Ilusi Mata

Apa yg terlihat mata bisa jadi terbawa hingga perasaan, terutama bagi sebagian manusia yg kurang becandaan seperti halnya saya. Baper istilah gaulnya mungkin, entahlah. Sudah sejak lama saya menjauh dari badut-badut peradaban. Yang membuat saya semakin absurd dan serasa berjalan ditempat hingga tak sadar sudah jauh tertinggal.

Ya sudahlah, lupakan semuanya. Ambil kemudi putar kembali. Terlalu banyak sandiwara di semesta ini seolah hidup memang hakiki utk itu. Dan saya memilih utk mengikutinya, sekalipun bertentangan dengan nurani akan saya coba. Satu dua manusia gila yg selalu menentang mainstream namun gagal, dan saya memilih utk tetap waras saat ini. Sebelum akhirnya benar-benar gila dan akan semakin jauh tertinggal (mungkin).

“Whtfr !!!”
(kata seorang teman yg selalu mengingatkan saya bahwa langkah saya selama ini hanya akan sia”, sedangkan waktu berjalan sangat cepat, mau terus melawan paradigma lama dan mengubahnya dgn ideologi baru, jangan bermimpi, kita hanya satu, melawan ribuan pemikiran yg seragam. Kita tak cukup pintar utk itu, jiwa kita mungkin menolak tp tubuh tetap bergerak utk mengikutinya. Lepaskan semua beban itu kawan, mari ikuti dunia seperti sewajarnya dan seharusnya panggung sandiwara kehidupan.)

Nonsense !!!
I don’t believe all this.

Note : Pergulatan batin manusia saat dihadapkan dalam sebuah persimpangan, melupakan bukan berarti terhenti selamanya. Hanya saja perlu sedikit ruang utk penyegaran sebelum kembali lagi sebagai pembeda dalam keseragaman yg membosankan.

Just, Do It.

image

Interpretasi uang bermacam-macam, mulai dari urusan perut hingga nama besar semua perlu uang. Tapi jangan juga sampai dibutakan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan uang,dengan cara-cara sinetron yang tidak masuk akal. Dan melupakan kodrat semestinya uang yang hanya sebagai ; Alat Tukar.

Uang bisa membeli popularitas, tapi tidak dengan harga diri. Dibutuhkan hari untuk berempati agar memiliki harga diri. Uang bisa membeli nikmat duniawi, tapi tidak beserta isinya. Yang mereka nikmati hanya cover kosong tak berisi. Dibutuhkan ketulusan hati untuk mendapatkan nikmat yang sejati.

Uang bisa merubah segalanya, bukan brarti uang adalah segalanya. Pikiranku selalu menolak ketika dihadapkan dengan sesuatu yang bersifat inrasional (memaksakan sesuatu di luar kemampuan diri), semacam penentangan terhadap kelompok / komunitas / golongan tertentu yang selalu ingin tampil selangkah lebih maju dari kelompok / golongan lainya.

Bersikap yang wajar, sewajarnya saja, bijaksanalah dalam memakai uang. Sekalipun harus individual & mematahkan prasangka hedonisme suatu golongan yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk kemakmuran hidup para hypster yang sudah kenyang dengan cemohan hina karna sifat & sikapnya yang skeptis dengan lingkungan sekitar hidupnya.

Why Not, aku bukan dia, kita bukan mereka. Bukan kebanyakan yang berhala-kan uang, bukan mayor yang takut dengan minor, pun bukan babu penguasa yang rakus. Aku, Kita & para hyspter yang lainya hanya perlu ruang untuk bergerak. Menerobos batas, merobohkan prasangka.

Sudut Kota

image

Habis sudah masa dimana keterjagaan saya ketika dulu, dulu sekali beberapa tahun silam yang selalu berani terhadap pekat malam yang penuh misteri. Netral namun penuh tanda tanya. Seperti halnya dirinya yang selalu membuatku menunggu dan terus menunggu. Dan tak jarang menimbulkan tanya yang sangat sulit untuk dijelaskan dengan kata. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk keluar mencari angin segar yang menyejukkan.

Seperti saat ini semua seakan kembali, romansa yang sempat terjadi seperti kala itu. Bermodal bensin dan secuter matic saya menghabiskan malam susuri jalan-jalan ibu kota propinsi yang memang jelas tanpa jeda ritme yang terhenti. Kehidupan selalu ada disini seolah meminta untuk terus dikaji. Dan dikaji.

Berharap temukan dia yang terdiam dalam tanya yang belum sempat dipertanyakan. Dalam waktu yang terbatas. Dan dalam langkah yang bergerak. Satu cerita di minggu dini hari ini memaksa mata tetap terjaga sebelum menjalankan rencana pagi, memanfaatkan moment car freeday yang memang sudah lama tak ternikmati.

Satu nama berarti, diam dan tak bernyanyi. Pelengkap narasi kali ini.

Dia.

Terhalang Waktu

image

Beberapa saat yang lalu, aku terjaga menunggumu. Hingga pada akhirnya pun tetap tak kunjung. Apa yang salah dengan pemikiranku yang terlalu terbawa suasana hatiku ? Seolah kita memang sudah pasti akan terus bersama. Jelas tidak. Waktu yang semu tak memungkinkan kita untuk terus bersama. Aku tak tahu, kau pun juga pasti tak tahu. Apa ukuran waktu yang pantas untuk kita agar tetap bersama, detik, menit, jam, hari, minggu, tahun atau apa, biarkan saja begitu.

Selama ke tak tahuan itu aku selalu ingin menjagamu, menjaga senyumu agar tetap merekah selalu. Karna itu satu-satu nya alasan untukku bertahan dalam memori ingatanmu, karna kau cukup berharga untuk ku. Sebelum nantinya kau akan menemukan bahagiamu sendiri yang memang sudah pantas untuk kau dapatkan.

Dan aku akan pergi dan kau pun akan melupakanku dan hanya akan menjadi cerita dalam masa yang sering aku menyebutnya sebagai kenangan indah masaitu. Ruang kendali untuk evaluasi diri yang sering jadi pertimbangan diriku sendiri untuk sekedar mengambil keputusan ketika langkah terhenti dalam moment yang seakan dejavu.

Apapun itu namamu, aku senang bisa mengenalmu, bahagiamu segalanya untuk ku.

Jagoan Ku

image

Gak tau kenapa setiap lihat anak kecil bawaanya senang, apalagi ini ponakan sendiri. Baru tau kalau sekarang sudah bisa tengkurap. Hihihiii.

Semacam pengharapan tinggi agar berguna untuk orang tuanya kelak, untuk semua keluarganya yang menyayangi dia, untuk bangsa & negaranya. (Yang terakhir mungkin terlihat konyol, tapi apa sih yang mustahil di semesta ini) “konon katanya orang-orang yang takut bermimpi adalah orang yang tidak beriman & tidak percaya tuhan”. Aku sih percaya tuhan. ^ ^

Cepat besar jagoan, cepat pintar, cepat menjadi berguna jangan terlambat.
Kiss. Kiss.  :* :* :*

Sisa Terang

image

Sebelum padam, biarkan pikiran berputar. Mencari pembenaran tentang keindahan gelap yang ditawarkan iblis-iblis sexy bahwa tuhan memang maha pengampun.

Lu iblis atau malaikat ?

Kenapa catut nama tuhan untuk sekedar nyenengin lempeng lu.!!!
Gak konsisten banget.!!!

(Dijawab serempak oleh paduan koorr, “MANUSIA”)

Oh, itu. Makhluk setenga dewa separuh setan. Okelah. Silakan Berlaga.

Horor

image

Manusia memuja manusia. Sehebat itukah para borjuis di negeri ini, hingga rela untuk merendahkan dirinya sendiri. Bukanya kita terlahir dengan derajat yang sama ya di hadapan tuhan, atau kita memang lagi di kutuk menjadi anteg-anteg vandalis sampai kiamat ? Atau mungkin takdir ?

Kita tuan rumahnya, ini tanah kita.  Kenapa memuja dollar ? He…kenapa..!!!

Jangan Bungkam tolol !!!

(Bali, ketika senja)