Quote Basi #3 (Indonesia)

Indonesia tanah air beta, jika bukan beta jangan percaya dia !!!

Pancasilaisme faham kita, bhineka tunggal ika !!! Selain itu adalah sekte sesat.

Jangan berebut kursi hanya untuk berdiplomasi, sesekali atraksi duonk.

Rakyat adalah bosnya, sisahnya cuma babu kita.

Jika rupiah setara tuhan seharusnya bukan kafan bekal di lahat melainkan emas.

Siapa bilang uang untuk hidup ? Mereka hanya takut jelajah.

Yang tua sibuk lobi-lobi, yang muda melulu ngentot, lalu siapa yang berjuang ? Beta, gitu ? Nonsense !!!

Rame-rame dukung ini ternyata begitu juga, sialan.

Mari bercermin jika biasnya tak sewarna silakan bunuh diri !

Obral obrol dengan kongsinasi iblis, asik. Hepi-hepi..

Buncit karna busung lapar atau buncit karna tak sempat lapar ? Aku sih milih sixspack. RATA!

Membual atau dibuali ? Yang saya lihat mereka memilih kenyang.

Silakan lantang berujar bukan telentang mendesah, aahhhh..

Membodohi atau dibodohi ? Jelas milih pinterlah. Sarjana ini.

Jika angka tolak ukur untuk karya seharusnya mural para bomber itu nomina, bukan gambar alay bikin mual !

Sudah ramai diplomasi, anda masih berkutat dengan puisi ? Basi! 

Dimana kartini ? Ko, yang tampil lady rose terus. Bosan ih..

Pizza mulu bikin lu cepat mati, bakar singkong yuk ? Gua panen ni.

Tertinggal sejenak tak jadi soal daripada tersesat selamanya, haio.

Saya penulis bukan seniman jika tak indah tak apa ya, sorry bah.

Ekspetasi tinggi melahirkan halusinasi tak heran kalau racun ekstasi alibi pecahkan ilusi.

Dewa imajiner semesta itu uang, selakangan, prestige.

Wiji tukul, munir, marsinah dlsb. Siapa gerangan dikau ? Gugling ah. Biar indonesia ga india terus.

Reklamasi itu salah karna melanggar kodrat alam, sudah itu aja sih, takut salah perfektif.

Simbosis mutualisme bencana terjadi bukan karna keisengan tuhan. Melainkan karna kegoblokan manusia-nya.

Sebelum alam murka mari perbaiki dengan langkah nyata, bukan malah mem-propaganda-kan setan dan tuhan.

Menembak mati terpidana narkoba, membiarkan hidup koruptor. Kan sama-sama merusak mental bangsa bos. Adil..lah…

Hakim terima suap, terdakwa busuk memberi suap. Rugi negara keluarkan anggaran untuk bangun pengadilan.

Percayalah, lu harus pinter! karna maling sandal dan koruptor itu sama hukumanya. You knowlah.

Jika bung karno dapat predikat putra ‘fajar’ karna keberanian dan kepintaranya, (semoga) ‘senja’ kelana mengikuti integritasnya!

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

13 thoughts on “Quote Basi #3 (Indonesia)”

  1. Telenjang mendesah telanjang juga perlu, penat terus berjuang tanpa interlude, selain menambah jumlah anak bangsa yang lahir tentunya, itu juga modal berdirinya sebuah negara.
    Narkoba maupun korupsi, Hukum mati pantas untuk keduanya, ditambah hukum memiskinkan koruptor akan jauh lebih baik. Jgn hanya menghukum koruptor 4 tahun tapi harta tetap tak tersentuh, dipenjara menikmati fasilitas lebih. Dimana efek jeranya seperti itu.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s