Dirgahayu ke – 723 tanah kelahiran “SURABAYA”

image

Prolog :
Tadinya mau bikin artikel yang anti-mainstream. Keren ya kedengaranya, hehee. (Atau malah alay  ^ ^) Tapi entah mengapa mood baik tak kunjung tiba. Mungkin karna saya terlalu memaksakan untuk “tidak” menghisap rokok terlalu banyak saat ini, karna sebelum ini “Racun nikotin itulah yang seakan membawa mood cepat balik” *apasih*  krik..krikk  “______”

Yasudah, lupakan. Saya coba bikin yang biasa-biasa saja, standart, yang mungkin bisa sedikit berkesan di hati pembaca pada umumnya & arek-arek suroboyo pada khususnya. *loh*  eh.
^o^

Seharian disibukan dengan macet dan hujan, hingga mau singgah di beberapa spot yang mencitrakan surabaya pun gagal, untuk ambil moment pun tak sempat karna terhalang cuaca yang kurang bersahabat. Suedih 😦

Tapi saya coba kembali menengada, ambil nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan. Sambil pejamkan mata merasakan sejuknya angin surabaya ketika malam, karna kalau siang jangan ditanya. (Surabaya sudah pengar asap dan kerontang keringnya karna letak geografisnya yang berada di timur indonesia, jadi jangan heran ya). Dan karna ketenangan saya menghadapi mood yang buruk, namun ingin memberi apresiasi untuk tanah kelahiran serta dibantu sedikit dorongan doa kepada yang maha kuasa. Saya bertekad terus menggerakan jari saya pada laptop buluk yang memang sudah uzur tapi masih sangat disayang. πŸ™‚

Bosan ? Segera ingin pergi ? Terlalu panjang prolognya ? Hihihiii.

Masa segitu aja sudah nyerah rek, ayolah 😦

Ojo ngisin-ngisini arek suroboyo lah, suroboyo nang ndi-ndi di hormati, nang ndi-ndi disegani. Lah aku dewe sing gae tulisan iki, sing aseli arek suroboyo kate mbok tinggal minggat. Nang ndi solidaritasmu ? Nang ndi roso sing biyen jaremu rawe-rawe rantas malang-malang putung ? Nang ndi cok ? Ojo meneng ae loh yoh. Daripada tak gae rame loh iki, ojo garai emosi loh. Podo pegele rek, podo berjuang gae golek mangane ojo eker-ekeran. Iki suroboyo, lek koen-koen podo gak iso toleransi ngalio teko suroboyo. Suroboyo gak butuh mental-mental tempe cok !!! (Jangan malu-maluin anak surabaya lah, surabaya dimana-mana di hormati, dimana-mana disegani. Kenapa aku yang nulis ini, aku asli orang surabaya malah kamu abaikan ? Dimana rasa kesetiakawananya ? Dimana dulu yang katanya, apa yang menghalangi kita mari bersama kita singkirkan ? Dimana “cok” (sapaan akrab warga surabaya) ? Jangan diam aja, daripada aku bikin ribut loh ini. Jangan buat emosi. Sama capeknya, sama berjuangnya untuk cari makan jangan ribut. Jika kalian tidak bisa toleransi silakan pergi dari surabaya, surabaya gak perlu mental-mental pecundang cok)

Ok, saya lanjutkan ya. Damai. Sudah mau masuk isi dari narasi, silakan duduk kembali dan nikmati kopinya. Eerrrr…^______^

image

Surabaya adalah kota pahlawan, disini banyak tumpah darah arek-arek suroboyo yang gugur memperebutkan kemerdekaan negeri, dan di tanah ini pula Bapak Proklamator Kita Ir.Soekarno sekaligus Saya sebagai penulis dilahirkan. Tanpa mengurangi rasa hormat pada tanah kelahiran, saya ucapkan dirgahayu surabaya yang ke 723. Tanpa surabaya indonesia bukan apa-apa, bingung ? Baca  sejarah. Dan tanpa surabaya tak akan pernah ada kemerdekaan. Stending eplouss untuk surabayaku tercinta, surabayaku terdamai, dan surabayaku terhebat. Maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa, terutama warga surabaya jangan pernah mengingkari sejarah. Bahwa memang perjuangan itu daridulu sudah berat, ini bisa terlihat dalam objek-objek dalam beberapa museum di surabaya. Salah satu-nya museum 10 november yang letaknya di tugu pahlawan surabaya. Yang sempat saya kunjungi beberapa minggu lalu.

image

image

Untuk sesuatu yang berharga pahamilah mulai dari yang terdasar. Yuk, mulai sekarang sempatkan diri kalian kunjungi tempat-tempat bersejarah di negeri ini.

image

Harapan dan Doa untuk Surabaya

* Semoga tetap damai, bangun kembali citra baik arek-arek surabaya yang buruk karna beberapa oknum bonek yang anarki di beberapa tempat. Arek surabaya asli gak mungkin menyakiti. Mereka keras namun tulus dan saling mengasihi, “wis rek, ojo tukaran maneh yo” (sudah kawan, jangan bertengkar lagi)

* Tetap bersatu dan semakin maju, akhir-akhir ini banyak masukan yang saya terima bahwa orang-orang surabaya sendiri yang saling sikut dalam dunia kerja, jangan begitu, kita ini satu tanah kelahiran, satu bangsa tak perlu menjatuhkan untuk meninggihkan mutu. Rezeki, jodoh, maut, sudah ada yang ngatur harus pandai mawas diri teman. Agar tidak timbul penyesalan hanya karna sekedar kecemburuan sosial.

* Selalu menjadi teladan untuk metropolis dan kota-kota lainya, pembuktian bahwa surabaya memang bisa bersaing di kanca internasional. Ini terbukti karna ketangguhan walikota kita “ Ir. Tri Rismaharini, M.T. ” (semoga keinginan partai untuk ibu risma pindah ke DKI batal, jangan pindah ya bu, kami masih perlu pembenahan 😦 ) karna beliau kemajuan kota ini bisa terlihat signifikan. Ex : dolly ditutup, dijadikan UKM yang sangat membantu rakyat kecil. Sungai-sungai bersih. Jalan-jalan protokol diperlebar sehingga macet bisa teruraikan,  Ruang-ruang hijau kembali dipugar dan diberdayakan, museum-museum disosialisasikan, anjungan dermaga di perlebar tracknya, dlsb. Masih banyak lagi jika saya jabarkan satu-satu semalam juga tak cukup. Seandainya tadi sikon memungkinkan saya bisa capture moment, tapi jangan kuatir. Entah kapan, suatu saat pasti akan saya lanjutkan apresiasi saya terhadap surabaya ini.

* Terakhir, sekaligus epilog narasi ini ; Dimanapun kalian berada nantinya, destinasi hidup yang telah kalian pilih bersama keluarga kecil kalian, jangan pernah melupakan surabaya. Disini kita pernah bersama, kepanasan bersama, kehujanan bersama, dalam sendau gurau menanti fajar ataupun dalam setiap renungan ketika senja.

Surabaya, 31 mei 16
Senja Kelana

Say Thanks to Ayumi

image

Seorang teman blogger yang menyenangkan, ceria, melow, manis, dan suka memasak ( yang terakhir saya ketahui setelah stalking blog dia ) heheee.

Saat beberapa jam lalu, sudah siap diperaduanya (genteng rumah, tempat saya nangkring malam-malam) lengkap dengan kopi dan tetebengeknya. Saya berbalas blog denganya, banyak pesan yang signifikan bagusnya tersaji disana. Sampai-sampai saya lupa kalau hari ini adalah dirgahayu kota kelahiran saya, SURABAYA. *wuaduh*

Padahal sudah ada lintasan pikiran di kepala saya untuk bikin artikel tentang surabaya. Namun batal gara-gara saya (mungkin terhanyut) dalam beberapa tulisan dia yang memang seakan terjadi pada diri saya, kala itu, masa dimana saya mengalami apa yang ada dalam pikiran dia, yang tercurah melalui beberapa tulisan dia.

Masih mudah, tapi pola pikirnya luas. Dan yang paling mengagumkan, saya tercantum dalam artikel pranala temanya *horeee* sorak sorai tapi gak sampe gegulingan sih. Karna saat itu saya lagi di genteng, untung bisa kontrol diri jadi gak sampai gelundung πŸ˜€

So, karna repotnya dia telah sudi mencantumkan blog saya di artikelnya sebagai pranala teman yang menginspirasi dia sebagai pembaca, maka pengunjung blog saya yang baru berumur 2 bulan ini jadi ramai pengunjung. Sekali lagi makasih ay ^ ^

image

Semoga Artikel dalam blog baru aku ini bisa tetap menginspirasi kamu, dia, mereka dan Semua yang sempat mampir disini.

Saya Ucapkan Terima Kasih.
(Maaf gak bisa kasih ping-back ay, lagi di luar dan login pake ponsel)

Story Of Mantan

image

Mantan itu jodoh orang yang sempat mampir dalam kisah kita, sempat di senangkan & sempat disayangi. Maksud hati semoga bisa langgeng sampai kakek nenek, tapi kehidupan berkata lain. Kita break selama waktu yang tak tersepakati. Hingga lupa untuk continue lagi. Yasudahlah, lupakan. Anggap bukan jodoh.

Mereka semua indah, baik juga menyenangkan. Hanya saja (mungkin) aku yang terlalu brengsek. Terlalu ribet dengan segala logika ku sendiri, yang menganggap mereka pantas mendapat lebih dari (sekedar) ini. “Padahal mungkin, soal hati kadang semua bisa di kompromiin”. Tapi aku selalu menilai mereka terlalu baik untuk diriku yang ini, bisa jadi karna aku terlalu pengecut untuk memulai berkomitmen kali ya (dulu, saat pikiran masih labil masih liar dan susah terkendali) sekarang jelas berbeda, sekarang sudah jauh lebih dewasa dan sehat. “Ah, pembelaan aja” hehee. Mulai dari putri manggali hingga hayati semuanya pernah mengisi kekosongan hari-hari yang penuh dengan dilematik. *aduh*

Aku mengerti, mereka tak pernah tau. Bahwa berkomitmen tak sesimpel itu, ai lope yu, yu lop mi. Kelar urusan. Bukan seperti itu, komitmen itu, harus bisa disepakati oleh semua belah pihak. Bibit bebet bobot perlu juga diperhitungkan. Biar gak jadi gunjingan setelah menjalankan biduk rumah tangga.

Hal-hal di atas, yang menyebutkan perbedaan kita bukan hanya dari satu aspek melainkan, banyak. Bisa materi, bisa kasta, bisa keyakinan, bisa juga ego masing-masing yang masih terlalu tinggi, dlsb. (Terutama aku, apa yang menurut nurani tak sejalan dengan pikiran aku selalu ragu untuk melangkah. Sekalipun itu mungkin untuk hal yang menyenangkan) karna apa yang tercipta dari pola pikiran tanpa memakai hati akan berakhir dengan sakit. Dan senang pikiran itu tidak akan bertahan lama. Karna pikiran manusia adalah fiksi, hanya sebuah ilusi, pikiran manusia masuk dalam kategori ego yang sering terpengaruh oleh kehidupan sekitar kita. Hati berbeda, dia lebih tulus dari pikiran. Karna hati menggerakan orang secara murni, di alam bawa sadar yang jauh lebih dari sekedar manusiawi. Dan akan bertahan hingga bersemi.

Kalimat mark bold terakhir adalah isi, sekaligus menjadi alasan kenapa “para” mantan (mungkin) sering menyebut aku sebagai lelaki brengsek (dulu), awal saat kita memutuskan untuk jalan sendiri-sendiri. Dan pikiran kita masih labil saat itu. Sekarang beda, mantan pada asik. Tak jarang jika kita bertemu pada kesempatan yang tidak tersengaja akan terlontar kalimat basi dari mereka “kamu dicariin mama loh, kapan main kerumah” sambil nyengir gak tau diri. ( Dalam hatiku bertanya, emang mama kamu peduli ? Dulu aja waktu aku singgah kesana cuma air putih suguhanya + tampang jutek yang senyumnya mahal  “____” ) astagfirllah.. Saya khilaf tuhan, maafin. Sudah ah, ngomongin yang lalu malah bikin nambah dosa aja.

Remind You
Oke, sekian dulu narasinya.
Pacaran yang positif, tapi jangan juga sampai (+) positif duluan sebelum ijab qabul terlaksana. penilaian masyarakat kita lebih kejam, daripada teguran tuhan yang maha pengampun

Selamat tidur, semoga mimpi mantan. Eh, salah. Semoga mimpi indah. ^ ^

Stay Humble in Public

image

Manusia adalah makhluk sosial, yang selalu membutuhkan manusia lainya untuk menjalankan ritme kehidupan. Hanya saja, di era sekarang banyak yang lupa tentang hakikat manusia yang sebenarnya sebagai makhluk sosial. (Ignorance is a bless) Era yang terlalu mendoktrin satu arah, dan itu bukan menjadi rahasia umum, tentang istilah-istilah dangkal yang membuat saya skeptis.

Misal ;
1. Bergaulah dengan orang-orang pintar maka kau akan kaya, (lalu yang bodoh dibiarin aja gitu ? Biar tetap bodoh dan terus miskin) diskriminasi namanya, memang benar hidup harus berbeda untuk menjaga dinamikanya, tapi jika gap-nya terlalu jauh itu gak masuk akal. Kan kasihan.

2. Talk less do more, sedikit bicara banyak bekerja. Istilah ini semacam perbudakan, kita tidak boleh berpikir (yang memang sedikit menyita waktu agar tidak menyesal dalam setiap keputusan yang diambil) dan harus selalu bekerja. Kita bekerja untuk siapa ? Untuk diri sendiri ? Untuk para kapitalis ? Atau untuk siapa. Kenapa bicara saja sampai dibatasi. Selama bicara itu membangun untuk lebih maju dimana salahnya.

3. Belum tua / Belum kaya kredibilitasnya diragukan. Generasi tua kita sisa-sisa ORBA (orde baru), apa yang bagus dari orba ? Dan kaya itu buta, mereka berbicara berdasarkan kenyamanan indera perasa mereka, gak mungkin sempat berempati.

Disclaimer !!!

Saya lebih suka memakai kebijakan saya sendiri “Stay Humble in Public” daripada kebijakan orang-orangan zaman bahula tersebut. Kebijakan 2 (dua) arah, bolak balik. Kebijakan yang bisa menyesuaikan kondisi dimana kaki kita dipijakan, kita bukan negara serikat yang seragam, Kita republik yang beragam. Lalu untuk apa perdebatkan sesuatu yang berbeda di bumi indonesia ini, selama gap-nya tidak terlalu jauh, selama masih bisa menghormati satu sama lain. Jangan merasa paling benar, paling suci, lalu bisa menghakimi.

Rangkul mereka yang (mungkin) salah kearah pembenaran dengan cara yang sederhana, berempati. Telanjangi pikiran mereka, dengan diskusi tuk temukan solusi. Hidup ini indah jika kita bisa meletakan diri kita sesuai hakikatnya sebagai makhluk sosial & sesuai dengan tempatnya. Kesampingkan pikiran tentang kaya, miskin, pintar, bodoh dlsb. Kita bukan malaikat yang sempurnah, pun bukan setan yang sesat. Kita manusia mahkluk sosial, sarat dengan khilaf dan dosa.

Note :
Jangan pernah dangkal terhadap sesuatu hal yang terjadi di semesta, karna kehidupan adalah misteri. Tak ada yang tau apa yang akan terjadi esok hari ataupun lusa nanti. Pandai-pandailah meletakan diri dimanapun kalian berada, membaur dengan sekitar namun jangan sampai terhanyut didalamnya. Setiap moment yang tercipta hanya permainan benak belaka. Tak ada kesedihan yang abadi, tak ada pula kebahagiaan yang kekal. Semua datang silih berganti. Sikapi dengan kepala dingin dan hati yang lapang, jadikan dirimu selalu berguna untuk semesta jagad raya.

Semoga bahagia selalu menyertai kalian, senyum adalah penetral segala suasana.

Smile πŸ™‚

Peri[H]

Wajahnya murung, pikirnya kalut
Nelangsa dalam pergulatan batin
Antara pergi dan tinggal,
Entahlah.

Dunia begitu kejam, merubah dogma menjadi murah, janji serapah terucap. Tertahan.
Dilema.

Terjebak dalam permainan benak, terjebak dalam keadaan. Manusia.

Aku, tahu. Sangat mengerti.
Namun langkahku keluh, lidahku kaku, berteriak tak mampu.
Diam, memaksa bukan jalan keluar.

Pukul mundur masalalu, tersudut menanti harap tatapan teduh itu, Semua bisu, Semua biasa berlalu.

Kali ini berbeda, Terasa lebih dalam. Entahlah. Dilema. Pecundang.

Siapkan diri, Ambil kendali, Tak mungkin aku terlepas, tanpa sesuatu yg pantas. Tahan. Diam.

Ini hidup, bukan cerita dongeng peri[H] tidur yg terbangun karna pangeran kelana.

3 Alasan Anda Harus Mulai nge-Blog.

image

Menurut saya dunia blogging sangat asik, karna selain domainya lebih luas connected lebih universal. Dalam dunia blogging sering kita berjumpa dengan orang-orang baru yang tak tersengaja. Ataupun mungkin dari pranala teman ke teman. Di banding akun-akun sosmed yang sekarang sudah menjamur, ex : path, instagram, facebook dlsb. Blog lebih manusiawi dan jujur apa adanya, kita bisa menulis atau memaparkan apapun disana, mau curahan isi hati yang mungkin sangat berarti jika harus dipendam sendiri, rasa emosi yang meledak-ledak sehingga lupa diri, ataupun sekedar berbagi ilmu tentang budaya, agama, bahkan berbagi tentang tata cara menyikapi polemik yang kerap terjadi dalam negeri. Semua bebas terekspose disana.

Maka dari itu saya akan memaparkan 3 alasan kenapa anda harus mulai ngeblog ;

1. BEBAS
Bebas bukan berarti kurang ajar, ataupun melanggar hukum & SARA. Bebas disini adalah bebas untuk berkreasi tanpa mikirin prestige, tanpa mikirin gengsi, tanpa mikirin golongan sendiri karna disini Unlimited, kita bisa berteman dengan siapa saja gak harus pintar, gak harus kaya, gak harus miskin cukup harus bisa saling menghargai sesama blogger agar terjalin silahturahmi yang baik. Jika waktu memungkinkan, kopdar dengan blogger-blogger itu lebih asik apalagi yang senior yang sudah wahid dalam bidang tulis menulis. Kalau di beberapa akun-akun sosmed kalian menjadi FAKE & Freak karna tuntutan beberapa teman disitu yang memang aduh sombong, aduh prestige, dan saling meninggihkan mutu diri dan kurang manusiawi serta tidak mendidik hingga terkesan dangkal. Disini tak perlu begitu, kalian akan menemui blogger-blogger hebat, yang berwawasan luas, yang tingkat kecerdasanya mungkin sedikit lebih menonjol daripada manusia lain.

2. Stretching Brain
Kelihatanya ringan ya, “menulis” sambil leyeh-leyeh tiduran atau duduk selonjoran sambil makan gorengan, minum es degan. Hehee. (Seperti yang saya lakukan sekarang ini) tapi saya menikmati. Entah kenapa, bagi saya apa yang tertulis adalah lebih jujur dan manusiawi karna otak kiri & kanan  manusia bisa bekerja secara bersamaan, satu sisi mikir konsep tulisan yang akan ditulis, sisi yang lainya mikir kosa kata yang akan dipakai. Dan kebanyakan penulis akan memakai kosa kata sastra yang terkenal indah dan bermakna luas yang sering orang-orang sebut keindahan kata-kata. Tapi menurut saya biasa saja, cuma memang sedikit mengolah otak untuk jenis tulisan yang begitu. Heheee. Dan itu bisa menjadi stertcing otak dikala waktu senggang kita daripada ngegosip / ngomongin keburukan orang lain yang sungguh tidak manusiawi. Membaca dan menulis alternatif tersehat untuk mengalihkan berbagai pikiran. Entah itu pikiran lagi senang ataupun lagi sedih, ketika kita merasa senang euforia yang berlebihan akan menyesatkan, begitupun sebaliknya jika kita mendalami kesedihan hingga mendramatisir sampai-sampai ingin bunuh diri mungkin. Audzubillah ya, itu sifat-sifat saiton nirojim. Jangan sampai kita terjeremus dalam pola pikir mainstream, yang kebanyakan melakukan pelarian-pelarian ke hal-hal yang kurang manusiawi dan kurang sehat. Ex : Narkoba, Mabok, Sexs, Rokok dlsb. Tapi yang terakhir itu masih saya lakukan sampai sekarang. Hihiii. Mungkin suatu saat juga pasti akan saya buang. Dan saya tinggalkan untuk selamanya. Semoga saja.

3. Diary Virtual
“Loh ?” Diary kan pribadi sifatnya. Kenapa ini di virtualkan yang bisa saja sewaktu waktu menjadi viral.

“Saya menjawab” ada beberapa pengalaman pribadi itu pantas kita bagi, siapa tahu ada pembaca yang lagi sepemikiran, ketika anda memberikan solusi dan berhasil, berarti anda sudah menyelamatkan kaum manusia dari problematika hidupnya. Dan itu tentu akan menambah benefit kita dalam berpikir dan menulis karna kita merasa berguna untuk orang lain selain dapat pahala juga kali ya dari tuhan. Heheheee. Amien, thanks GOD.

Itulah beberapa alasan menurut saya yang paling pantas di jadikan refrensi, kenapa anda harus memulai bikin blog sekarang. Sebenarnya masih banyak lagi tapi berhubung waktu tidak memungkinkan untuk berlama-lama dan juga secara kebetulan es degan yang beberapa menit lalu saya beli sudah habis saat ini. Hihii.

Note :
Selamat melanjutkan aktifitasnya, selamat mencoba hal baru yang bernilai positif, jangan takut berbeda, jika keseragaman itu salah dan mainstream lingkungan anda palsu, tidak mengikuti lantas menolak sesuatu yang basi bukan berarti munafik, hanya saja sudah terlalu dewasa untuk melalukan dan mengikutinya.

Wassallam ^ ^

Kedewasaan (Don’t Cry, Sorry)

image

Diam bukan berarti tak perduli, bukan juga ingin pergi untuk selamanya. Hanya saja aku ingin menguji seberapa dewasa diri kita masing-masing. Saat semua terasa tak biasa akankah bisa bertahan seperti biasa. Ternyata tidak, kamu memilih diam juga. Entah karna apa aku tak pernah tahu, yang bisa aku ambil dari sikap kamu adalah masih tersisah celah dihati kamu untuk seseorang yang mungkin sangat berarti untukmu. Tapi itu bukan menjadi masalah utama untukku, karna menggenggam pun tak mungkin ; langkahmu terlalu lebar untuk dikejar, hatimu terlalu lapang jika harus terisi namaku, serta pikiranmu terlalu luas jika hanya tertuju padaku. Suatu ketidak pantasan jika aku hanya mementingkan egoku. Dan karna itulah aku ingin lebih mengenalmu, dulu. Sebelum semua berjalan terlalu jauh seperti ini. Senang bisa mengenalmu, terima kasih untuk waktunya dan semua pemikiran yang sangat membantu. β€œP.O.V  Someone”

(Kini aku sadar, bahwa kehidupan memang se-absurd ini. Saat kita disibukan dengan seseorang yg menurut kita berarti tapi tak pernah memberi arti pada kita. Disaat yang bersamaan adapula orang yang menganggap kita berarti untuknya, namun kita terlalu skeptis akan hal itu. Hingga tanpa sadar kita sudah melukainya, menyakiti perasaanya. Aku tak pernah paham tentang segala sesuatu yg abstrak mungkin masih terlalu dangkal juga tentang perasaan, mungkin karna manusia tercipta memang awalnya memiliki kekuatan namun entah sampai kapan kekuatan itu berakhir tak ada manusia yang mengerti, bisa jadi saat ini masa terlemah diriku. Kini lebih baik diam pada yg lainya, dan berbicara pada diri sendiri. Benarkah langkahku ? Tepatkah pilihanku ? Pantaskah diriku ? Terlalu banyak pertimbangan yang memenuhi kepalaku seolah kesalahan masalalu meminta untuk terus dikaji agar tak terulang saat ini dan tak membebani langkah esok hari.)

Niat baik dihitung, tuhan punya rencana terbaik untuk semua umatnya. Tak selalu apa yg kita inginkan bisa terpenuhi, tapi bukan harus berhenti untuk berikthiyar & berdoa, lantas menyerah. Pemenang bukan tercipta dari hal yang menyenangkan, dia ada karna perjuangan, tetes keringat lelah, & air mata.

“Don’t Cry, Sorry”