Dia Adalah….

Sebelum samar “DIA” begitu terang, Dulu.

Satu kalimat, Satu kata. Banyak makna, mari ber-intuisi. Silakan bebas mengartikan tentang “DIA” dalam setiap pemahaman nalar kalian, bahwa memang tak bisa dipungkiri jika hidup hanyalah menunda kekalahan.

Saya sendiri mengartikan DIA dengan harapan, perjuangan, dan doa yang belum terjawab.

* Sebelum samar “DIA” begitu terang. Dulu.
Dia adalah Harapan : sebuah ketidakmungkinan yg bisa terjadi dalam semalam, dengan sekuat tenaga saya selalu memberi asa dalam tiap langkah saya, agar ketidakmungkinan itu bisa terijaba. Namun pasti ada kendala dalam setiap perjalanan hidup manusia seakan harapan yang dulu begitu nyata tiba-tiba menjadi samar. Dan menghilang.

* Sebelum samar “DIA” begitu terang. Dulu.
Dia adalah Perjuangan : gerak manusia yang menginginkan perubahan dalam hidupnya, disertai keyakinan yg kuat disanubarinya. Namun lagi-lagi menemui kendala di tengah jalan, karna beberapa faktor yang sudah tidak mudah lagi untuk dikondisikan dan tiap manusia memang memiliki titik lelah dalam hidupnya termasuk saya, lagi-lagi menjadi samar, dan (seolah) menemui jalan buntuh untuk arah langkah selanjutnya.

* Sebelum samar “DIA” begitu terang. Dulu.
Dia adalah Doa : Selain beriktiyar manusia memang hendaknya melakukan doa dalam tiap langkah hidupnya. Agar apa yang diinginkan bisa terwujud, agar tiap langkahnya menjadi berkah untuk yang lainya, berharap tuhan mau sedikit repot dengan kita (manusia) yang hina ini karna gairah duniawi yang terlalu berlebihan, lantas segera mengabulkanya. Namun lagi-lagi kita lelah, lelah untuk berjalan, lelah untuk berjuang hingga lelah untuk berdoa. Mungkin tuhan benar-benar murka, dan segala doa kita hanyalah seonggok tumpukan doa-doa dari para pendosa didunia. Yang entah sampai kapan akan terjawab.

Pikirkan & Renungkan.
* Sudah benarkah “harapan” kita, ? Harapan yang tulus untuk kebahagiaan bersama, harapan yang adil tanpa mengedepankan ego semata, agar tidak ada yang terluka, agar tidak ada lagi yang kecewa. Kadang manusia sering lalai untuk itu, dan sering mengharapkan sesuatu yang pada dasarnya sangat bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.

* Sudah tepatkah arah “perjuangan” kita ? Perjuangan yang tulus mengedepankan toleransi tanpa ada bumbu-bumbu konspirasi untuk memperkaya beberapa golongan sendiri dan menzalimi beberapa golongan yang lainya.

* Sudah pantaskah “Doa” yang terpanjatkan ? Bukankah tuhan adalah maha mendegar, pun maha tahu segalanya. Mungkin doa kita selama ini adalah doa yang mengedepankan gairah dunia mengkesampingkan ketentraman hati hingga tuhan menjadi malas untuk sekedar intervensi.

Note : Harapan, Perjuangan & Doa manusia yang belum terjawab. Sebelum samar dia begitu terang, dulu. Sekalipun mungkin saat ini samar bukan berarti berhenti untuk menjadikanya lugas. Hanya saja setiap insan manusia memang memiliki masa-masa terlelah dalam hidupnya. Diam sejenak, meratap, nikmati momentnya. Tapi jangan sampai terhanyut dan larut didalamnya. Dewasa bukan mengingkari kesedihan, lantas keluar mencari bahagia palsu seperti yang dipaparkan mayoritas. Dewasa adalah pemikiran yang tenang, sikap yang bijaksana, dan masterpiece manusia yang tertunda. Semangat. Kita pasti bisa.

Dunia dalam tanda tanya ( ? ) 
Manusia sebagai pelaku-NYA.

Iklan

Penulis: Senja Kelana

Seorang pria yang menyukai senja, tak terikat, bebas terkendali, dan menghargai perbedaan.

2 thoughts on “Dia Adalah….”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s