Sudut Kota

image

Habis sudah masa dimana keterjagaan saya ketika dulu, dulu sekali beberapa tahun silam yang selalu berani terhadap pekat malam yang penuh misteri. Netral namun penuh tanda tanya. Seperti halnya dirinya yang selalu membuatku menunggu dan terus menunggu. Dan tak jarang menimbulkan tanya yang sangat sulit untuk dijelaskan dengan kata. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk keluar mencari angin segar yang menyejukkan.

Seperti saat ini semua seakan kembali, romansa yang sempat terjadi seperti kala itu. Bermodal bensin dan secuter matic saya menghabiskan malam susuri jalan-jalan ibu kota propinsi yang memang jelas tanpa jeda ritme yang terhenti. Kehidupan selalu ada disini seolah meminta untuk terus dikaji. Dan dikaji.

Berharap temukan dia yang terdiam dalam tanya yang belum sempat dipertanyakan. Dalam waktu yang terbatas. Dan dalam langkah yang bergerak. Satu cerita di minggu dini hari ini memaksa mata tetap terjaga sebelum menjalankan rencana pagi, memanfaatkan moment car freeday yang memang sudah lama tak ternikmati.

Satu nama berarti, diam dan tak bernyanyi. Pelengkap narasi kali ini.

Dia.

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s