Aku dan Sisi lain Diriku (Perdebatan diri sendiri)

Di antara hidup, dalam berjuta kontemplasi yang telah dilakoni. Terlintas hal tentang sebuah kebiasaan saya dalam dunia maya di waktu yang telah lewat baru saja. Terutama di forum-forum dan blog yang saya singgahi. Sebuah kebiasaan yang akhir-akhir ini sepertinya semakin melemah, dan semakin jarang dilakukan. Hal itu mungkin bukan karena sebuah kesadaran yang mutlak, tapi lebih kepada rasa jenuh yang menyergap.

Namun walau berawal dari rasa jenuh. Pada akhirnya saya sedikit menyadari bahwa kebiasaan tersebut memang pantas untuk ditinggalkan. Karena kebiasaan tersebut kadang, ah… bukan kadang melainkan sering membuat kebenaran itu jadi tersembunyi akibat ego tidak ingin kalah. Apalagi jika kebenaran itu berasal dari orang yang mengusung pendapat yang seakan mengkounter pendapat diri. Padahal ketika dengan jernih berpikir lagi, maka ternyata pendapat itu tidak menkounter sama sekali, melainkan melengkapi pendapat diri, hingga semakin mendekati kebenaran.

Teringat dulu, ketika kebiasaan ini sudah menjadi makanan sehari-hari dalam usaha untuk membela ego tidak mau kalah itu. Sampai-sampai semua hal bisa di manfaatkan untuk berkelit, padahal kadang jauh di hati terdalam sudah merasa kalau pendapat diri memang keliru. Tapi tetap saja membuat berbagai pelintiran-pelintiran sehingga seolah-olah pendapat tersebut adalah sebuah kebenaran yang mutlak. Kadang saking hebatnya memelintir, maka seolah-olah pendapat tersebut adalah pendapat Tuhan sendiri. Siapa yang berani menyalahkan lagi kalau begitu heh?!!!

Tapi tersadari juga bahwa kebiasaan itu bukan tidak ada gunanya sama sekali. Toh dalam kasus saya maka akhirnya kebiasaan itu menjadi bahan renungan akan arti sebuah kebenaran. Dan tersadari bahwa jika memang sebuah hal itu adalah kebenaran maka akan selalu menjadi kebenaran. Walau dicoba untuk memolesnya dengan pelintiran terbagus menjadi seolah-olah bukan kebenaran. Dan demikian juga sebaliknya, bahwa secanggih apapun memoles sebuah ketidak-benaran, maka itu tetap merupakan ketidak-benaran. Ketika kesadaran akan hal-hal di atas semakin meraja dalam diri.

Maka secara otomatis niat untuk berdebat semakin hilang. Palingan kadang hanya ada niat usil, sekedar menggelitik untuk mengajak berpikir . Biasanya dilakukan dengan mempertanyakan sebuah pendapat, dengan memberi opini yang berlawanan. Yang harapan saya akan memacu diri sendiri dan partner berpendapat untuk bisa berpikir lebih dalam dan dengan sudut yang lebih luas lagi. Jadi marilah kita sekedar bermain-main pendapat, demi peningkatan kualitas diri. Toh, hidup ini kan hanya sebuah senda gurau saja, jangan terlalu di ambil serius, agar kesenangan hidup tidak hilang dari rasa.

*senyum-senyum mengenang perdebatan diri*

Iklan

Chitchat simbaknya

​Nja, menurut lo selingkuh itu salah secara moral gak sih ? So far, hubungan gue sm hubby lebih ke open relationship, dan dia merasa oke2 aja kalo gue jalan sama cowok lain. 


Minggu kemaren gue pulkam, dan ketemu sohib lama. So sohib dulu pernah ngaku kalo dia patah hati waktu gue merid. Gue masih ngeliat chemistry itu di dia. Makanya, gue rencana mau ngajak dia bekpekeran somewhere suatu hari nanti. Dia seneng banget sih, cuma kayaknya dia ada guilty feeling secara gue kan istri orang. Gimana ya caranya menghilangkan guilty feeling dia ?

Mbak yang baik dan seksi sekali…. Kalau memang kesepakatan “open relationship” sama suami ini artinya masing-masing boleh jalan, boleh main hati dan boleh ngeseks sama orang lain, yaa… Rencana dengan sohib itu ndak tergolong selingkuh dong. Masalah guilty feeling si mas/mbak sohib terkemistri cukup diobati dengan kejujuran, kasih tahu bahwa mbak dan suami memang sepakat untuk open relationship. Dijamin tak akan ada hati terluka, tak ada janji teringkari. Saya yakin, setelah si sohib berhasil memahami, hubungan macam apa yang mbak miliki dengan suami, dia akan kehilangan guilty feelingnya.

Dan untuk pertanyaan pertama, Saya mungkin bukan orang bermoral, bukan pula orang yang percaya dosa. Tapi namanya selingkuh itu sangat sulit saya terima. Curang dan mengingkari kesepakatan itu bukan hanya menyakiti perasaan, tapi juga membuktikan bahwa kita belum bisa mengendalikan diri. Membuktikan bahwa kita masih tega mengorbankan rekanan demi nafsu pribadi. Sudah pernah coba bisnis kan? Pasti tahu apa kerusakan yang pasti terjadi jika ada rekanan yang selingkuh dan mengingkari kesepakatan. Nah, jika efek penghianatan dalam relasi yang cuma urusan duit saja sudah begitu menghancurkan, bagaimana jika itu terjadi dalam hubungan yang melibatkan mimpi-mimpi dan perasaan terdalam manusia ?

Sebaiknya hati-hati, pastikan pak suami memandang “open relationship” dengan cara yang sama, jangan-jangan beliau cuma membolehkan jalan saja tapi tak boleh main chemistry.

Pencapaian, yang belum tercapai di hari nan fitri.

Maksud lo pencapaian ?

Iya, pokoknya itu lah. Apa yang sudah lu capai di umur segini di hari nan fitri ini ?

Hmmm….


Bingung kan? Coba kalau lu sudah nikah, sudah bikin anak, kan jawabnya gampang. Tinggal ngomong: “gw dah bikin anak 2 biji gan! satu jantan satu betina, sudah pada sarjana dan kerja. satu di sydney satu di ausi, dah pada kawin juga, tar lagi gw punya cucu, blah bla blah…”




Hmm… begitu ya…?



I
ya. Setidaknya kalau kumpul dengan keluarga besar atau kondangan kawinan, tidak datang sendiri. Apalagi udah sendiri masih jadi target ledekan gegara jadi satu-satunya jomblo tua padahal yang lain sudah ada yang menjandamenduda. 

Dan hubungannya sama pencapaian tadi adalah ?


Lho, ya pencapaian itu. Lu hidup sekali jangan disia-sia. Harus ada karya yang bisa dibanggakan. Sesuatu yang bermanfaat untuk umat manusia dan generasi mendatang. Biar derajat lu bisa setara dengan teman-teman.




Harus ya?


Iya!! 




Sesuatu yang bisa dibanggakan itu… semacam… anak ?


Memangnya orang sekelas lo mau bikin apa lagi ? Mengubah undang-undang ? Merubah arah dunia ? Bikin ulah bersejarah ? Sesuatu yang… ah… jauuuuh bro. Jangan lah lo berkhayal terlalu tinggi. Cukup lo kawin, ngeseks yang enak, jadikan anak, berjuang membesarkan mereka, jadi deh seorang orang tua dengan pencapaian yang membanggakan.



Baiklah… 

Sepertinya ngeseks itu menarik juga.


Plak!

“Selamat idul fitri, untuk seluruh umat yg merayakan”. Jadikan acara kumpul-kumpul bareng sanak saudara, sahabat, kerabat, beserta musuh bebuyutan menjadi lebih berarti. Entah itu beserta pasangan plus momongan, ataupun masih saja sendirian. Tak usah gusar. Semoga analogi diatas dapat membantu temukan solusinya. 

Pencapaian manusia, yang belum tercapai. Kira-kira ada hal lain mungkin yang bisa lebih mendasar dan manusiawi dari sekedar beranak pinak untuk pencapaian ras manusia ???

Pergesaran paradigma WANITA yang HARUS diluruskan !!!

mari siapkan daya tawar kalian

ortu banting tulang utk pendidikan tinggi kalian

jangan mau setelah nikah malah diam,

tidak bekerja, tidak berpenghasilan.

jangan malas bekerja

jangan pula mau disuruh suami berdiam diri

ayo kerja, bikin usaha, cari penghasilan

persiapkan,

apapun dlm pernikahan bisa sj terjadi

kalau pun terjadi suami macam2

jangan takut bercerai

do not afraid to be single!

meski kini byk kaum perempuan lebih mampu

dlm ekonomi drpd kaum lelaki

tunjukkan pada mereka bhw kita sejatinya

adalah ibu pertiwi

memiliki segudang kasih sayang

tidak memiliki hasrat utk jadi kadal darat

jika ada hasrat dan mental berpoliandri

apa bedanya kita dengan anjing dan monyet purba

kita mampu menjadi ibu yang mengajarkan

anak laki-laki kita menjadi manusia sesungguhnya

bukan hewan

tunjukkan pula bahwa kita istri yang hebat dan berbudi

ayo perempuan

ubah paradigma kalian ttg tubuh

berdayakan otak dan keterampilan kalian

jangan kalian hanya mengandalkan tubuh

dan merasa cukup dengannya

tidak terhormat kalian jika punya mental

ingin jadi istri/selir/simpanan kedua kelima dst

meski kalian berharta

jgn pula punya mental priyayi yg rakus dunia

hingga bangga merebut suami orang

MayDay (INTERUPSI)

Kalo tak diawasi kerjanya ngasal

Kalo ada kesempatan, mencuri

Kalo dibilangin malah cemberut

Diancam pecat malah balik mengancam dan menebar hasut

Setelah dipecat berani ngerusak

Aparat ?

Para keparat cuma hobi pungli dan merampok rakyat

Ya sudah,

Lain kali nerima buruh harus beneran selektif

. . . . . . .

Yang tamak dan rakus memang tak akan pernah merasa cukup. Sifat destruktif ini bukan monopoli para pengusaha, buruh juga banyak. Tapi masih lebih banyak buruh yang jujur sih  ^__^ peace….

Selamat Hari Buruh, maaf terlambat.

Perang dunia jilid 3 ???

​Apa jadinya jika perang dunia jilid III terjadi ???


Jawaban ter-optimis dan cukup masuk nalar sehat “mengkesampingkan pikiran jahat maupun pikiran mesum” 

(Gak AKAN pernah terjadi perang dunia jilid III) 

# Lalu untuk apa akhir-akhir kemarin negara blok timur maupun blok barat pamer senjata uji coba nuklir mereka ?? (Anggap saja norak, ingin dapat pengakuan dunia bahwa mereka bisa membuat senjata nuklir maha dasyat untuk menciptakan kiamat dadakan, kiamat kecil setingan manusia)

# yakin lu nja ?? Yang bener !!! (Menurut ajaran sejak lahir, hendaknya kita memang harus yakin dengan hal-hal yang optimis dan membangun. Sekalipun dalam hati ragu tapi jangan dinampakkan depan media. Karna itu bisa bahaya, siapa tau ada jurnalis atau wartawan yang hobinya propaganda secara kebetulan perlu dana untuk melunasi cicilan kulkas mereka. Tamat kita !!!)

# ah lu bisa aja ngelesnya, super banget. Asal lu tau ya, negeri ini berada di tengah-tengah antara blok barat dan blok timur. Sekalipun nantinya “mungkin” kita bersikap netral terhadap kedua kubu yang sedang berperang, mau atau gak mau, suka ataupun gak suka nantinya pasti kita akan menentukan pilihan untuk membela blok mana yang perlu di bantu agar memenangkan peperangan. Karna hanya sebuah alasan konyol bin gila yang pernah terbaca menyebutkan negeri ini sangat strategis untuk dijadikan arena perang, mengingat luas wilayah yang memadai, serta SDA yang mumpuni untuk pangan pelaku perang. (Daya halu -nya terlalu ekstrim lu, suka nonton rambo sih. Lu kira perang enak ? Bisa tembak-tembakan sambil lari-larian menyelamatkan janda-janda sexy yang kehilangan suaminya di medan tempur,, lalu menang,, kemudian memutuskan untuk poligami dengan alibi untuk mengayomi janda sexy,, lalu beranak pinak kembali layaknya kelinci,, di peradaban yang baru, yang jelas tidak akan mengkiblatkan dollar lagi dan happy ending !!! Itu kalau menang,, lah kalau kalah ?? Bisa ngemper kolong jembatan lu, ndempis kayak tikus got yang takut diterkam kucing kudis.)

# makanya itu, kita juga harus punya plan jangka panjang mulai sekarang serta mempertimbangkan semua probabilitas yang ada dalam peperangan yang mungkin saja bisa terjadi sewaktu waktu, berpikir cerdas kira-kira blok mana yang akan menang, itu yang akan kita bela. Biar kita bisa merdeka sekali lagi..hahahaaaa (ah,, elu,, generasi muda macam apa lu ini, selalu saja membudak demi kenyamanan serta keamanan diri sendiri hingga melupakan harga diri !!! Asal lu tau ya, sekalipun mungkin daya halu -nya elu bener kejadian,, dan,, jedeueerrr,,, perang dunia III pecah, kita gak perlu takut. Kita punya jutaan militer yang teruji ko untuk stabilitas negara, belum lagi ribuan para dukun sakti yang cukup hanya dengan rapalan mantranya bisa kebal senjata dan bisa kirim teluk atau santet, ditambah lagi pasukan ormas yang cinta kekerasan dlsb yang bersifat mahaberani mati. Gw yakin tinggal call-call mereka aman dah negara. Jadi lu gak usah repot mikir gimana nanti kalau perang dunia III bener terjadi, mending lu mikir gimana cara untuk segera halalin berta, kasian denger curcol doi yang lu suruh nungging tiap minggu tapi kagak di sah-sahin. Wuhahahahaaa…!!!)

# setan lu, gua ajak mikir serius demi bangsa dan negara, lu malah bahas berta endingnya…(kenapa gua yang jadi setan, lu yang sesat padahal !!! Andai saja dunia ini memang milik lu dan moyanglu dan cukup sanak sodara lu yang menghuni, lu bebas aja ber-delusi seperti itu, lu bebas mau nentuin perang dunia dalam sebulan 5x juga gak ada soal, toh yang akan jadi korban cuma sanak famili keluarga elu. Lah disini kita ngomongin dunia dalam konteks nyata, dunia yang memang semakin amburadul, semakin tua dan rentan karna keserakahan manusia yang selalu merasa kurang puas dalam hidupnya. Sekalipun begitu janganlah membuat kiamat dengan cara peperangan berjuta umat, cukup mereka yang pikiranya kerdil, yang tak pernah bisa terima perbedaan sekaligus demen berantem dan saling bunuh. Kita jangan !!! Perang bisa dihindari jika mulai sekarang kita tidak lagi memaksakan kebeneran kita terhadap persepsi pembenaran yang lain, tak perlu lagi berebut dalam bentuk apapun dari semua aspek yang bisa menumpulkan nurani ideologi diri kita sebagai manusia, percaya saja jika DIA itu adalah MAHA segalanya. Saling mengasihi sesama makhluk-NYA, menjaga keutuhan ciptaan-NYA serta mengamalkan pemberian-NYA. Jika seluruh ras manusia bisa sadar diri lalu menjalankan titah agung milik-NYA tersebut gua pikir delusi konyol lu itu akan selamanya cuma ada dalam awang-awang lu saja. Dan akan…)

# Stop !!! Sudah-sudah cukup, jangan diterusin wacana lu. Abis waktu gua. Mending mikirin atraksi baru untuk berta biar kagak monoton 69 mulu. Hahaaa. (Hashhh…sialan)