Kedewasaan (Don’t Cry, Sorry)

image

Diam bukan berarti tak perduli, bukan juga ingin pergi untuk selamanya. Hanya saja aku ingin menguji seberapa dewasa diri kita masing-masing. Saat semua terasa tak biasa akankah bisa bertahan seperti biasa. Ternyata tidak, kamu memilih diam juga. Entah karna apa aku tak pernah tahu, yang bisa aku ambil dari sikap kamu adalah masih tersisah celah dihati kamu untuk seseorang yang mungkin sangat berarti untukmu. Tapi itu bukan menjadi masalah utama untukku, karna menggenggam pun tak mungkin ; langkahmu terlalu lebar untuk dikejar, hatimu terlalu lapang jika harus terisi namaku, serta pikiranmu terlalu luas jika hanya tertuju padaku. Suatu ketidak pantasan jika aku hanya mementingkan egoku. Dan karna itulah aku ingin lebih mengenalmu, dulu. Sebelum semua berjalan terlalu jauh seperti ini. Senang bisa mengenalmu, terima kasih untuk waktunya dan semua pemikiran yang sangat membantu. “P.O.V  Someone”

(Kini aku sadar, bahwa kehidupan memang se-absurd ini. Saat kita disibukan dengan seseorang yg menurut kita berarti tapi tak pernah memberi arti pada kita. Disaat yang bersamaan adapula orang yang menganggap kita berarti untuknya, namun kita terlalu skeptis akan hal itu. Hingga tanpa sadar kita sudah melukainya, menyakiti perasaanya. Aku tak pernah paham tentang segala sesuatu yg abstrak mungkin masih terlalu dangkal juga tentang perasaan, mungkin karna manusia tercipta memang awalnya memiliki kekuatan namun entah sampai kapan kekuatan itu berakhir tak ada manusia yang mengerti, bisa jadi saat ini masa terlemah diriku. Kini lebih baik diam pada yg lainya, dan berbicara pada diri sendiri. Benarkah langkahku ? Tepatkah pilihanku ? Pantaskah diriku ? Terlalu banyak pertimbangan yang memenuhi kepalaku seolah kesalahan masalalu meminta untuk terus dikaji agar tak terulang saat ini dan tak membebani langkah esok hari.)

Niat baik dihitung, tuhan punya rencana terbaik untuk semua umatnya. Tak selalu apa yg kita inginkan bisa terpenuhi, tapi bukan harus berhenti untuk berikthiyar & berdoa, lantas menyerah. Pemenang bukan tercipta dari hal yang menyenangkan, dia ada karna perjuangan, tetes keringat lelah, & air mata.

“Don’t Cry, Sorry”

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s