Diri yg Lainya (Nurse Hanna)

image

Jika melihat seragam yang dipakai akan terbayang sosok perempuan yang akan merawat anak-anak kita dengan penuh kasih sayang, merawat masa tua kita kelak, membasuh tulus peluh raga kita yang mulai rentan terserang penyakit karna usia yang memang terus bertambah dan secara otomatis akan menurunkan daya imun tubuh. Ya, benar. Dialah Suster hanna. Salah satu teman yang profesinya menurut saya sangat mulia. Karna rela membantu sesama tanpa memandang strata sosial kita, tanpa melihat profesi kita dan pertimbangan” lainya yang dapat memberatkan langkahnya. Mereka ada murni untuk membantu kita sembuh dari segala jenis penyakit yg mendera system organ tubuh kita, tak terkecuali penyakit hati karna dikecewakan mungkin. Heheee. (Begitu saya sering ngeledek dia) setelah baru” ini saya tau latarbelakang dia adalah seorang perawat di salah satu rumah sakit di surabaya. Padahal kenal sudah lama. Aneh ? Memang. Itulah kenyataan yang sebenarnya Karna keanehan itu pula yang akhirnya menggerakan jemari saya untuk menulis diskripsi tentang dia.

(Skip, flashback)

image

Beberapa bulan silam tepatnya lupa, saat saya sedang menikmati lagu smells like teen spirit-nya nirvana. Masuk sebuah email dari salah satu sahabat pena saya yang entah darimana asalnya, bagaimana latarbelakangnya, dan siapa nama aslinya juga saya tak paham. Yang saya ingat saat itu hanya wanita berhijab yang hanya menunjukan tatapan mata yang penuh tanya & nama udara eyexplens, yang akhirnya saya tau dengan sendiri bahwa nama yang dipakai maksudnya eye eksplains ; mata menjelaskan.

Bergaul dengan manusia-manusia unreal ini adalah kenikmatan tersendiri bagi saya, karna saya memang suka dengan segala sesuatu yang tidak biasa, saya juga lebih suka memahami karakter manusia dari pola pikirnya. Tanpa melihat latar belakang yang bisa mempengaruhi sudut pandang menjadi subyektif nantinya.

Bagi saya jagad maya jauh lebih fiksi daripada dunia nyata, ga ada hal yang menyenangkan dari internet kecuali hnya membuat pikiran tetap terus bekerja, karna apa yg terpampang disana memang perlu pengkajian ekstra untuk mencari tentang segala kebenaranya.

Termasuk suster hanna ini, beberapa waktu kita sering berkabar lewat email sebelum akhirnya saya memutuskan untuk meminta contact person (CP) dia dengan alibi biar cepat, dan mengefisienkan waktu berbalas pesan. Dia pun mengaminkan, bahwasanya sebenarnya dari dulu dia juga ingin tau CP saya namun di tahan karna alasan gengsi, “masa aku yg minta duluan, aku kan cewek” begitu sanggah dia dalam balasan email terakhirnya.

Dia adalah seorang pemerhati yang memang baik hati sejauh ini. Selain karna sering merhatikan pola hidup saya yang berantakan & kurang sehat menurut dia (ngerokok, makan mie, begadang dlsb), dia juga kerap bercerita ttg kehidupan seolah dia memang ikut larut dalam kehidupan itu sendiri.

Dy : jangan kebanyakan ngerokok, itu bisa mempengaruhi system kerja pikiran loh.
Sy : oh ya, masa. Tapi justru kadang kalau aku badmood, rokok bisa sedikit ngehibur.
Dy : itu cuma sugesti kamu aja, aku baca beberapa artikel kamu, dan disitu aku bisa ambil kesimpulan kalau kamu termasuk orang yang control exspert menurut aku.
Sy : control exspert ?
Dy : iya, orang yang selalu skeptis terhadap apapun yang terjadi di lingkunganya. Menganggap dirinya bisa menyelesaikan semuanya dengan segala kekuatan pikiran mereka sendiri. Bisa dikatakan kamu itu egois sebenarnya.
Sy : ah, kamu bisa aja. Aku lebih suka banyak mendegar daripada ngomong.
Dy : preet…bohong banget, kalau lebih suka mendengar pasti aku ga perlu ingetin beberapa kali donk tentang pola hidup kamu yang kurang sehat itu. Sampai capek sendiri kadang-kadang, karna kamu terlalu skeptis tentang omongan aku.
Sy : kamu dokter ya ? Atau orang dinas sosial ? Karna beberapa kali omongan kamu mengarah kesana.
Dy : hahahaaa, bukanlah. Kan sudah aku jelasin awal kita kenal, “aku guru ngaji” hihihiiii.
Sy : yayayayaaa, terserahlah. Apapun itu latarbelakang km, gak terlalu penting juga buat aku. Biasanya orang-orang yang suka care (perhatian) itu justru orang yg lupa perhatiin dirinya sendiri. Kamu jangan sampai seperti itu ya, jaga kondisi badan. Harus tetap sehat.
Dy : pastilah, aku sudah cukup sehat hingga detik ini. Dan, insyaallah akan selalu sehat.

(Skip, hampir semingguan kita losecontact)

image

Tiba-tiba muncul (picture received) di bbm aku dari dia. Dengan caption “akhirnya tumbang juga, sorry ga bisa temenin kalian begadang tonite”

Sy : salah kirim ya ?
Dy : hehee, iya sory. (Disertai emot senyum lebar, nyengir)
Sy : hemmm, you are nurse. (Menyertakan emot nyengir pula)
Dy : hehee, iya. Ah, nyesel aku sudah salkim gambar tadi.
Sy : kenapa ? Apa yg salah dari seorang perawat hann, justru itu profesi yang membanggakan loh.
Dy : gapapa sih, suka aja bikin kamu penasaran (Emot melet julurin lidah). Orang skeptis seperti kamu kan memang harus digituin biar kamu ga bosan temenan sama aku. Karna dengan begitu, secara sistematis kamu akan terus bertanya tanya tentang aku.
Sy : hahahahaaa, dasar. Jahat juga kamu.
Dy : hihihiii, sorry. Aku bedrest dulu ya, pengaruh obatnya sudah kerasa ini, mata pengen merem aja.
Sy : okay, istirahat aja. Gws (good well soon) ya. Biar besok bisa aktifitas lagi.
Dy : setelah tau semuanya tentang aku jangan rubah sudut pandang kamu ke aku ya. Aku ingin kamu tetap skeptis ke aku seperti kemarin-kemarin. (Emot nyengir)
Sy : ada-ada aja, yasudah istirahat. Buang dulu hp (handphone) nya jangan dekatin sekitar kepala, sinyal hp radiasinya besar bisa pengaruh ke system kerja pikiran. Sugestiin ke diri kamu sendiri, “besok aku harus sembuh, harus bisa bangun dan aktifitas lagi”.
Dy : iya, aku sudah tau pak dokter. (Lagi” emot nyengir)
Sy : wuhahahahaa. Sleep night.

(Skip, di hari berikutnya yang cerah)

image

Masuk kembali sebuah foto di bbm saya dari dia, “aku sudah sehat pak dokter” (tak ketinggalan emot nyengir lagi)

Sy : alhamdullilah, teknik sugestinya berhasil ya.
Dy : maybe, tapi aku lebih percaya bisa sembuh ini karna kemarin sudah injeksi beberapa obat dhy.
Sy : ya apapun itu alasanya untuk kamu bisa sehat lagi, aku ikut senang. Kalau ada waktu, aku pengen tau yang sesungguhnya, kenapa kamu rahasiain latarbelakang kamu selama ini. Karna menurut aku, kurang masuk akal jika cuma ingin buat aku sekedar penasaran ke kamu.
Dy : cari tau sendiri, kalau sudah benar tau dan paham baru temuin aku. Sebelum itu terjawab kita seperti ini dulu. (Emot senyum kecil)

Yang membuat aku bertanya hingga saat ini, bahkan sampai tulisan ini jadi. Kenapa harus disembunyikan profesi yang menurut aku benar-benar mulia ini, mungkin kawan-kawan yang gak sengaja baca artikel ini bisa kasih jawaban logis.

Thank You.

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s