!” sambil mengepalkan tangan ke arah langit.

Lalu uchup (ini nama sebenarnya lho) yang pemuja syariat itu tak melewatkan kesempatan, dia akan langsung menyatakan “Ini karena kita tidak hidup menggunakan aturan-Nya! Itulah sebabnya Tuhan diam saja dan tidak melakukan apa-apa. Mankanya, ayo kita tegakkan syariat Allah di bumi dan seluruh jagat semesta!!!”

Teman yang doyan buka-buka kitab sambil menyanyikan ayat menjawab “Kan sudah tertulis dengan jelas, Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang bila orang itu tidak mengusahakannya. Jadi bila nasib you belum berubah, berarti you belum cukup berusaha. Paham?” diakhiri dengan mengutip kalimat sakti para pendakwah “Mulailah dari diri sendiri!”

Teman fiktif yang anggota setia Laskar Pembela Tuhan merasa tidak perlu menjawab, daripada harus menggunakan otak (yang mereka haramkan, mungkin karena penggunaannya yang terlalu rumit), mereka lebih suka bersegera sibuk mengasah parang untuk membantai si penanya, dengan tuduhan menghina, menodai dan melecehkan Tuhan, agama dan umatnya sekaligus.

Seorang teman super mesum juga ikut mengigau, “Sesungguhnya Tuhan itu lebih dekat kepadamu daripada kedua biji pelermu, daripada meragukan kesaktiannya, cobalah dengan tulus berbuat sesuatu untuk mengubah dunia, kau akan temui berbagai mukjizat dalam usahamu itu.” Lalu kembali ngorok dalam tidurnya. Mungkin dia kerasukan.

Sedangkan bila saya yang ditanya, akan dengan sok bijak berpendapat “Suka-suka Dia. Mau pensiun kek, Dia memang Maha Berkehendak toh?! Kita kan sudah di anugrahi segala kekuatan, otak dan hati yang luar biasa, maksimalkan aja apa yang ada, untuk semampu kita mengubah diri, mengubah kita dan mengubah dunia. Jangan lupa nikmati prosesnya. Jangan terlalu mengharapkan intervensi Tuhan lah…” Tapi sambil selalu kesal, maki-maki, kelah-keluh dan hujat sana-sini setiap kali tidak mampu berbuat apapun terhadap hal yang tak sesuai dengan nurani.

Jawaban-jawaban sok brilian diatas bagi saya tidak cukup menjawab pertanyaan, beberapa jawaban malah ga cukup nyambung. Dan gema yang sama pun masih sering terngiang, “Apakah Tuhan Sedang Ngambek ?”

Btw, orang dengan tingkat kesadaran, keimanan dan intelektual seperti anda, kira-kira akan menjawab bagaimana ya?

Jangan ikuti HAWA (nafsu) !!!

Kali ini saya ingin menulis tentang kisah Adam dan Hawa dari sudut pandang yang saya pahami. Jadi Tulisan ini hanya subjektif dari sudut pandang saya yang kebetulan telah di cekokin ajaran mistik dari berbagai agama.

Sebagaimana kita ketahui bersama kalo kisah adam dan hawa ini ada di 3 agama besar yakni yahudi, kristen, dan islam. Di mana kisahnya secara literal merupakan dongeng penciptaan manusia, dan kemudian tentang mengapa manusia itu akhirnya terdampar di bumi yang penuh derita ini *sigh*. Terus terang saja saya kadang pengen memaki Adam kenapa sih dia tergoda ama Hawa, sehingga harus meninggalkan surga yang dalam bayanganku sih tempat yang paling enak. Gimana nggak enak jika kita bebas mengumbar nafsu tanpa takut akan dosa (ini surga versi katanya loh ya).

Tapi itu dulu, ketika saya memahami kisah Adam dan Hawa hanya literal, sekarang setelah saya punya pemahaman lain sepertinya tidak perlu menyalahkan yang di luar diri , apalagi Adam yang entah siapa dan kapan hidupnya itu.

Adapun Kisah yang saya pahamin dari kisah Adam dan Hawa adalah sebagai berikut:

Adam adalah yang di sebut dalam agama sebagai tiupan roh dari Allah, citra Tuhan, dll lagi sebutan yang berbau Tuhan. Jadi adam itu adalah sisi keilahian dari manusia.
Hawa adalah nafsu yang tentu saja telah kita maklumi bersama sebagai sebab utama yang menyebabkan manusia mempunyai kehidupan yang sulit, atau bisa juga di sebut sebagai jauh dari surga.

Jadi dari pengertian adam dan hawa di atas, mari kita tinjau kisah penciptaan manusia, tampaknya ketika hanya adam aja yang ada maka hidup manusia menjadi monoton seperti malaikat, tidak bisa bersenda gurau, maka pada akhirnya hawa diciptakan sebagai temannya adam. Nah di saat terciptanya hawa ini sebagai temen adam, maka lahirlah yang so called dualitas itu. Di mana jika ada terang ada gelap, ada baik ada buruk, dsb. Maka di mulailah kehidupan manusia seperti yang kita alami sekarang ini.

Dan mengenai kisah adam di goda hawa sehingga di usir dari sorga, hingga jatuh ke dunia (akhirnya mencicipi neraka). Dapat di artikan sebagai sifat ilahi manusia (sang adam) tergoda untuk menuruti nafsu (sang hawa), dan tebak saja apa yang terjadi ketika manusia menjadikan nafsu sebagai tuannya. Suatu penderitaan yang tak berujung, yang bahasa kerennya kita sebut neraka jahanam.

Dari kisah adam dan hawa itu, dapat di tarik hikmah bahwa sifat keilahian dan nafsu itu sudah built in dalam diri manusia, dan itulah yang menyebabkan kita menjadi manusia.

Nah sekarang masalahnya bagaimanakah hubungan antara adam dan hawa ini agar kita bisa menikmati yang namanya surga dan jauh dari neraka? Agar kita dapat senantiasa menikmati surga dan terhindar dari neraka adalah dengan menempatkan adam sebagai pemimpin bagi hawa (sepertinya mirip kisah mengapa pria harus memimpin perempuan – yg sayangnya sering diartikan secara literal )

jadi sifat keilahian manusialah yang mengarahkan nafsu kita. Seperti kisah krisna (ilahi) yang mengekang kuda perang (nafsu) sang arjuna (manusia).

Oh iya, satu lagi jangan salahkan adam jika kamu menderita di dunia ini.

UNTUK PARA WANITA : emansipasi wanita jangan dijadikan alasan untuk memperbudak pria, sekalipun (mungkin) suami,ayah, maupun kekasih kalian belum bisa penuhi ekspetasi kalian. Tetap hormati mereka dan jangan pernah merendahkannya seperti apapun alasannya.

UNTUK PARA PRIA : jangan terus berpangku tangan, dan membiarkan wanitamu mengupayakan kebahagiaan, kalian diciptakan sebagai pemimpin. Jangan lembek, jangan juga terlalu nurut, tapi jangan juga semenah menah terhadap wanita.

Kebahagiaan dimulai dari sebuah pertempuran sengit antara ego dan nurani, mari gunakan separuh otak Sepenuh hati. Otak dipakai untuk kesenjangan hidup, hati digerakkan untuk kenyamanan hidup.

Jiwaku Menasehatiku (senja kelana)

Njaaaaaa, keluar lu bangsat !!!

“Apa kenapa lu teriak-teriak ? Sudah dapat berapa kilo recehan mbolang seharian..”

Stop ikutin gw njaa,pliss…!!! Biarkan gw jalani kehidupan gw seperti kata pikiran gw.

“Lu lupa, kita satu tubuh tolol !! Apa jadinya kalau gw benar-benar lepas lu sendiri, bukanya makin maju bisa malah bunuh diri lu. Gw akan tetap ada untuk penguatan lu, setelah bidadari laknat yang lu anggap sempurnah tu campakan lu yang no power !!! Sadar lu selama ini bisa bertahan karena siapa, lu kecewa ama kehidupanlu ? Sampai-sampai semua passion lu di obral murah demi mewujudkan mimpi lu yang selamanya akan tetap jadi mimpi, bego.”

Huuuuft (helaaaa nafass panjang), gw nyerah nja.

“Telat !! Harusnya bukan sekarang tapi dari beberapa bulan yang lalu, gw sudah ingatkan lu berkali kali, hidup itu pilihan, lu pilih dunia silahkan bekukan hati, pemberontak tak berhati bukan berarti tumpul nurani tapi lu juga harus mikir untuk kehidupanlu, berapa kali gw ingatkan lu, dia gak cukup berharga untuk lu tangisi, gak cukup baik juga untuk lu ikutin. cuih..lembek !!”

Dia dulu gak begini nja, ini ada yang gak beres. Gw yakin itu.

“Oh ya, bisa aja begitu. Dia dulu belum melek tentang dunia. Belum bosan untuk jerat jerit bergelut sampai keringetan, sekarang kenyataanya beda. Dia sudah melek, dia sudah bosan !! Sudah tinggalkan. Sekalipun hatilu sudah tak berbentuk sekarang karena rasa sakit hatilu akibat kelakuannya, biarkan saja. Biar Tuhan yang balas, kan begitu menurut lu. Tuhan bisa apa aja. Maha !!”

Janganlah, gw ga serius mengutuk dia dan memohon ama tuhan untuk balas sakit hati gw, karena gw yakin hukuman Tuhan lebih berat daripada hukuman manusia. Gw masih sayang sama dia.

“Oke, gw bisa paham kondisi lu saat ini. Ngerti banget !! Lu merasa sakit, karna dulu selagi susah bareng lu, sekarang semua sudah terang dia mau bahagia sama yang lain. Kalau lu ga tega tuhan yang memberi kutuk, berarti cukup kita aja sebagai manusia yang memberinya shock terapi. Sekalian pelajaran berharga untuk dia biar gak semenah menah main hati”

Gak gak gak…itu ide buruk !!! Sesat !!!

“Kalau lu gak bisa biar gw yang gerak, lu diam terima beres. Gw sudah eneg liat palsunya dunia, mungkin sudah saatnya gerak lagi telanjangi pikiran mereka yang searah. Biar bisa rasain indahnya perbedaan. Bahwasanya hal yang seragam itu memang membosankan.”

Stop..nja..lu gak bisa paksa gw. Benar kita satu tubuh tapi tubuh gw sepenuhnya bergerak karna perintah otak gw. Sudah biarkan saja begitu, gak perlu mengutuk, gak perlu juga menghukum. Hidup damai aja, cukup hati gw aja yang tersakiti. Gak perlu diperluas lagi.

“Analoginya begini, lu tau telapak kaki kuda perang lu luka, bukanya lu obati tapi malah menambah tebal tapal kudanya agar tetap bisa jalan di medan perang. Coba bayangkan seberapa kuat tapal kuda yang lu pasangkan tanpa obati luka di telapak kaki nya ? Yang ada lu secara gak langsung turut sumbangsih dosa dengan terbunuhnya kuda lu di medan perang karna lu terus menutupi borok di kakinya dengan tapal bukan mengobatinya dan melepas semua tapal hingga sembuh. Sepintar apapun kita menutup borok seseorang, pasti akan ada saatnya boroknya makin menganga. Dan jika itu benar terjadi, lu akan lebih jauh menyesal. Karna bidadari laknat lu tersesat dan terluka semakin jauh. Akibat lu selalu nutupin boroknya, bukan mengobatinya. (Semua orang bisa ber-alibi pasangan kita selanjutnya jelas lebih baik dari sebelumnya. Iyaa memang, karna di selanjutnya gak akan pernah ada sebelumnya) gampangnya begini, lu rubah bareng-bareng ke arah yang lebih baik atau lu hancur bareng-bareng baru mulai dari nol lagi. Hukum matematika bro (- x – = + ) dan sebaliknya.”

Serah lu lah nja, Gw ngantuk. Besok kerja pagi. Perdebatan kali ini lu menang. Thx.

“Okay”

Mendadak ingin (melacur) bersama penguasa

Dari berbagai kegiatan dunia nyata maupun maya yang sempat terekam dalam memory otak saya yang menarik adalah sebuah tawaran yang datang tiba-tiba beberapa hari yang lalu dari jurnalis harian tempo, entah real atau hanya ingin sekedar mengenal saya lebih jauh. Whynotlahyah..

“Senja, mau gabung ama redaksi kita gak ? Aku liat beberapa artikel blog kamu isinya cukup menarik”

Gabung ? Redaksi ? Jurnalis dan tetebengeknya ya. Income-nya ?

“Bikin aja kontennya dulu, yang lagi hangat diperbincangin saat ini. Misalnya kayak suporter bola yang mati kemarin atau persiapan pilpres yang lagi memanas saat-saat ini, hehehe. Nanti blogmu juga akan dirubah domainnya menjadi yang berbayar jadi kamu bisa lebih mengeksplorenya. Urusan benefit nanti dibicarakan di kantor”

Ehm, gitu ya. Aku pikirkan lagi deh entar.

“Okey, ditunggu kabarnya ya”

Tut.tut.tut….sambungan terputus

Ada beberapa hal yang jadi pertimbangan buat saya untuk memutuskan (melacur) bersama penguasa adalah sesuatu yang tertulis ini dibaca oleh manusia se-antero negeri loh. Apalagi kalau domainya sudah di update. Sedangkan konten-konten yang sering saya angkat lebih banyak ke sosial dan semaugue. Kira-kira pantaskah saya membuat konten bertema politik ? Bukan dapat duit entar malah jadi trending topik bulying karena kontennya melanggar kode etik. Ya, sekalipun otak saya masih sangat bisa dipakai untuk sekedar rasional. Tapi apa iyaa senja kelana yang nyinyir realistis jadi kalem dan menghamba ama mainstream. Hahaaa, ini sungguh sangat menggelikan buat saya.

#tidak terima komentar melalui email ataupun WA dan jejaring sosial saya yang lainya, pure di blog ini aja. Sekalipun mungkin nanti akan terjaring aksismet karena kata-katanya seronok, tetap akan saya bebaskan (jika memang masih pantas dipublikasikan) hahaaa..

^_____^

Hidup adalah…

Penjabaran yang selalu di ulang dalam kisah manusia. Berbagai macam konotasi yang dibuat se-eksplisit mungkin untuk sekedar menjadi benar tentang hakikatnya kehidupan itu sendiri.

Apakah perjuangan ?
Mungkinkah kemenangan yang tertunda ?
Ataukah kekalahan yang tertunda ?

Mari kita jabarkan satu persatu tentang penganalogian tentang hidup menurut beberapa type manusia di liat dari sudut pandangnya.

Pertama : hidup adalah perjuangan, ini benar ! Memang manusia hendaknya tetap selalu berjuang entah jadi budak ataupun bos budak. Type manusia ini tergolong dalam manusia yang sering lupa diri karna terlalu fokus dengan perjuanganya hingga melupakan lingkungan sekitar yang turut membesarkanya. Mayoritas di anut oleh para buruh, karyawan, dan budak instansi pemerintahan. Sembah sendiko tuan heyang agung pemberi titah.

Kedua : hidup adalah kemenangan yang tertunda, inipun juga bisa jadi benar ! Flashback sedikit di era penjajahan negeri ini dari dulu sebelum revormasi hingga saat ini masih saja berharap untuk menang melawan penjajah, penjajah moral, penjajah kemanusiaan. Terlihat dari moral bangsa yang kian rusak, harga diri terjual murah demi satu kata yaitu kemenangan. Golongan ini termasuk para pengusaha dadakan dengan modal pas-pasan , pejabat korup yang megharap fee dari kongsi iblis, pendakwa amplop yang suka jerat jerit jualan agama. Persetan dengan nasib personal yang berhasil dicuci otaknya, apalagi nasib orang senegara persetan banget. Asal pundi-pundi rekening bisa gembul.

Ketiga : hidup adalah kekalahan yang tertunda, ini bukan salah tapi benar ! Kemenangan macam apa yang tidak akan berakhir dengan kekalahan ? Maka dari itu sebelum kekalahan benar-benar datang akan lebih bermanfaat jika hidup kita terus bergerak untuk menunda kekalahan tiba. Golongan orang-orang ini termasuk para naif yang terpedaya oleh idealismenya sendiri yang sudah muak dengan keplastikan dunia serta kemenye-menyeanya. Faham ini biasanya dianut oleh seniman, penulis, pemiskin, sejarawan dan guru-guru spiritual yang lebih mementingkan ketentraman jiwa daripada bingar dunia.

#kalau lu menganut dan termasuk golongan orang yang mana nja ? Komen mulu..

Hahaaaa, gw ini multimind !! Bisa jadi apa aja, tergantung lawan interaksinya. Jika mereka pejabat dan budak instansi gw pake yang akhir, hidup hanyalah menundah kekalahan. Biar balance aja ada reminder buat mereka. Tapi kalau lawan interaksinya kaum naif ya jelas gw pake yg ke dua atau pertama untuk terus bisa memotifasi semangat hidup mereka.

Sebenarnya semua pehaman di atas adalah benar, jelas bukan salah ! Jika ada yang menyalahkan lalu hidup untuk apa ? Apa sekedar untuk beranak pinak layaknya kelinci lalu mampus. Tanpa mempunyai fondasi keyakinan yang kuat. Selama keyakinan lu akan arti hidup gak merugikan orang lain ya tetap lakukan saja. Tapi kalau sudah kelewat batas ya harus segera berbenah. Sebelum tuhan intervensi dan memberi kutuk pada umatnya.

Selamat merayakan akhir pekan, semoga tercerahkan.

Tuhan sedang iseng di NTB ?

Hallo, gimana kabar sodara di lombok dskt ? Apapun alasanya kalian harus tetap bergerak ya.. Satu gerakan positif bisa mengubah hidup kalian, mengubah dunia (mungkin, bisa aja) yang penting yakin !

Saya terbangun untuk menggerakan jemari saya membahas bencana yang kerap terjadi akhir” ini di lombok. Seperti biasa, masih dengan pola pikir saya yang subyektif BENAR !!

Kira-kira siapa yang patut disalahkan ? Tuhan yang sedang iseng menguji umatnya ? Atau memang gerak manusianya yang salah ?

Silahkan jawab pakai nalar kalian sebagai pembaca yang objektif, memeta-metakan hukum fisika, atau membarbarkan hukum alam tak jadi soal bagi saya. Yang terpenting indonesia tetap bersatu jangan terpecah bela. Satu kekuatan dan satu semangat bisa memperkuat fundamental bangsa!!

Saya bantu jawab untuk pertanyaan di atas ya, suka gak suka, muak ataupun setuju ini pure pemikiran saya. Bukan di buat-buat ataupun diracuni karna saya bukan blogger bayaran instansi yang rela membayar,pun bukan jubir politik yang sedang memanas dalam beberapa pekan lalu..heheee…

Pertama : apakah tuhan sedang iseng di NTB, lalu memberi ujjan berupa gempa ? Jelas bukan !!! Kurang ajar banget kalian, bawa-bawa tuhan untuk urusan duniawi begini. Biarkan tuhan tetap ada di hati terdalam manusia. Tuhan cukup ada disaat kita bahagia dan disaat kita dilema bukan saat kita sedang tertimpa musibah. Sudah benarkah langkah yang terambil, Sudah benarkah jerat jerit kita meneriaki Tuhan yang maha mendengar tentang semua harapan kita. Jika salah mari rubah perlahan, yakini jika memang benar adanya Tuhan itu memang MAHA. Jadi mulai sekarang segera rubah sikap, bahwa gerakan seporadis memuja Tuhan itu tidak baik !! cukup dalam hati saja, insyaallah berkah. Oke..

Kedua : apa gerak manusianya yang salah ? Bisa jadi !! Terakhir ke lombok 2 tahun yang lalu. Dan memang kemajuanya sungguh luar biasa pesat di banding 10 tahun yang lalu. Jalanan sdh pada lebar, penerangan jalan bagus, gedung-gedung pencakar langit mentereng serta tata kota juga bisa dikatakan mainstream. Tapi justru disitu saya prihatin sebenarnya, karna keasrianya sudah terjamah tangan-tangan serakah pengembang sialan. Memang benar hidup harus semakin maju, tp bukan berarti merusak alam kan. Oke, mungkin mereka (pengembang) berasumsi kemajuan kota itu bagus karna bisa meningkatkan taraf hidup rakyatnya. Otonomi daerah di jadikan kamiflasenya, tapi apa mereka mikir panjangnya ? Lombok ini kan tanahnya gerak, kira-kira di tancepin paku beton sekian ton beratnya dan sekian meter panjangnya dengan jumlah bisa mencapai puluhan titik untuk sebuah gedung, dan bisa jadi ratusan bahkan ribuan untuk beberapa gedung. Kuat gak tanahnya nahan ? Belum lagi faktor efek rumah kaca yang menipiskan ozon buminya, hutan-hutan digundulin untuk peradaban baru. Mikir gak, bahwa akar-akar dari pohon itu juga menguatkan struktur tanah pada dasarnya. “Lu komen mulu gak ada solusinya, njaa” hehee..

Begini, maksud saya. Okelah hidup memang harus tetap maju, tapi ya harus tetap dipikirkan dampak terburuknya, dengan kita merombak tatanan alam ini merusak gak ? Kalau misal ternyata merusak ya harus ada side plan-nya. Misalnya nih, macam di jepang. Mereka tau benar kalau struktur tanah mereka gerak, makanya rumah-rumah di jepang lebih banyak terbuat dari kayu bukan beton, sekalipun beton, pondasinya flexybel jadi ketika gempa, struktur betonya tidak pecah melainkan mengikuti gerakan tanahnya (selama gempa tidak besar). Jadi menurut saya, jalan satu-satunya untuk menyelamatkan bumi indonesia pada umumnya, lombok pada khususnya ya STOP pembangunan, maksudnya stop buka stuck loh ya. Dipikirkan lagi konsep yang tepat, lombok ini kan termasuk daerah pariwisata, mungkin bisa di kembangkan dengan cara yang lebih sederhana. Ex : membuat seluruh bangunan dari kayu, membuatnya pun gak perlu sampai menggunduli hutan untuk mengambil kayunya. Cukup kita eksport dari daerah tetangga lalu di pakai semaksimal mungkin, gak perlu kuat-kuat.. 2 – 3 th hancur gak jadi soal, toh anggaran daerah kan tiap tahun juga pasti ada untuk pembangunan. Karna kalau harus kuat jadi harus pakai kayu jati donk, dan itu kan jahat juga. Karna umur pohon jati ini berpuluh puluh tahun baru bisa di panen. Ini contoh sederhana aja sih, pengaplikasian sesungguhnya gak sesimpel ini. jika pingin detailnya mungkin kita bisa bekerjasama kedepanya (PR pemda setempat).. Heheee..

Intinya begini, selagi kita sebagai manusia bisa menjaga alam, pastinya alam juga akan menjaga kita dan sebaliknya. Begitupun manusia, selama manusia bisa menghargai dan saling menjaga sesama manusia, insyaallah dunia aman tak kan ada lagi perang sodara ataupun perang moral.

Damailah…

Oh ya, untuk teman-teman di lombok, tetap sabar ya.. Jangan lupa terus berdoa dan terus begerak. Doa dan gerak yang tulus akan menuai hasil yang bagus, Insyaallah..