Apakah Tuhan tuli ? Saya rasa tidak !!!

​Kali ini saya ingin berbagi sebuah teori untuk menjawab apa yang ditanyakan judul diatas. Ditujukan untuk dibaca semua umur, terutama anak-anak yang kecanduannya belum permanen.

Jadi gini…

Jika meyakini bahwa Tuhan Maha Mendengar, Maha Mengetahui dan TelingaNya Lebih Dekat Dari Urat Leher manusia….

Mengapa manusia berdoa keras-keras dengan pengeras suara?

Mengapa manusia berdoa lewat wall facebook, twitter, blog, TV dll?

Mengapa manusia memamerkan doanya?

Kenapa ada doa yang dilakukan beramai-ramai dengan berteriak-teriak?

Ini penjelasannya:

Aksi macam itu didasari oleh kekecewaan. Mungkin bukan berupa kekecewaan yang disadari, tapi semacam awan pekat yang menyesakkan di bawah sadar.  Manusia kecewa karena doanya tidak ditanggapi Tuhan. Lelah berkali-kali memohon dalam hati, Tuhan tak ada respon. Akhirnya manusia merasa perlu bikin aksi yang lebih menarik perhatian. 

Saat kecewa pada layanan sebuah perusahaan, kita menulis curhat terbuka di media massa. Harapannya, setelah curhat diketahui banyak orang, perusahaan yang dikeluhkan memutuskan untuk menanggapi keluhan kita. Maka trik yang sama kita terapkan dalam menghadapi Tuhan: Jika doa secara personal dari hati tidak ditanggapi, maka dilakukan publikasi doa. Doa dilakukan sedemikian rupa hingga diketahui banyak orang. Dengan harapan Tuhan jadi memperhatikan.

Jika setelah itu pun Tuhan masih tetap membandel tidak ada respon, maka tahapan berikutnya adalah melakukan demonstrasi. Melibatkan banyak orang yang punya keinginan sama.

Mirip rakyat yang mendemo penguasa yang tuli terhadap aspirasi rakyat, manusia ramai-ramai meneriaki Tuhan agar berbuat sesuai tuntutan umat. Bahkan dengan memanfaatkan teknologi terkini, aksi demo dapat disiarkan ke seluruh penjuru semesta agar tuntutan terhadap Tuhan mendapat perhatian dari khalayak yang lebih luas. Dengan publikasi yang dahsyat, diharapkan Tuhan tergerak untuk mengabulkan maunya umat.
Apakah cara-cara tersebut memang segitu ampuhnya? Silakan dibuktikan sendiri dengan eksperimen. Tentunya eksperimen yang jujur, tegas, adil dan tidak mengada-ada.

Ah, begitulah teori saya untuk menjelaskan kenapa manusia pamer doa. Jika anda punya teori yang lebih baik, atau malah trik berdoa yang lebih ampuh, jangan pelit untuk berbagi. 

Setau saya tuhan tidak tuli, alangkah lebih faedah jika tenaga kita untuk meneriaki tuhan di switch menjadi langkah nyata membantu sesama dalam gerak nyata : mengenyangkan yang kelaparan, menghibur yang kesusahan serta mengingatkan untuk kembali ke jalan yang benar jika salah langkah.

C…..U

^_____^

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

4 thoughts on “Apakah Tuhan tuli ? Saya rasa tidak !!!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s