Lingkaran (Manusia Mayor)

image

Ruang yang tak bertepi, seperti hal nya bumi yg terpijak. Bulat dan tak mungkin habis terjelajah. Kita hanya perlu menjalani, tanpa mengintervensi kan sebuah destinasi. Benar begitu ?

Bebas bukan berati tanpa aturan, liar bukan berarti menerobos norma, dan lepas bukan berarti hilang kendali. Aku selalu mengkaji hidupku dalam kesadaran normal, dengan segala kekurangan manusia yang masih dalam lingkup wajar, manusiawi kata orang-orang.

Terlalu banyak segala polemik hidup yang memenuhi panggung peradaban, seolah gila adalah mutlak untuk menjadi maju dalam kemajuan yang hanya itu-itu saja. Atau mungkin mundur dalam kemunduran yg begitu-begitu melulu. Biar saja begitu, karna beberapa tahun, bulan, pekan lalu sudah pernah ku coba untuk sekedar mencerahkan dalam kondisi sesadar & sesehat mungkin tapi bukan solusi yang bagus yang hadir melainkan sakit kepala hebat. Karna terlalu berat, kucoba untuk tidur, tertidur lebih tepatnya.

Hingga pagi tiba, dan aku pun keluar berbaur kembali dengan peradaban dan hijau alam buatan manusia. Hal serupa sangat berbeda ketika saat aku terbangun dalam alam liar yang menyejukan. Rimba nusantara yang mengajarkan ketenangan dan kekuatan untuk kita manusia.

(Kalian bertanya, maksud tulisanya apa sih ? Gak nyambung. Pesan moral yg disampaikan dangkal. Isi pun absurd).

“Aku menjawab, memang benar tanggapan kalian. Tulisan ini gak nyambung, dan pesan moral dangkal. Isi pun absurd. Lalu, mau kalian bakar tulisanku ? Jangan.!!! Jika kalian merasa muak dan ingin segera keluar darisini alangkah lebih baiknya jika kalian mengulang membacanya dari awal. Dengan mata sedikit terpejam, rasakan setiap getaran dalam meditasi normal.”

Jika tetap muak, ulangi membaca lagi, lagi dan lagi. Hingga kalian menemukan ketertelanjangan kalian sendiri. Maka kalian akan tersenyum sambil berlalu pergi.

“Ah, hidup” tap tap jab jab..

Hidup hanya pengulangan, disaat semua manusia melakukanya, kalian akan tergerak untuk mengikuti, pun terus begitu hingga kalian merasa lelah sendiri namun tak memiliki daya dan upaya untuk berhenti karna tuntutan manusia mayor yang dianggap manusiawi.

Selamat hidup dalam lingkaran, jika bosan tak perlu keluar. Cukup tidurkan, semoga temukan arti dalam mimpi yg indah. Jika tetap bosan & muak, mari kita berempati buang semua ambisi, berbicara dari hati ke hati penuh dengan kesadaran diri untuk temukan solusi terbaik.

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s