Catatan Untuk Sahabat

image

Dipilih kehidupan atau Memilih kehidupan ? Terikat atau Bebas ? Dikendalikan atau Mengendalikan ?

Awal yang buruk bukan berarti menjadi akhir yang buruk pula, Sebaliknya. Mungkin saja kita terlahir dalam keterbatasan pilihan sehingga kita hanya mampu diam meringkuk dalam cemas dan rasa was-was. Menyikapi polemik tersebut, saya sebagai komentator peradaban ingin coba berdiplomasi terhadap 2 sisi dalam diri saya, diri lainya sebagai manusia yang manusiawi serta beradab.

Terlalu banyak pertimbangan yang memberatkan, antara dipilih kehidupan atau memilih kehidupan ? Terikat atau bebas ? Dikendalikan atau mengendalikan ? Pertanyaan lumrah manusia tanggung yang berada dalam ruang ANTARA.

Dan saya menjawab :

# Jangan takut jika dipilih kehidupan lantas terbeban, hanya orang-orang kualifife yang akan dipilih dari sekian pilihan. Namun, tetap jangan jumawa sombong serta lupa diri. Karna butuh perjuangan untuk meraih itu semua, setelah kita sebelumnya sudah memilih kehidupan hingga tercipta momentum saat kita dipilih oleh kehidupan itu sendiri.

Note : Jangan ragu memilih sebuah kehidupan, selama itu masih menyehatkan jiwa raga dan tidak menzalimi sesama manusia. Dengan memilih, kita akan mendapat berbagai konsekuensi. Pilihan yang tepat dan sehat akan membahagiakan, serta menjadikan kita manusia terpilih dan Sebaliknya.

#  Jangan bosan untuk terikat, Nikmatilah. Keliaran sisi lain pikiran manusia yang selalu ingin bebas adalah sebuah kecenderungan  yang harus dipangkas seiring bertambahnya usia. Sebelum tiba waktunya terikat jangan juga mengikat, sebab kebebasan yang liberal tak akan pernah datang setelah kita terikat.

Note : kebebasan itu hakiki, gunakan sebaik-baiknya kita atau segila – gilanya mereka tak perlu di persoalkan. Kemungkinan terikat karna kebebasan yang kompeten adalah mutlak, bebas berpikir, bebas bertindak sertakan pula keterikatan tanggung jawab.

# Jangan merasa kecil karna dikendalikan, sebelum berada pada titik tertinggi disitu kita harus terima kenyataan bahwa kita masih kerdil, selama tujuanya bagus hendaknya kita tetap lapang dada untuk menjaga dinamika kehidupan, yang perlu dihindarkan adalah jangan sampai kita kalah dan dikendalikan oleh hawa nafsu dan egoisme semata dalam diri kita. Dewasa dan sukses bukanlah memiliki segalanya, namun mampu menjaga etika yang baik dan sopan ketika manusia mulai terbawa sisi liarnya yang kurang manusiawi.

Note : Mengendalikan sisi liar dalam diri jauh lebih mudah dibanding mengendalikan pemikiran orang lain, maka dari itu sebelum bertindak sebagai pengendali hendaknya setiap manusia bisa mengendalikan sisi-sisi liar dalam tiap diri masing-masing. Agar tercipta harmonisasi hidup yang selaras, seimbang dan sejahterah.

Salam Hangat untuk Semua Kerabat & Sahabat. Terima kasih untuk segala ruang & waktunya sebagai pendewasaan.

Senja Kelana

^_____^

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

5 thoughts on “Catatan Untuk Sahabat”

    1. Heheee. Km masih terlalu mudah utk tidak bosan, dan itu hal yg lumrah menurut kk.

      Hanya saja seiring bertambhnya usia, dan semakin dewasanya km sudah seharusnya mulai membiasakan diri utk terikat dik,
      Cepat atau lambat itu akan terjadi.

      Tugas km saat ini adalah mencari ssorang yg tepat utk itu. Yg bisa bahagiain km dunia akhirat nantinya. Amien..

      ^___^

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s