Pencapaian, yang belum tercapai di hari nan fitri.

Maksud lo pencapaian ?

Iya, pokoknya itu lah. Apa yang sudah lu capai di umur segini di hari nan fitri ini ?

Hmmm….


Bingung kan? Coba kalau lu sudah nikah, sudah bikin anak, kan jawabnya gampang. Tinggal ngomong: “gw dah bikin anak 2 biji gan! satu jantan satu betina, sudah pada sarjana dan kerja. satu di sydney satu di ausi, dah pada kawin juga, tar lagi gw punya cucu, blah bla blah…”




Hmm… begitu ya…?



I
ya. Setidaknya kalau kumpul dengan keluarga besar atau kondangan kawinan, tidak datang sendiri. Apalagi udah sendiri masih jadi target ledekan gegara jadi satu-satunya jomblo tua padahal yang lain sudah ada yang menjandamenduda. 

Dan hubungannya sama pencapaian tadi adalah ?


Lho, ya pencapaian itu. Lu hidup sekali jangan disia-sia. Harus ada karya yang bisa dibanggakan. Sesuatu yang bermanfaat untuk umat manusia dan generasi mendatang. Biar derajat lu bisa setara dengan teman-teman.




Harus ya?


Iya!! 




Sesuatu yang bisa dibanggakan itu… semacam… anak ?


Memangnya orang sekelas lo mau bikin apa lagi ? Mengubah undang-undang ? Merubah arah dunia ? Bikin ulah bersejarah ? Sesuatu yang… ah… jauuuuh bro. Jangan lah lo berkhayal terlalu tinggi. Cukup lo kawin, ngeseks yang enak, jadikan anak, berjuang membesarkan mereka, jadi deh seorang orang tua dengan pencapaian yang membanggakan.



Baiklah… 

Sepertinya ngeseks itu menarik juga.


Plak!

“Selamat idul fitri, untuk seluruh umat yg merayakan”. Jadikan acara kumpul-kumpul bareng sanak saudara, sahabat, kerabat, beserta musuh bebuyutan menjadi lebih berarti. Entah itu beserta pasangan plus momongan, ataupun masih saja sendirian. Tak usah gusar. Semoga analogi diatas dapat membantu temukan solusinya. 

Pencapaian manusia, yang belum tercapai. Kira-kira ada hal lain mungkin yang bisa lebih mendasar dan manusiawi dari sekedar beranak pinak untuk pencapaian ras manusia ???

Iklan