Resolusi Indonesia 2017

Sebuah resolusi untuk meminimalkan korupsi, memaksimalkan pengembangan teknologi dan memperbaiki kesejahteraan hampir semua orang.

Bahan yang diperlukan:

1. Manusia yang mampu programming

2. Manusia yang mampu desain web dan antar muka

3. Manusia yang mampu mencipta dan otak-atik jaringan informasi

4. Manusia yang mengerti cara kerja negara dan pemerintahan

5. Manusia yang mengerti perdagangan dan komunikasi internasional

6. Manusia yang mengerti cara kerja Bank Dunia dan Economic hit man

7. Manusia supportif yang mendukung

Tujuan resolusi

Dengan memanfaatkan informasi yang didapat dari nomor 4 sampai 7, bahan nomor 1 sampai 3 diolah sedemikian rupa agar menciptakan sebuah sistem informasi nasional yang membuat hal-hal berikut bisa dipublikasikan secara online dan realtime:

1. Laporan dari setiap PNS, setiap hari, tentang apa yang sudah dan sedang dikerjakan, apa yang sedang dirapatkan, dan apapun pencapaian yang diraih.

2. Publikasi data dari setiap bendahara setiap instansi, tentang berapa anggaran yang didapat, berapa yang dialokasikan, kemana saja dan untuk apa saja, berapa yang habis dan berapa sisanya.

3. Laporan harian dari setiap eksekutor lapangan. Apa proyek yang dikerjakan, berapa dana yang didapat, berapa dana yang dikeluarkan, untuk apa saja dan sisa berapa. Lengkap dengan video dan foto proyek.

4. Live streaming setiap rapat, terutama yang berkaitan dengan sumber-sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak. Sistem ini juga harus memungkinkan setiap warga untuk urun rembug atau sekedar mengomentari setiap alasan yang diajukan oleh setiap peserta rapat.

5. Publikasi realtime opini dan alasan setiap wakil rakyat terkait keputusan tender, penciptaan undang-undang, sampai keputusan untuk mengobral aset-aset negara. Semua dipublish secara nasional dan terbuka terhadap komentar setiap warga.

6. Aliran dana pribadi setiap wakil rakyat dibuka secara transparan dan bisa diawasi secara nasional. Jadi, tiap kali seorang anggota DPR malah mendukung kebijakan yang membenamkan negara dalam hutang, atau mendukung kebijakan mengobral tanah air, dapat diteliti berapa persen perubahan kekayaan pribadi terkait keputusannya itu. Dana ajaib mengalir kemana saja, dan siapa saja kroni yang ikut menikmati keuntungan, bisa dilihat beramai-ramai.

7. Publikasi pajak realtime. Berapa rupiah yang berhasil dipungut dari setiap daerah, mengalirnya kemana saja, sampai akhirnya nanti jadi apa dan bagaimana efeknya bisa selalu dilihat online dan realtime. Berapa yang belum berhasil dipungut, siapa saja yang menunggak, ngemplang dan apa alasannya juga tampil realtime.

Indikator kebaikan:

Resolusi ini baru bisa dikatakan sukses jika setelah menikmatinya kita mendapat kemampuan untuk melakukan mukjizat-mukjizat seperti berikut:

1. Cukup dengan mengetahui koordinatnya, bisa tahu iblis neraka mana yang bertanggung jawab atas kemunculan sebuah beton pembatas jalan yang dibangun asal-asalan, tanpa penerangan atau tanda apapun hingga hampir setiap malam makan korban. Rakyat juga bisa tahu dengan mudah, penjahat mana yang bertanggung jawab atas proyek galian kabel yang dikerjakan secara brutal dan ditinggalkan begitu saja tanpa tanggung jawab.

2. Untuk setiap proyek pembangunan, rakyat bisa mengetahui material apa saja yang dibutuhkan, berapa uang yang dibutuhkan untuk material tersebut, berapa ongkos pengerjaan, berapa dana yang diajukan kontraktor, berapa yang disetujui pemerintah, berapa yang dikorupsi pemda, berapa yang akhirnya sampai ditangan kontraktor. Rakyat juga bisa melihat bagaimana perjuangan sang kontraktor untuk menyunat ini-itu agar tetap bisa untung tapi proyek tampak selesai dengan baik, hingga dia bisa ikut tender penuh kolusi yang berikutnya.

3. Anda sebagai rakyat bisa tahu dengan mudah apa saja dan sebanyak apa hasil tambang yang dikeruk oleh sebuah perusahaan tambang yang numpang mengeruk di suatu areal. Berapa rupiah profit yang dihasilkan, berapa rupiah yang masuk ke negara, berapa yang akhirnya bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat dan berapa yang masuk ke kantong pribadi para pejabat yang mengamini kontrak puluhan tahun tersebut.

4. Anda sebagai rakyat bisa online dan secara instan mengetahui sekaya apa Indonesia hari ini. Dimana saja terdapat sumber-sumber alam, estimasi cadangan yang tersisa, bagaimana pengolahannya, efisiensinya. Jika ternyata disia-sia atau diobral murah demi keserakahan segelintir pejabat, maka Anda bisa segera melihat apa yang terjadi, dan dengan segera tahu bagaimana solusinya.

5. Anda tidak gelisah partai mana yang akan menang, karena siapapun yang menang akan dipaksa bekerja untuk kepentingan seluruh rakyat, tidak boleh lagi sibuk memperkaya diri. Semua agenda, kinerja dan prestasi bisa dimonitor oleh seluruh rakyat Indonesia, bahkan dunia.

6. Anda bisa menanyakan “lagi ngapain dimana sama siapa?” kepada setiap mahluk yang mengaku sebagai wakil rakyat. Kapanpun dimanapun. Dan Anda mendapatkan jawabannya secara instan. Karena resep ini membuat keberadaan setiap wakil rakyat akan termonitor 24×7 sepanjang tahun.

7. Anda bisa nonton prilaku para wakil rakyat lewat live streaming CCTV yang terpasang di tiap lorong dan ruang-ruang tiap gedung milik rakyat. Siapa yang terlalu cerdas hingga sering merokok di ruangan ber AC, siapa yang doyan xxx, semua bisa ditonton lewat internet.

Teknologinya sudah tersedia

1. Teknologi yang digunakan Twitter, Blog, Milis dan Forum online memberi kuasa pada manusia untuk menuliskan apapun, kapanpun, dimanapun (selama bisa terhubung internet). Dan tulisannya bisa langsung dibaca oleh siapapun yang terhubung ke internet. Instan!

2. Teknologi YouTube, Google Video dan berbagai tube-tube lainnya memberi manusia kekuasaan untuk berbagi video apapun, mulai dari video provokasi sampai video masturbasi, semua bisa dibagikan dari manapun untuk ditonton oleh siapapun. Lengkap dengan audio yang jernih.

3. Google Document, EditGrid dan berbagai layanan pengolah dokumen kolaboratif memberi manusia kemampuan untuk mengerjakan sebuah dokumen secara bersama-sama walau dari lokasi yang berbeda. Sementara saya di jakarta mengerjakan kolom A1, Anda dari neraka bisa mengisi kolom B2 dalam sebuah spreadsheet yang sama. Sementara Si Konak di Bogor mengetik paragraf pertama, Si Bugil dari Timbuktu bisa edit paragraf kedua, dan Si Jilbab dari Saudi mengoreksi salah eja di kalimat terakhir dari paragraf kedua. Semua dalam satu lembar ketikan yang sama. Dulu hal ajaib macam ini sangat tak masuk akal, sekarang jadi biasa-biasa saja.

4. Teknologi RSS membuat para pemalas mampu membaca banyak sekali situs tanpa harus mengunjungi banyak situs. Tidak perlu menunggu lama untuk loading dan membuang bandwidth demi iklan-iklan yang seringkali hanya mengotori pikiran. Dengan RSS kita bisa mendapat update terbaru dari mana-mana tanpa harus kemana-mana.

5. Peta online seperti Google Map, Wikimapia, Google Earth, sampai komunitas peta GPS macam Navigasi.net, memberi setiap manusia kemampuan untuk memetakan apapun. Semua bisa berbagi lokasi dan foto udara daerah manapun. Anda bisa coba lihat dan berbagi foto satelit efek pembabatan hutan atau efek eksplorasi tambang. Semoga tidak menemukan keanehan berbau konspirasi yang membuat anda ingin memaksa google meng-update daerah-daerah yang mencurigakan.

6. Telpon seluler yang ditanami GPS built in sudah mulai umum dan murah. Selain memudahkan pengguna untuk mengetahui keberadaan dirinya, dengan tambahan program tertentu juga bisa dipakai untuk memamerkan lokasinya ke seluruh dunia dengan akurasi yang cukup lumayan. Bayangkan… Sebuah kalung transmitter ber GPS, bentuk modis dan berkelas, lengkap dengan kamera dan mic mini, kita paksakan untuk dipakai setiap wakil rakyat selama mereka menjabat *evilgrin*

7. MMS, walau terdengar primitif, ini masih bisa dimanfaatkan oleh para pengawas lapangan (atau siapapun yang kebetulan lewat di sebuah proyek) untuk mengirim gambar dan video singkat tentang proyek yang dikerjakan. Hampir semua HP berkamera sudah mendukung teknologi ini.

Seperti yang anda lihat, teknologi yang memungkinkan semua itu jadi kenyataan sudah tersedia sejak lama. Tapi kita (terutama saya) baru manfaatkannya secara parsial untuk sekedar gosip nggak penting, nonton video cabul atau sekedar buang waktu dan energi memperdebatkan keinginan Ulama yang suka aneh-aneh.

Bayangkan jika semua teknologi itu diramu jadi sebuah pendopo online dimana pemerintah pusat sampai daerah melaporkan setiap prestasinya pada rakyat dengan ketelitian hingga dua angka dibelakang koma. Sebuah tempat dimana rakyat dengan mudah mengawasi prilaku para pelaksana pemerintahan secara instan dan realtime. Tempat rakyat menyampaikan dan membahas berbagai ide maupun kritik tentang apapun yang terkait dengan kebersamaan kita dalam ber-Indonesia.

Teknologinya tersedia, tinggal menunggu kemauan kita untuk memanfaatkannya demi mewujudkan pemerintahan yang lebih bertanggungjawab.

Revolusi jadul dengan menumpahkan darah dan air mata berhasil mengganti penguasa yang korup dengan penguasa baru… yang ternyata juga berubah jadi korup. Semoga revolusi berikutnya, dengan memaksimalkan segala teknologi yang tersedia bisa melindungi para penguasa dan wakil rakyat terpilih dari infeksi sifat-sifat korup, dengan pengawasan yang benar-benar lengket.

Menyempurnakan Resolusi :

Trus bagaimana cara mengumpulkan dan menyiapkan bahannya? Bagaimana memaksa pemerintah untuk melakukanya? Hehe… Begitulah, resolusi ini masih jauh dari sempurna. Perlu banyak kritik, perlu banyak masukan dari Anda agar bisa terwujud.

Silakan 🙂

Iklan

Evaluasi tentang ekspetasi 2016

Karna keisengan saya yang susah tidur, dengan sengaja saya ingin mengevaluasi hidup saya selama januari hingga desember ini. Apa saja yang sudah didapatkan, apa saja yang sudah terlewatkan, dan apa saja yang stuck tanpa pergerakan.

Dimulai dari pertama sampai kelima. 

1. Tentang kesehatan : dalam setahun ini alhamdullilah jasmani hanya terserang flu ringan dan sedikit meriang (tapi bukan karna kangen mantan loh,heheee) melainkan karna musim pancaroba yang galau menjadikan suhu tubuh menjadi ikut galau juga antara tinggi dan rendah. Untuk rohani, masih tetap sama seperti sebelumnya. Saya masih terus meraba dimana letak ketenangan jiwa yang hakiki itu seperti apa, karna semakin kesini era budaya bar-bar seolah semakin akut. Seolah pancasila dan kebinekaan tidak lagi berarti. Entah apa sebabnya saya juga masih terus bertanya dalam hati. Jika memang Tuhan itu Esa adanya, mengapa kaum terus mempersoalkan jalan untuk sekedar mengabdi kepada beliau, kenapa kaum tetap berebut doktrin tentang semua pembenaran turun temurun dari senior mereka, apakah memang bersatu sesulit itu ? Atau memang sengaja dipersulit ? Yang saya tahu apa yang kita tebar pasti akan kita tuai, maka dari itu, sebisa mungkin saya selalu mendoktrin jiwa saya untuk selalu berbuat baik. Mungkin dampaknya sedikit banyak sudah saya rasakan sekarang. Tak perlu saya jelaskan ilustrasinya, percaya saja berbuat baik pada sesama itu adalah hal yang luar biasa mulia. Selagi kita mampu membuat orang lain bahagia maka jangan tunda dan segera laksanakan. 

2. Tentang amoda transportasi sehari hari saya ; Tak bisa dipungkiri mayoritas masyarakat kita pasti mengukur strata sosial itu dari amoda transportasi yang dipakai. Maka tak heran jika kita melihat mereka yang keblinger akan prestige akan lebih memilih untuk membeli kendaraan pribadi yang mentereng dibanding rumah ataupun kebutuhan yang lainya yang jauh lebih primer. Tak terkecuali saya, dalam ekspetasi saya yang pernah tertuang dalam tulisan saya di penghujung akhir tahun lalu pun begitu. Tapi jujur saja saya sebenarnya gak terlalu mentingin prestige, melainkan waktu itu memang umur masih lebih mudah setahun dan zat nikotin yang terhisap belum terlalu bejibun sehingga detak jantung masih tetap normal sekalipun melaju 130km/jam di atas dua roda. Sehingga saya memimpikan amoda yang cukup gesit namun tetap manusiawi, sebut saja ducati monster. Itu memang motor impian semua lelaki saya rasa. Karna selain bodynya yang garang, isi selinder yang cukup besar kubikasinya, serta harga yang lumayan miring(karna masih berkisar di puluhan juta, belum sampai ratusan juta) heheee. Tapi, alhamdullilah saya masih belum dipercaya oleh tuhan untuk memilikinya tahun ini semoga tahun-tahun berikutnya bisa diijabah oleh-Nya. Dan hingga sekarang masih tetap memakai motor butut usang namun cukup bisa di andalkan dalam setiap kebutuhan saya. Thanks God. 

3. Tittttt…sesuatu yang memang sengaja di hilangkan dan tak perlu banyak orang tahu, karna memang bukan konsumsi publik. Cukup saya dan tuhan yang maha tahu.

4. Tentang rejeki : Sekalipun saya belum mendapat cash 1 miliar rupiah, dan belum bisa untuk menginfeskan isi rekening saya untuk pensiun saya nantinya di masa tua saya ataupun untuk sekedar merubah gaya hidup saya saat ini, tapi saya tetap bersyukur karna selama setahun ini (mungkin) sedikit banyak saya sudah bisa berbagi bahagia kepada sesama yang benar-benar membutuhkan. Dan sekaligus membuat saya semakin sadar lantas jauh lebih dewasa, bahwa kebahagiaan itu bukan terukur dari uang. Hidup memang perlu uang, namun ada bahagia yang tak bisa terbayar oleh uang. Mereka yang bergelimang uang hanya sedang terlena oleh segala bentuk sanjungan dan pujian yang akan bisa membuat kita semakin congkak nantinya. Selama perut tidak sampai kelaparan dan senyum orang-orang terdekat kita masih tetap merekah, itulah kebahagiaan yang sebenarnya. Bukan uang. 

5. Tentang pekerjaan : masih tetap sama, berkutat dengan logika cepat dan pasti, masih tetap turun lapangan, ujan-ujanan, panas-panasan, sampai gegulungan juga kadang..heheee.. Yang terakhir sedikit hiperbola sih. Berat memang mungkin, tapi disitu kadang saya menemukan kebahagiaan tersendiri karna bisa langsung bergaul dengan semua golongan. Dari pegawai harian yang hanya bantu bersih-bersih hingga si empunya pemilik aset perusahaan yang memang sulit terhitung jari tangan jumlah harta yang dimilikinya. Saya banyak belajar dari sana, ilmu-ilmu lapangan yang memang tidak saya dapatkan dibangku akademis saya dulu. Sekalipun body kadang terlihat santai tapi pikiran bekerja keras, terus berputar putar sekiranya peluang apa yang bisa diambil dan bisa dijadikan bisnis yang akan prospek untuk saya sendiri dan orang-orang disekitar saya, tentunya juga tak lupa memikirkan segala probabilitas bad nya. Mengingat ruang gerak di sini (area jawa) semakin sempit, yang pasti dalam mind saya, suatu saat saya harus berdiri sendiri, mandiri dan membuat segalanya menjadi berarti. Tuhan menciptakan umatnya dengan kapasitas volume otak yang sama, jika mereka bisa (si-empunya kapitasi) sudah seharusnya kita bisa, sekalipun memang rezeki orang memang berbeda namun jangan pernah lelah untuk berpikir, beriktiar tentunya juga disertai doa. Semoga tuhan mengijabah. Amien. Sehingga saya bisa merealisasikan ekspetasi saya memiliki pekerjaan yang santai namun memiliki pemasukan yang cukup.

Mungkin ada yang sudah membuat resolusi di tahun 2017 ? Yuk segera dituangkan dalam wordpress. Biar saya bisa baca dan mungkin bisa menginspirasi pembaca lainya..

Seee…yu…..

Tetap damai ya, malam pergantian tahun saat yang tepat untuk perenungan, jangan di jadikan pestapora ga jelas bikin onar..

^____^

Kinerja pemerintah kelurahan yang masih pake duit ( Surat Pindah Nikah )

Eerr….saya mau curcol sedikit nih tentang kinerja struktur organisasi pemerintahan kita pada tingkat kecil, mulai dari RT & RW hingga kelurahan. 
Saya menulis disini hanya ingin sekedar berbagi info bukan ada niatan untuk nge-judge buruk ataupun hal-hal lainya yang menyudutkan. 

Jadi begini kronologinya : Di hari yang mendung disertai angin sepoi-sepoi saya bersama secuter matic kucel hasil pinjeman pergi ke kelurahan untuk mengurus SURAT PENGANTAR PINDAH NIKAH adik kandung saya. Namun berbagai kendala sempat terjadi hingga saya harus berjibaku menemui RT / RW setempat agar segera memuluskan jalanya niat baik untuk adik saya menikah. 

Beberapa kendala yang tersendat : 

– KSK harus diperbarui
– Membayar iuran TIDAK WAJIB, di komplek saya ( kerja bakti, lampu jalan dll ) sebesar 350.000 rupiah. 
 
Setelah semua kendala diatas sudah saya proses dan mendapat surat pengantar dari RT / RW untuk dikirim ke kelurahan menemui mudin setempat, saya bergegas kesana. Setelah semua persyaratan disetujui maka saya masih harus di suruh menunggu lagi selama 2 hari. Sudah plong rasanya, Selesai juga urusan surat menyuratnya. Namun, di akhir perbincangan dengan beliau (mudin setempat) saya masih disuruh menyiapkan mahar sebesar 150.000 rupiah. Dari situ logika saya mulai bertanya, untuk apa dana itu ? Ngomongnya sih administrasi, tapi ketika saya suruh menjelaskan administrasinya apa aja sampai 150ribu, beliau hanya tersenyum tanpa penjelasan.

Oke saya bisa pahami mungkin karna terlalu banyak rincian yang harus dijabarkan untuk alokasi dana tersebut jika harus dijelaskan secara lisan, saya tetap masih positif thinking saat itu. Berharap setelah saya mengambil berkasnya nanti saya mendapat perincianya secara tertulis. 

# 2 hari kemudian 

Masih di sore hari yang mendung disertai angin sepoi-sepoi, saya kembali kelurahan untuk mengambil berkas yang saya masukan 2 hari yang lalu setelah sebelumnya perut sudah kenyang terganjal baso. Dengan percaya diri tinggi dan pikiran yang full konsentrasi karna sudah kenyang bergegaslah saya kembali ke kelurahan. Setelah sampai sana maka saya di ajak mudin setempat di meja kerjanya untuk berbicara 4 mata, karna di lobi kelurahan cukup banyak orang memang.  Sesampai meja beliau, saya disodorkan amplop coklat berupa surat pengantar nikah yang sudah jadi lalu saya disuruh bayar administrasinya sebesar 150ribu sesuai permintaan beliau 2 hari yang lalu. Saya pun tak lantas langsung membayar, saya masih bertanya lagi untuk apa dana “segitu pak ? Bisa di tuliskan perincianya” namun beliau mengelak. Bahwa tidak ada perincianya. Okelah, saya anggap mungkin beliau repot. Lalu saya segera membayar mahar tersebut, tapi kejadian yang menurut saya aneh terjadi, ketika saya sudah membayar saya tidak mendapat penjelasan apa-apa dari anggaran itu. Sontak logika saya bertanya, untuk apa uang 150ribu itu ? Apa benar masuk Kas kelurahan atau untuk beliau pribadi ? Maka saya memintah kwitansi bukti pembayaran. Namun lagi-lagi beliau menolak untuk membikinkan, sampai saya minta tulisan tangan tanda bukti saja tapi tetap tidak dibikinkan. Dari situ saya benar-benar sudah dongkol sebenarnya, maksudnya bukan dongkol karna kehilangan duit 150ribu. Tapi karna merasa saya tidak dihargai disana, seolah olah saya ini orang bego yang buta struktur organisasi. Mungkin bagi kalian 150ribu itu kecil, memang kecil sih. Namun sekecil apapun itu nominalnya saya tetap menghargainya. Sekalipun rupiah kita tergilas dollar tapi hendaknya kita harus tetap menjunjung tinggi nilai rupiah. Agar uang yang kita keluarkan itu benar-benar berfungsi dengan baik, dan jatuh di tangan orang-orang yang memang baik. Asa masih dimiliki negeri ini, semoga suatu saat nanti rupiah bisa setara dengan dollar. Karna kita memang mempunyai kekayaan alam yang luar biasa.
Kembali ke topik, perihal surat pengantar pindah nikah. Ada beberapa pertanyaan yang mungkin bisa menjadi pencerahan saya disini jika ada yang berkenan untuk menjawab.

1. Apa memang aturanya minta surat pengantar pindah nikah itu bayar ?

2. Kenapa pihak kelurahan enggan memberikan perincian tertulis tentang dana yang masuk ? Kira-kira memang untuk kas kelurahan atau untuk oknum pribadi pegawai setempat ?

3. Hal-hal tersebut mungkin saya menyebutnya korupsi kecil, jika pegawai pemerintahan (kelurahan) menganggarkan dana untuk warganya jika ingin mengurus sesuatu namun tidak disertai perincianya. Kira-kira betul tidak persepsi saya ?

4. Jika memang terbukti hal-hal diatas bisa di katakan korupsi kecil, lalu tindakan pemerintah pusat bagaimana ? Karna di indonesia ini kan terdiri dari ribuan kelurahan serta kecamatan. Jika struktur organisasinya masih memakai budaya lama (pungli, korupsi dll) begitu bisa dibayangkan berapa miliar kerugian negara kalau semua pegawai kelurahan beraliansi untuk melakukan hal serupa.

NB : Saya menulis ini bukan untuk men-judge pihak terkait. Saya hanya ingin menginformasikan realita di wilayah saya berdomisili saat ini..

Terima Kasih

Real Man !!! 

Banyak paradoks tentang judul diatas, semua saya anggap benar. Yang terpenting jangan pernah menyakiti perempuan. Ibu kalian, adik / kakak perempuan kalian, maupun pasangan kalian.
Silakan menjadi brengsek, selama tidak merugikan lingkungan sekitar, selama mampu bertanggung jawab dengan semua konsekuensinya.



Beberapa Picture di atas, hanyalah sebuah ilustrasi bahwa seorang lelaki sejati hendaknya tahu tentang mesin dan listrik. Karna zaman semakin maju, semua serba electric, serba hidrolic, serba mekanis. Maka dari itu pandangan “real man” menurut saya begitu. Tapi bukan berarti kalian yang kerjanya kantoran bukan real men loh, itu hanya ilustrasi saja. 

Apapun kerjaan nya, jangan untuk narkoba ya hasil gajianya. Dan jangan lupa sisihkan sedikit rezeki kita untuk mereka yang membutuhkan. Doa mereka yang tersisihkan lebih afdol (katanya). Hihihiiii

Oke, selamat merencanakan liburan akhir tahun. 
Jalan-jalan…
^___^

Apakah Tuhan tuli ? Saya rasa tidak !!!

​Kali ini saya ingin berbagi sebuah teori untuk menjawab apa yang ditanyakan judul diatas. Ditujukan untuk dibaca semua umur, terutama anak-anak yang kecanduannya belum permanen.

Jadi gini…

Jika meyakini bahwa Tuhan Maha Mendengar, Maha Mengetahui dan TelingaNya Lebih Dekat Dari Urat Leher manusia….

Mengapa manusia berdoa keras-keras dengan pengeras suara?

Mengapa manusia berdoa lewat wall facebook, twitter, blog, TV dll?

Mengapa manusia memamerkan doanya?

Kenapa ada doa yang dilakukan beramai-ramai dengan berteriak-teriak?

Ini penjelasannya:

Aksi macam itu didasari oleh kekecewaan. Mungkin bukan berupa kekecewaan yang disadari, tapi semacam awan pekat yang menyesakkan di bawah sadar.  Manusia kecewa karena doanya tidak ditanggapi Tuhan. Lelah berkali-kali memohon dalam hati, Tuhan tak ada respon. Akhirnya manusia merasa perlu bikin aksi yang lebih menarik perhatian. 

Saat kecewa pada layanan sebuah perusahaan, kita menulis curhat terbuka di media massa. Harapannya, setelah curhat diketahui banyak orang, perusahaan yang dikeluhkan memutuskan untuk menanggapi keluhan kita. Maka trik yang sama kita terapkan dalam menghadapi Tuhan: Jika doa secara personal dari hati tidak ditanggapi, maka dilakukan publikasi doa. Doa dilakukan sedemikian rupa hingga diketahui banyak orang. Dengan harapan Tuhan jadi memperhatikan.

Jika setelah itu pun Tuhan masih tetap membandel tidak ada respon, maka tahapan berikutnya adalah melakukan demonstrasi. Melibatkan banyak orang yang punya keinginan sama.

Mirip rakyat yang mendemo penguasa yang tuli terhadap aspirasi rakyat, manusia ramai-ramai meneriaki Tuhan agar berbuat sesuai tuntutan umat. Bahkan dengan memanfaatkan teknologi terkini, aksi demo dapat disiarkan ke seluruh penjuru semesta agar tuntutan terhadap Tuhan mendapat perhatian dari khalayak yang lebih luas. Dengan publikasi yang dahsyat, diharapkan Tuhan tergerak untuk mengabulkan maunya umat.
Apakah cara-cara tersebut memang segitu ampuhnya? Silakan dibuktikan sendiri dengan eksperimen. Tentunya eksperimen yang jujur, tegas, adil dan tidak mengada-ada.

Ah, begitulah teori saya untuk menjelaskan kenapa manusia pamer doa. Jika anda punya teori yang lebih baik, atau malah trik berdoa yang lebih ampuh, jangan pelit untuk berbagi. 

Setau saya tuhan tidak tuli, alangkah lebih faedah jika tenaga kita untuk meneriaki tuhan di switch menjadi langkah nyata membantu sesama dalam gerak nyata : mengenyangkan yang kelaparan, menghibur yang kesusahan serta mengingatkan untuk kembali ke jalan yang benar jika salah langkah.

C…..U

^_____^