Sekte Sakti Senja Kelana Blogger Senior MAHA benar !!! Sebelum Mematikan diri (pemikiran) hendaknya ingin meracuni.


Bertemakan Tuhan ? Agama ? Politik ? Cinta ? Atau Manusia Jahilliyah ?



Saya sedang mendalami karakter “jahat” dalam satu episode peradaban, hanya saja di tengah jalan saya mengalami kebuntuhan dalam menulis, seperti kehilangan passion dalam diri saya. Dan ingin segera mengistirahatkanya sejenak. Tapi, masih ingin meracuni, masih ingin menelanjangi, katarsis akhir dalam peran “jahat” saya sebagai blogger senior MAHA benar !!!

Mohon moderasi- nya, adik-adik, kakak-kakak, ibu-ibu, bapak-bapak blogger yang jauh lebih senior daripada saya. Untuk berkenan memberikan TEMA yang pas untuk mengakhiri masa “jahat” saya dalam satu episode peradaban kali ini, bahwasanya menginginkan ‘racun’ seperti apa untuk indonesia merdeka yang telah berusia 71th agar tetap indonesia, tetap bhineka tunggal ika, dan tetap utuh tak terpecahkan.

Saya tuliskan “terima kasih banget” untuk yang sudi repot mengapresiasi keinginan saya dalam menyumbangkan ide gagasan / tema dalam kerangka artikel yang hendak saya buat. Jika pun anda ogah untuk memberikan itu, saya tetap berterima kasih, karna sudah meluangkan waktunya untuk membaca artikel yang masih berupa judul tanpa isi ini.

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

14 thoughts on “Sekte Sakti Senja Kelana Blogger Senior MAHA benar !!! Sebelum Mematikan diri (pemikiran) hendaknya ingin meracuni.”

  1. Manusia jahiliyah sepertinya cocok. Merujuk pada zaman jahiliyah dulu, zaman kebodohan. Meski yang hidup dizaman itu jelas bukan orang bodoh dalam hal IQ, persis sama seperti zaman sekarang orang orang pintar yang saking pintarnya jadi membodohi diri sendiri dan membodohi orang.

    Disukai oleh 2 orang

      1. Manusia jahiliyah di eranya ? Atau manusia modern yg berntidak layaknya manusia jahiliyah ni yg di bicarakan ? Haio…heheee..

        Tugas guru itu berat loh mbk, krna jika muridnya berbuat dosa, berarti gurunya juga ikut andil memberdayakanya..sekalipun prosentasenya kecil sih..

        ^_____^

        Disukai oleh 1 orang

      2. Bandingkan saja, kejahiliyahan masa ini jauh lebih parah dibanding dulu.
        Umat terdahulu : zina sesama
        Umat Sekarang : zina sesama Jenis dan lain Jenis (lgbt) bahkan dengan binatangpun ada, bahkan banyak didokumentasikan.

        Umat Nabi terdahulu : Membunuh Bayi perempuan
        Umat sekarang : Membunuh Bayi Perempuan dan Laki laki bahkan yang belum lahir pun sudah di bunuh

        Umat Terdahulu : mengundi Nasib dengan anak Panah 
        Umat Sekarang : Mengundi nasib di mesin poker, Pergi ke Dukun, bertanya kepada Berhala, Ramalan kartu, Ramalan SMS, Ramalan garis tangan, Ramalan bintang

        umat terdahulu : Menyimpan harta Emas dan Perak dan enggan bersodaqah
        umat sekarang : Menyimpan harta Emas, Perak, jadi Renteneir, Bank Keliling, Asuransi, penjualan kredit yang berlipat, dan embuhlah

        Umat yang mana yang lebih JAHILIYAH…?

        Menjadi guru itu itu hanya sebuah usaha. Bukan tujuan. Tuhan saja hanya mengajarkan manusia untuk berusaha, bukan untuk berhasil. Karena inti dari segala adalah usaha, tak ada seorang manusiapun yang berhak memvonis manusia lain dapat pahala atau dosa, karena itu bukan kapasitas seorang manusia.

        Disukai oleh 1 orang

      3. Detail ya.. Hihiiii…

        Bagus”..sukak mbk penjabaranya influense bgt..

        Semoga para pembaca bisa sadar ya atas segala tingkah laku perbuatanya yg memperdaya kaum lemah, memperkosa pikiran naif umat, memperhalalkan dosa, bisa insyaaf se-insyaf”nya agar tdk tergolong sbgai manusia jahiyah..

        ^___^

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s