Share…

Selamat tahun baru untuk teman-teman bloger yang dikenal maupun cukup tahu saja. Semoga hari kalian bisa lebih sehat, bahagia dan lancar selalu selama tahun 2018 ini. Amien.

Sudah lama gak main blog serasa tangan kaku untuk ngetik, bukan bosan ataupun enggan berkunjung dimari, melainkan karna dampak kesehatan yang menurun dalam beberapa bulan ini, isi kepala pun serasa ngambang untuk berpikir berat seperti sediakalah, maka lepaskanlah. Heheee..

Ada beberapa hal yang cukup menarik dalam hidup saya yang akan saya bagikan untuk kalian, semoga bermanfaat atau hanya untuk sekedar wacana penguatan. Apapun itu bentuknya tetap positifkan logika kalian, dan JANGAN PERNAH selaraskan logika dan hati kalian, karna selamanya “mereka” tak akan bisa selaras dan sejalan. Maka nikmati saja prosesnya, logika dijalankan untuk membentuk pondasi hidup yang kuat, hati digerakan untuk perdamaian dalam keberagaman.

Share :

Manusia hidup berhak untuk memilih jalan hidupnya, pilihan yang tepat akan membahagiakan. Namun, tuhan tidak semudah itu memberi kebahagiaan. Butuh perjuangan yang harus manusia lalui & pertahankan, Saya percaya tuhan itu Maha & Esa. Menyiapkan segala sesuatunya yang indah pada akhirnya. 


 # 1

Iklan

Aku dan Sisi lain Diriku (Perdebatan diri sendiri)

Di antara hidup, dalam berjuta kontemplasi yang telah dilakoni. Terlintas hal tentang sebuah kebiasaan saya dalam dunia maya di waktu yang telah lewat baru saja. Terutama di forum-forum dan blog yang saya singgahi. Sebuah kebiasaan yang akhir-akhir ini sepertinya semakin melemah, dan semakin jarang dilakukan. Hal itu mungkin bukan karena sebuah kesadaran yang mutlak, tapi lebih kepada rasa jenuh yang menyergap.

Namun walau berawal dari rasa jenuh. Pada akhirnya saya sedikit menyadari bahwa kebiasaan tersebut memang pantas untuk ditinggalkan. Karena kebiasaan tersebut kadang, ah… bukan kadang melainkan sering membuat kebenaran itu jadi tersembunyi akibat ego tidak ingin kalah. Apalagi jika kebenaran itu berasal dari orang yang mengusung pendapat yang seakan mengkounter pendapat diri. Padahal ketika dengan jernih berpikir lagi, maka ternyata pendapat itu tidak menkounter sama sekali, melainkan melengkapi pendapat diri, hingga semakin mendekati kebenaran.

Teringat dulu, ketika kebiasaan ini sudah menjadi makanan sehari-hari dalam usaha untuk membela ego tidak mau kalah itu. Sampai-sampai semua hal bisa di manfaatkan untuk berkelit, padahal kadang jauh di hati terdalam sudah merasa kalau pendapat diri memang keliru. Tapi tetap saja membuat berbagai pelintiran-pelintiran sehingga seolah-olah pendapat tersebut adalah sebuah kebenaran yang mutlak. Kadang saking hebatnya memelintir, maka seolah-olah pendapat tersebut adalah pendapat Tuhan sendiri. Siapa yang berani menyalahkan lagi kalau begitu heh?!!!

Tapi tersadari juga bahwa kebiasaan itu bukan tidak ada gunanya sama sekali. Toh dalam kasus saya maka akhirnya kebiasaan itu menjadi bahan renungan akan arti sebuah kebenaran. Dan tersadari bahwa jika memang sebuah hal itu adalah kebenaran maka akan selalu menjadi kebenaran. Walau dicoba untuk memolesnya dengan pelintiran terbagus menjadi seolah-olah bukan kebenaran. Dan demikian juga sebaliknya, bahwa secanggih apapun memoles sebuah ketidak-benaran, maka itu tetap merupakan ketidak-benaran. Ketika kesadaran akan hal-hal di atas semakin meraja dalam diri.

Maka secara otomatis niat untuk berdebat semakin hilang. Palingan kadang hanya ada niat usil, sekedar menggelitik untuk mengajak berpikir . Biasanya dilakukan dengan mempertanyakan sebuah pendapat, dengan memberi opini yang berlawanan. Yang harapan saya akan memacu diri sendiri dan partner berpendapat untuk bisa berpikir lebih dalam dan dengan sudut yang lebih luas lagi. Jadi marilah kita sekedar bermain-main pendapat, demi peningkatan kualitas diri. Toh, hidup ini kan hanya sebuah senda gurau saja, jangan terlalu di ambil serius, agar kesenangan hidup tidak hilang dari rasa.

*senyum-senyum mengenang perdebatan diri*

Chitchat simbaknya

​Nja, menurut lo selingkuh itu salah secara moral gak sih ? So far, hubungan gue sm hubby lebih ke open relationship, dan dia merasa oke2 aja kalo gue jalan sama cowok lain. 


Minggu kemaren gue pulkam, dan ketemu sohib lama. So sohib dulu pernah ngaku kalo dia patah hati waktu gue merid. Gue masih ngeliat chemistry itu di dia. Makanya, gue rencana mau ngajak dia bekpekeran somewhere suatu hari nanti. Dia seneng banget sih, cuma kayaknya dia ada guilty feeling secara gue kan istri orang. Gimana ya caranya menghilangkan guilty feeling dia ?

Mbak yang baik dan seksi sekali…. Kalau memang kesepakatan “open relationship” sama suami ini artinya masing-masing boleh jalan, boleh main hati dan boleh ngeseks sama orang lain, yaa… Rencana dengan sohib itu ndak tergolong selingkuh dong. Masalah guilty feeling si mas/mbak sohib terkemistri cukup diobati dengan kejujuran, kasih tahu bahwa mbak dan suami memang sepakat untuk open relationship. Dijamin tak akan ada hati terluka, tak ada janji teringkari. Saya yakin, setelah si sohib berhasil memahami, hubungan macam apa yang mbak miliki dengan suami, dia akan kehilangan guilty feelingnya.

Dan untuk pertanyaan pertama, Saya mungkin bukan orang bermoral, bukan pula orang yang percaya dosa. Tapi namanya selingkuh itu sangat sulit saya terima. Curang dan mengingkari kesepakatan itu bukan hanya menyakiti perasaan, tapi juga membuktikan bahwa kita belum bisa mengendalikan diri. Membuktikan bahwa kita masih tega mengorbankan rekanan demi nafsu pribadi. Sudah pernah coba bisnis kan? Pasti tahu apa kerusakan yang pasti terjadi jika ada rekanan yang selingkuh dan mengingkari kesepakatan. Nah, jika efek penghianatan dalam relasi yang cuma urusan duit saja sudah begitu menghancurkan, bagaimana jika itu terjadi dalam hubungan yang melibatkan mimpi-mimpi dan perasaan terdalam manusia ?

Sebaiknya hati-hati, pastikan pak suami memandang “open relationship” dengan cara yang sama, jangan-jangan beliau cuma membolehkan jalan saja tapi tak boleh main chemistry.

Pencapaian, yang belum tercapai di hari nan fitri.

Maksud lo pencapaian ?

Iya, pokoknya itu lah. Apa yang sudah lu capai di umur segini di hari nan fitri ini ?

Hmmm….


Bingung kan? Coba kalau lu sudah nikah, sudah bikin anak, kan jawabnya gampang. Tinggal ngomong: “gw dah bikin anak 2 biji gan! satu jantan satu betina, sudah pada sarjana dan kerja. satu di sydney satu di ausi, dah pada kawin juga, tar lagi gw punya cucu, blah bla blah…”




Hmm… begitu ya…?



I
ya. Setidaknya kalau kumpul dengan keluarga besar atau kondangan kawinan, tidak datang sendiri. Apalagi udah sendiri masih jadi target ledekan gegara jadi satu-satunya jomblo tua padahal yang lain sudah ada yang menjandamenduda. 

Dan hubungannya sama pencapaian tadi adalah ?


Lho, ya pencapaian itu. Lu hidup sekali jangan disia-sia. Harus ada karya yang bisa dibanggakan. Sesuatu yang bermanfaat untuk umat manusia dan generasi mendatang. Biar derajat lu bisa setara dengan teman-teman.




Harus ya?


Iya!! 




Sesuatu yang bisa dibanggakan itu… semacam… anak ?


Memangnya orang sekelas lo mau bikin apa lagi ? Mengubah undang-undang ? Merubah arah dunia ? Bikin ulah bersejarah ? Sesuatu yang… ah… jauuuuh bro. Jangan lah lo berkhayal terlalu tinggi. Cukup lo kawin, ngeseks yang enak, jadikan anak, berjuang membesarkan mereka, jadi deh seorang orang tua dengan pencapaian yang membanggakan.



Baiklah… 

Sepertinya ngeseks itu menarik juga.


Plak!

“Selamat idul fitri, untuk seluruh umat yg merayakan”. Jadikan acara kumpul-kumpul bareng sanak saudara, sahabat, kerabat, beserta musuh bebuyutan menjadi lebih berarti. Entah itu beserta pasangan plus momongan, ataupun masih saja sendirian. Tak usah gusar. Semoga analogi diatas dapat membantu temukan solusinya. 

Pencapaian manusia, yang belum tercapai. Kira-kira ada hal lain mungkin yang bisa lebih mendasar dan manusiawi dari sekedar beranak pinak untuk pencapaian ras manusia ???

Pergesaran paradigma WANITA yang HARUS diluruskan !!!

mari siapkan daya tawar kalian

ortu banting tulang utk pendidikan tinggi kalian

jangan mau setelah nikah malah diam,

tidak bekerja, tidak berpenghasilan.

jangan malas bekerja

jangan pula mau disuruh suami berdiam diri

ayo kerja, bikin usaha, cari penghasilan

persiapkan,

apapun dlm pernikahan bisa sj terjadi

kalau pun terjadi suami macam2

jangan takut bercerai

do not afraid to be single!

meski kini byk kaum perempuan lebih mampu

dlm ekonomi drpd kaum lelaki

tunjukkan pada mereka bhw kita sejatinya

adalah ibu pertiwi

memiliki segudang kasih sayang

tidak memiliki hasrat utk jadi kadal darat

jika ada hasrat dan mental berpoliandri

apa bedanya kita dengan anjing dan monyet purba

kita mampu menjadi ibu yang mengajarkan

anak laki-laki kita menjadi manusia sesungguhnya

bukan hewan

tunjukkan pula bahwa kita istri yang hebat dan berbudi

ayo perempuan

ubah paradigma kalian ttg tubuh

berdayakan otak dan keterampilan kalian

jangan kalian hanya mengandalkan tubuh

dan merasa cukup dengannya

tidak terhormat kalian jika punya mental

ingin jadi istri/selir/simpanan kedua kelima dst

meski kalian berharta

jgn pula punya mental priyayi yg rakus dunia

hingga bangga merebut suami orang

MayDay (INTERUPSI)

Kalo tak diawasi kerjanya ngasal

Kalo ada kesempatan, mencuri

Kalo dibilangin malah cemberut

Diancam pecat malah balik mengancam dan menebar hasut

Setelah dipecat berani ngerusak

Aparat ?

Para keparat cuma hobi pungli dan merampok rakyat

Ya sudah,

Lain kali nerima buruh harus beneran selektif

. . . . . . .

Yang tamak dan rakus memang tak akan pernah merasa cukup. Sifat destruktif ini bukan monopoli para pengusaha, buruh juga banyak. Tapi masih lebih banyak buruh yang jujur sih  ^__^ peace….

Selamat Hari Buruh, maaf terlambat.