Saya sih pilih sipil ^ ^

​”Dipimpin militer atau sipil?”
“Ya gimanapun pilih sipil lah! Kecuali kalau lawannya kaum radikal, baru gw pilih militer” Masih begitu terus pendapat banyak orang di banyak forum. Jadi wajar kalau militer selalu punya hubungan benci tapi cinta dengan kelompok radikal. Wajahnya kelihatan tak akur, tapi sering dicurigai ikut mendanai, membiarkan, atau diam-diam giat melestarikan.

“Usut siapa dibelakangnya, cari tahu siapa yang mendanai!” kata siapa itu, lupa saya…heheee…yang sepertinya yakin betul bahwa Polisi sebenarnya juga sudah tahu.

Mungkin benar, selama ini juga sudah tahu, tapi ya karena itu tadi. Terror dan kekacauan yang ditimbulkan kelompok radikal, memang menguntungkan militer. Memang berat sekali, kalau kita harus menolak sesuatu yang sangat lezat dan menguntungkan kita. Pasti lebih berat dari menolak keperawanan.

Jangan salah pilih, kita bosnya. Jika ada yang salah dalam sebuah instansi demokrasi berarti yang bodoh adalah kita yang memilih, kita sebagai bosnya demokrasi itu sendiri. Mereka yang duduk di ruang ber-ac dan beratribut rapi adalah pembantu kita.
Siapapun pemimpinya harus bisa berlapangdada untuk pekalah, jangan anarki !!! Pemenang sesungguhnya adalah mereka yang dewasa dalam hal pemikiran serta tindakan.
C…U
^___^

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

14 thoughts on “Saya sih pilih sipil ^ ^”

      1. Bukan anarkis dari subjektif maenstream yyaa bang.
        Kalo menurut pendapat saya yaa memang anarkisme memang jalan keluarnya bang.. yaa walau memang utopis. Hhaha minimal dimulai dengan golput dulu deh. Baru selanjutnya balikan sama mantan yang di tikung tentara 😥

        Disukai oleh 1 orang

      2. Golput emang bisa selesaiin masalah ? Justru dgn adanya golput berarti secara g langsung menunjukan kita adalah orang bahula, yg selalu pesimis akan adanya perubahan. Jika seluruh rakyat memilih golput lalu kira” yg jd bosnya siapa donk ?

        Suka

  1. Masalah-masalah hari ini datengnya dari pemerintah lho bang..
    Itu memang destinasi golput menurut aku bang, nda ada tuan – nda ada hamba, nda ada kelas-kelas sosial, menolak sifat-sifat dari pemerintahan (bukan secara administrasinya ya bang).
    Emm, perubahan juga kan namanya kalo bangsa indonesia gak memakai “hak” memilih nya? Hhehe. Disini bukan “kewajiban” memilih lho..

    Disukai oleh 1 orang

    1. Jika menurutmu permasalahan yg dtg sejauh ini karna ulah pemerintah, lalu negara baiknya di atur oleh siapa donk ? Bangkitin lg patih gajah mada gitu ? Atau bbmin londo biar dtg berkunjung kemari ? 😁😁😁

      Kadang belajar sejarah itu emang bagus, cm harus disertai empati yg mendasar. Jika literatur yg diterima hanya berdasar pd satu substansi bisa berabe.

      Memang bukan kewajiban, namanya jg demokrasi, tp seenggaknya kita ga diam jika diberi kesempatan utk bersuara. Kalau sdh ada masalah sdkit aja di sebuah instansi, baru deh demo jerat jerit bakar ban bikin macet, giliran di kasih kesempatan malah diam sok borjuis.

      Sedikit penjelasan aja, kalau pemerintahan era ini jauh lbh bagus dibanding era yg dulu”, apalagi era orba. Jauh bgtlah. Cuma, msh bnyk orng selalu berpatokan ttg kinerja pemerintahan ini ama yg namanya orde baru, era kejayaan semu.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Simpelnya ga mau ada negara, pemerintah, kerajaan, ga mau ada sesusatu yang bisa membuat tangga-tangga sosial bang.
        Manusia memimpin penuh dirinya sendiri atas kebebasan & kemerdekaannya.
        Hhehe, kebayang juga dong bayangin betapa bahagianya idup di suatu wilayah modern tanpa orang demo, juga atau tanpa kekerasan, tanpa politik, tanpa uang dan semua sumber negatif manusia.. anteng banget kan.
        Emang agak utopis, tapi beda tipis sama bangsa yang berharep pemimpin yang adil-jujur-dan bak malaikat yang gak pernah diusung parpol itu.
        Iya bang setuju buangeeeeet.

        Disukai oleh 1 orang

      2. Balik zaman dinosaurus aja..
        Hahahaaa…

        Mungkin selama ini kamu berada dlm (maaf) lingkungan yg krg sehat, jd daya halu nya melampaui batas wajar. 😁😁😁

        Mau g mau, kita ini manusia sisa” orba, jd mewarisi jiwa” borjuis yg tengil. Jika dulu era orba ga mengobral bumi, dan melanjutkan langkah bungkarno yg indonesianis. Mungkin tangga sosial itu bisa dipangkas. Kita berdiri sendiri tanpa perlu mengkiblatkan diri pada $. Cuma, kenyataan yang terjadi sdh terlanjur. Kepalang basah, kalau mau merdeka dgn arti merdeka yg sesungguhnya saya rasa susah.

        Langkah yg tepat teruskan berlari, obral bumi tp majukan negeri. Mungkin kelak, entah generasi keberapa negeri ini pasti akan merdeka dgn arti merdeka yg sesungguhnya.

        Dimulai dr diri sendiri, kira” apa yg kau bs kasih utk negeri ? Karya hebat apa yg sdh kau raih utk merubah persepsi diri ? Jika pun belum jgn berkecil hati. Ak pun belum jg apa”, tp sedang dlm proses menuju kesana.

        Hal termuda utk saat ini agar bumi tdk semakin rusak adalah, stop !!! Berhenti ikuti mainstream, selerah pasar itu sungguh menggelikan, selama masih memperhambakan itu indonesia akan semakin sulit bangun dr keterpurukan. Karna bukan pemerintahany yg membuat semakin hancur, melainkan generasi muda yg terus melacur pada strata sosial itu sendiri, mainstream selera pasar yg basbang.. Karna sibuknya mereka utk meninggihkan prestige diri hingga melupakan tugas utamanya sebagai generasi penerus bangsa ini.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s