Pengendali Bahagia

Bicara tentang bahagia banyak macamnya, tapi kali ini saya hanya akan menjelaskan 2 type saja karna dua ini adalah pokok menurut saya yaitu bisa bahagia secara batinia ataupun secara lahiria ataupun bisa kedua duanya. Dan seharusnya memang manusia hidup sudah sepantasnya mendapatkan bahagia secara batinia maupun lahiria.
Karna banyaknya klasifikasi bahagia di semesta tak mungkin saya akan menjabarkan semuanya, karna setiap individu memiliki patokan untuk kebahagianya masing-masing. Dan itu tak akan mungkin bisa untuk diseragamkan. Semua bisa benar tergantung dari sudut mana kita menilai.

* Bahagia batinia : kebahagiaan yang didapat karna rasa senang dalam pikiran, dalam hati, serta dari kedalaman jiwa yang tak bisa di ketahui oleh orang lain selain pelaku bahagia itu sendiri. Bentuknya pun beraneka ragam, komunikasi yang terbuka serta impulsif kepada sesama manusia maupun dengan tuhan yang maha esa, rasa nyaman dalam setiap momentum hidup, segala bentuk aktifitas raga yang terselesaikan sesuai rencana, seks yang memuaskan dan terkendali serta hal-hal lainya yang bersifat intern dan tak akan mungkin nampak oleh indera pengelihatan orang lain. Karna kebahagiaan batin hanya dapat dirasakan bukan divisualkan, tentunya hanya hati dan pikiran yang bisa menjawabnya. Sehingga tak akan mungkin bisa disamakan antara kebagiaan batin individu satu dengan individu lainya. Maka dari itu jangan pernah menilai kebahagiaan seseorang hanya dari sudut visual, sebab ada kebahagiaan batin yang tak akan pernah tertangkap oleh mata. Harus bisa saling menghargai bahwa apa yang mereka pilih adalah kebahagiaan hakiki.

* Bahagia lahiria : Bahagia yang didapat berdasarkan apa yang ditangkap dan dirasa oleh panca indera kita. Sebentuk kebahagiaan yang bisa diapresiasikan melalui berbagai bentuk real, mayoritas mengukur bahagia lahiria berdasarkan tingkat strata sosial dari tiap masing-masing individu. Dan sering dikaitkan dengan uang, kekayaan, lifestyle dlsb. Namun saya disini menulis sebagai golongan minor, bukan mayoritas yang terus berasumsi. Jadi saya menilai orang yang bahagia secara lahiria adalah orang yang sehat walafiat, orang yang masih bisa merasakan kenyang meski dengan lauk seadanya, dan orang yang selalu tampak nyenyak dalam tidurnya sekalipun hanya beralaskan tikar.

Dua penjabaran klasifikasi bahagia diatas hanya sebagian kecil dari berjuta kebahagiaan yang telah dipersiapkan tuhan untuk seluruh umatnya. Tergantung masing-masing umat apakah menerimanya dengan iklas serta lapangdada atau malah selalu memperdebatkanya seolah-olah tuhan tidak adil karna memberi bentuk bahagia yang berbeda. 

Seberat apapun hidup yang terjalani jangan lupa untuk bahagia, manusia hidup dalam semesta memang ditakdirkan untuk selalu bahagia asal tidak berlebihan lantas kebablasan dan harus selalu bisa mawas diri dalam setiap moment bahagianya. Agar tidak terhanyut dalam kebahagiaan yang mungkin hanya bersifat semu belaka. Sekalipun mungkin pernah saya menjelaskan dalam tulisan saya beberapa waktu lalu bahwa hidup hanya menunda kekalahan, sebenarnya. Namun bukan berarti kita tak berhak bahagia, yang terpenting kita manusia harus bisa menjadi “Pengendali Bahagia” bukan dikendalikan bahagia, dengan begitu sekecil apapun bahagia yang kita terima atau kita rasakan adalah kebahagiaan yang hakiki adanya untuk kita.



Salam Bahagia..

^____^

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

8 thoughts on “Pengendali Bahagia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s