Selepas Hibernasi (senja kelana)

Sudah beberapa pekan terlewatkan mungkin lebih dari sekedar pekan melainkan beberapa bulan, adakah yang rindu ? Heheee.. Semoga saja tidak.

Selepas hibernasi panjang ini entah kemana senja kelana menghilang, tak kunjung datang. Atau mungkin sudah melacurkan diri pada penguasa ? Atau mungkin saya yang sudah sehat ? Entahlah. Saya dan senja kelana layaknya sodara kembar, satu tubuh dua jiwa !!

Disaat pikiran normal datang, saya stagnasi menikmatinya. Mungkin itu yang membuat saya memutuskan hibernasi dari sini. Tapi tunggu dulu, bukankah ada jiwa lain yang siap menanti saya kembali, jiwa senja kelana yang kritis, intoleransi dan fisioner. Namun banyak hal janggal di diri senja kelana, dia terlalu pintar untuk saya yang ini.

“Lu bego banget, tolol, idiot bisa jadi. Kenapa lu stagnasi di masa ini. Bukanya masalalu lu gak cukup indah untuk selalu dikenang. Lu terlahir dari keluarga berada, terpandang dan punya segalanya. Bukan berarti lu diam mengingat masa indah itu, jadikan itu motivasi bahwasanya akan ada momentum pukul balik keadaan lu yang memperihatinkan saat ini. Lu baru gua tinggal sebentar aja sudah bego lagi, ayolah…Kita bareng-bareng hancurkan peradaban ini. Telanjangi kemunafikan para pemeran utama panggung sandiwara kehidupan yang begitu naif ini, cuih.!!!”

Nja, pliss… Gua butuh waktu untuk berpikir jernih, biarkan gua sendiri

“Hahaaaa, pikiran jernih lu akan buat lu mampus tolol. Di dunia yang tidak tulus ini gak ada orang yang setengah-setengah. Lu bisa aja sukses sesukses suksesnya ataupun hancur sehancur hancurnya. Terserah lu mau melacurkan diri ama penguasa lagi seperti beberapa bulan kemarin atau coba usaha baru yang bisa kembalikan masa masalu lu yang uindaaaahhhh itu.. Asal jangan stag begini, gua kasian liatnya. Biarkan pikiran liar lu menuntun lu kembali pada masa kejayaan lu, ya…sekalipun memang harus mengorbankan jiwa-jiwa naif yang membabu dalam sebuah instansi, tak apalah. Toh mereka juga bukan keluarga dari moyang lu. Besar dan kecil itu emang harus tetap ada, lu gak akan bisa mensejajarkanya. Gua juga eneg ama penguasa tapi gua masih rasional, gua melacur untuk belajar jadi penguasa. Setelah gua benar benar jadi penguasa singgasana baru deh gua akan buat tatanan infrastruktur yang adil dan makmur untuk semua golongan. Mau sampai kapan lu seperti ini ? No Power, Low Grade !!

# 1
Continue…

Iklan

Selamat idul Fitri untuk yang merayakan

Maksud diri ingin menjabarkan semua kisah selama satu tahun kebelakang lalu, namun karena berbagai pertimbangan yang sulit dikondisikan maka saya tidak melakukanya. Saya hanya akan mengulas dan merevisi tentang hidup saya dengan SENDIRI. Berkata pada diri sendiri lalu diam pada yang lainya.

Di hari yang Fitri ini cuaca Surabaya cukup terik, jalanan cukup lega dikarenakan banyak yang mudik, sanak family pada berkumpul. Dan Ramai..

Saya mengakui “kekalahan” saya sebagai manusia normal, “keterbatasan” emosional saya, dan “ketergantungan” pada sebuah harapan. Tiga elemen penting dalam hidup saya dalam waktu dekat kemarin, perlahan membuat saya menjadi semakin dewasa bahwasanya hidup tidak benar-benar plastik, pun tidak pula lugas. Cukup menjadikanya sebuah pelajaran hidup yang tak mungkin didapat dari bangku akademik, Melainkan dari guru kehidupan itu sendiri.

Mohon maafku kepada :

* Allah swt, pemilik jiwa raga dan semesta raya.
* Muhammad Saw, penuntun umat
* Mama Pratiwi Intari di surga
* Dan SEMUANYA (yang ga bisa disebut satu persatu)

Semoga dihari nan Fitri ini kita sebagai manusia biasa dapat menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi dari berbagai sisi, bisa saling memahami untuk berbagi, dan bisa saling toleransi untuk keselarasan hidup berdampingan. Amien…

15 Juny 2018
Senja Kelana

Pray for Surabaya, (f**k terorist)

Surat Terbuka untuk dalang Teror !!!

1. Apa alasan kalian merencanakan teror ? Janji Surga ? Finansial lemah ? Atau hobi kalian memang saling bunuh tumpah darah seperti zaman bahula dl !!!

2. Dalil apa yg kalian gunakan ? Untuk tiket surga ? Atau untuk kehidupan yang lebih layak bagi sanak saudara kalian sendiri karena mendapat imbalan berupa rupiah ? !!!

3. Sadarkah kalian apa yg kalian lakukan itu ciri manusia purba yang cuma searah ? Sedangkan kalian hidup di era modern. Yang apa” serba instan, plisss jangan goblok lagi donk.

Alasan janji surga ?
Surga ada di alam setelah kalian wafat, dan itu hanya bisa diketahui oleh orang” yang penuh kasih, penuh toleransi, dan saling menghargai. Jangan mengatasnamakan tuhan ataupun agama untuk membunuh manusia. Karena pada dasarnya kalian itu adalah iblis berjubah agama yang haus akan pertumpahan darah.

Alasan finansial ?
Harus gitu biar dpt ratusan juta tp membunuh org yang tidak bersalah. Padahal syarat bahagia itu bukan rupiah, syarat kenyang pun bukan rupiah. Tapi kebersamaan yang tidak membedah bedahkan.

Marilah sadar !!!
Sebelum tuhan benar benar memberi kutukan melalui alamnya, sebelum tuhan benar benar murka. Mari kalian segera bertobat, jangan dangkal pikiran, jangan juga kecil hati. Kita semua bersaudara, satu nusa satu bangsa. Indonesia…

Kapan saat yang tepat untuk menulis lagi ?

Pertanyaan umum yang sering terbaca olehku di jagad world press,

“entahlah !!! mungkin nanti jika isi kepala sudah bisa diajak mikir berat lagi. Atau mungkin kelak jika kegiatan dunia nyata sudah sedikit berkurang.”

Pagi buta sudah bangun, aktifitas untuk tetap bertahan hidup, mengumpulkan pundi-pundi recehan hingga petang lalu beranjak pulang. Sampai rumah, baca-baca bentar langsung tepar. Besoknya begitu lagi, terus dan masih saja begitu. Lalu kapan sempat untuk menulis ? Jangankan menulis,untuk berpikir panjang pun tak sempat sepertinya. Tapi meskipun begini, dalam angan masih menyimpan asa tinggi sebenarnya. Hanya saja karna manajemen waktu yang buruk yang membuat saya menelantarkan sementara rumah saya di jagad maya ini.

Sebenarnya bukan hanya karena kesibukan dunia nyata aja sih yang menyita waktu saya, banyak penganalogian yang bisa di jabarkan. Tapi kalau saya jelaskan sekarang, jadi tulisan donk. Sedangkan saya lagi malas nulis. Heheee..

LALU ???

Share…

Selamat tahun baru untuk teman-teman bloger yang dikenal maupun cukup tahu saja. Semoga hari kalian bisa lebih sehat, bahagia dan lancar selalu selama tahun 2018 ini. Amien.

Sudah lama gak main blog serasa tangan kaku untuk ngetik, bukan bosan ataupun enggan berkunjung dimari, melainkan karna dampak kesehatan yang menurun dalam beberapa bulan ini, isi kepala pun serasa ngambang untuk berpikir berat seperti sediakalah, maka lepaskanlah. Heheee..

Ada beberapa hal yang cukup menarik dalam hidup saya yang akan saya bagikan untuk kalian, semoga bermanfaat atau hanya untuk sekedar wacana penguatan. Apapun itu bentuknya tetap positifkan logika kalian, dan JANGAN PERNAH selaraskan logika dan hati kalian, karna selamanya “mereka” tak akan bisa selaras dan sejalan. Maka nikmati saja prosesnya, logika dijalankan untuk membentuk pondasi hidup yang kuat, hati digerakan untuk perdamaian dalam keberagaman.

Share :

Manusia hidup berhak untuk memilih jalan hidupnya, pilihan yang tepat akan membahagiakan. Namun, tuhan tidak semudah itu memberi kebahagiaan. Butuh perjuangan yang harus manusia lalui & pertahankan, Saya percaya tuhan itu Maha & Esa. Menyiapkan segala sesuatunya yang indah pada akhirnya. 


 # 1

Aku dan Sisi lain Diriku (Perdebatan diri sendiri)

Di antara hidup, dalam berjuta kontemplasi yang telah dilakoni. Terlintas hal tentang sebuah kebiasaan saya dalam dunia maya di waktu yang telah lewat baru saja. Terutama di forum-forum dan blog yang saya singgahi. Sebuah kebiasaan yang akhir-akhir ini sepertinya semakin melemah, dan semakin jarang dilakukan. Hal itu mungkin bukan karena sebuah kesadaran yang mutlak, tapi lebih kepada rasa jenuh yang menyergap.

Namun walau berawal dari rasa jenuh. Pada akhirnya saya sedikit menyadari bahwa kebiasaan tersebut memang pantas untuk ditinggalkan. Karena kebiasaan tersebut kadang, ah… bukan kadang melainkan sering membuat kebenaran itu jadi tersembunyi akibat ego tidak ingin kalah. Apalagi jika kebenaran itu berasal dari orang yang mengusung pendapat yang seakan mengkounter pendapat diri. Padahal ketika dengan jernih berpikir lagi, maka ternyata pendapat itu tidak menkounter sama sekali, melainkan melengkapi pendapat diri, hingga semakin mendekati kebenaran.

Teringat dulu, ketika kebiasaan ini sudah menjadi makanan sehari-hari dalam usaha untuk membela ego tidak mau kalah itu. Sampai-sampai semua hal bisa di manfaatkan untuk berkelit, padahal kadang jauh di hati terdalam sudah merasa kalau pendapat diri memang keliru. Tapi tetap saja membuat berbagai pelintiran-pelintiran sehingga seolah-olah pendapat tersebut adalah sebuah kebenaran yang mutlak. Kadang saking hebatnya memelintir, maka seolah-olah pendapat tersebut adalah pendapat Tuhan sendiri. Siapa yang berani menyalahkan lagi kalau begitu heh?!!!

Tapi tersadari juga bahwa kebiasaan itu bukan tidak ada gunanya sama sekali. Toh dalam kasus saya maka akhirnya kebiasaan itu menjadi bahan renungan akan arti sebuah kebenaran. Dan tersadari bahwa jika memang sebuah hal itu adalah kebenaran maka akan selalu menjadi kebenaran. Walau dicoba untuk memolesnya dengan pelintiran terbagus menjadi seolah-olah bukan kebenaran. Dan demikian juga sebaliknya, bahwa secanggih apapun memoles sebuah ketidak-benaran, maka itu tetap merupakan ketidak-benaran. Ketika kesadaran akan hal-hal di atas semakin meraja dalam diri.

Maka secara otomatis niat untuk berdebat semakin hilang. Palingan kadang hanya ada niat usil, sekedar menggelitik untuk mengajak berpikir . Biasanya dilakukan dengan mempertanyakan sebuah pendapat, dengan memberi opini yang berlawanan. Yang harapan saya akan memacu diri sendiri dan partner berpendapat untuk bisa berpikir lebih dalam dan dengan sudut yang lebih luas lagi. Jadi marilah kita sekedar bermain-main pendapat, demi peningkatan kualitas diri. Toh, hidup ini kan hanya sebuah senda gurau saja, jangan terlalu di ambil serius, agar kesenangan hidup tidak hilang dari rasa.

*senyum-senyum mengenang perdebatan diri*