Evaluasi tentang ekspetasi 2016

Karna keisengan saya yang susah tidur, dengan sengaja saya ingin mengevaluasi hidup saya selama januari hingga desember ini. Apa saja yang sudah didapatkan, apa saja yang sudah terlewatkan, dan apa saja yang stuck tanpa pergerakan.

Dimulai dari pertama sampai kelima. 

1. Tentang kesehatan : dalam setahun ini alhamdullilah jasmani hanya terserang flu ringan dan sedikit meriang (tapi bukan karna kangen mantan loh,heheee) melainkan karna musim pancaroba yang galau menjadikan suhu tubuh menjadi ikut galau juga antara tinggi dan rendah. Untuk rohani, masih tetap sama seperti sebelumnya. Saya masih terus meraba dimana letak ketenangan jiwa yang hakiki itu seperti apa, karna semakin kesini era budaya bar-bar seolah semakin akut. Seolah pancasila dan kebinekaan tidak lagi berarti. Entah apa sebabnya saya juga masih terus bertanya dalam hati. Jika memang Tuhan itu Esa adanya, mengapa kaum terus mempersoalkan jalan untuk sekedar mengabdi kepada beliau, kenapa kaum tetap berebut doktrin tentang semua pembenaran turun temurun dari senior mereka, apakah memang bersatu sesulit itu ? Atau memang sengaja dipersulit ? Yang saya tahu apa yang kita tebar pasti akan kita tuai, maka dari itu, sebisa mungkin saya selalu mendoktrin jiwa saya untuk selalu berbuat baik. Mungkin dampaknya sedikit banyak sudah saya rasakan sekarang. Tak perlu saya jelaskan ilustrasinya, percaya saja berbuat baik pada sesama itu adalah hal yang luar biasa mulia. Selagi kita mampu membuat orang lain bahagia maka jangan tunda dan segera laksanakan. 

2. Tentang amoda transportasi sehari hari saya ; Tak bisa dipungkiri mayoritas masyarakat kita pasti mengukur strata sosial itu dari amoda transportasi yang dipakai. Maka tak heran jika kita melihat mereka yang keblinger akan prestige akan lebih memilih untuk membeli kendaraan pribadi yang mentereng dibanding rumah ataupun kebutuhan yang lainya yang jauh lebih primer. Tak terkecuali saya, dalam ekspetasi saya yang pernah tertuang dalam tulisan saya di penghujung akhir tahun lalu pun begitu. Tapi jujur saja saya sebenarnya gak terlalu mentingin prestige, melainkan waktu itu memang umur masih lebih mudah setahun dan zat nikotin yang terhisap belum terlalu bejibun sehingga detak jantung masih tetap normal sekalipun melaju 130km/jam di atas dua roda. Sehingga saya memimpikan amoda yang cukup gesit namun tetap manusiawi, sebut saja ducati monster. Itu memang motor impian semua lelaki saya rasa. Karna selain bodynya yang garang, isi selinder yang cukup besar kubikasinya, serta harga yang lumayan miring(karna masih berkisar di puluhan juta, belum sampai ratusan juta) heheee. Tapi, alhamdullilah saya masih belum dipercaya oleh tuhan untuk memilikinya tahun ini semoga tahun-tahun berikutnya bisa diijabah oleh-Nya. Dan hingga sekarang masih tetap memakai motor butut usang namun cukup bisa di andalkan dalam setiap kebutuhan saya. Thanks God. 

3. Tittttt…sesuatu yang memang sengaja di hilangkan dan tak perlu banyak orang tahu, karna memang bukan konsumsi publik. Cukup saya dan tuhan yang maha tahu.

4. Tentang rejeki : Sekalipun saya belum mendapat cash 1 miliar rupiah, dan belum bisa untuk menginfeskan isi rekening saya untuk pensiun saya nantinya di masa tua saya ataupun untuk sekedar merubah gaya hidup saya saat ini, tapi saya tetap bersyukur karna selama setahun ini (mungkin) sedikit banyak saya sudah bisa berbagi bahagia kepada sesama yang benar-benar membutuhkan. Dan sekaligus membuat saya semakin sadar lantas jauh lebih dewasa, bahwa kebahagiaan itu bukan terukur dari uang. Hidup memang perlu uang, namun ada bahagia yang tak bisa terbayar oleh uang. Mereka yang bergelimang uang hanya sedang terlena oleh segala bentuk sanjungan dan pujian yang akan bisa membuat kita semakin congkak nantinya. Selama perut tidak sampai kelaparan dan senyum orang-orang terdekat kita masih tetap merekah, itulah kebahagiaan yang sebenarnya. Bukan uang. 

5. Tentang pekerjaan : masih tetap sama, berkutat dengan logika cepat dan pasti, masih tetap turun lapangan, ujan-ujanan, panas-panasan, sampai gegulungan juga kadang..heheee.. Yang terakhir sedikit hiperbola sih. Berat memang mungkin, tapi disitu kadang saya menemukan kebahagiaan tersendiri karna bisa langsung bergaul dengan semua golongan. Dari pegawai harian yang hanya bantu bersih-bersih hingga si empunya pemilik aset perusahaan yang memang sulit terhitung jari tangan jumlah harta yang dimilikinya. Saya banyak belajar dari sana, ilmu-ilmu lapangan yang memang tidak saya dapatkan dibangku akademis saya dulu. Sekalipun body kadang terlihat santai tapi pikiran bekerja keras, terus berputar putar sekiranya peluang apa yang bisa diambil dan bisa dijadikan bisnis yang akan prospek untuk saya sendiri dan orang-orang disekitar saya, tentunya juga tak lupa memikirkan segala probabilitas bad nya. Mengingat ruang gerak di sini (area jawa) semakin sempit, yang pasti dalam mind saya, suatu saat saya harus berdiri sendiri, mandiri dan membuat segalanya menjadi berarti. Tuhan menciptakan umatnya dengan kapasitas volume otak yang sama, jika mereka bisa (si-empunya kapitasi) sudah seharusnya kita bisa, sekalipun memang rezeki orang memang berbeda namun jangan pernah lelah untuk berpikir, beriktiar tentunya juga disertai doa. Semoga tuhan mengijabah. Amien. Sehingga saya bisa merealisasikan ekspetasi saya memiliki pekerjaan yang santai namun memiliki pemasukan yang cukup.

Mungkin ada yang sudah membuat resolusi di tahun 2017 ? Yuk segera dituangkan dalam wordpress. Biar saya bisa baca dan mungkin bisa menginspirasi pembaca lainya..

Seee…yu…..

Tetap damai ya, malam pergantian tahun saat yang tepat untuk perenungan, jangan di jadikan pestapora ga jelas bikin onar..

^____^

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

4 thoughts on “Evaluasi tentang ekspetasi 2016”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s