Sudut Kota

image

Habis sudah masa dimana keterjagaan saya ketika dulu, dulu sekali beberapa tahun silam yang selalu berani terhadap pekat malam yang penuh misteri. Netral namun penuh tanda tanya. Seperti halnya dirinya yang selalu membuatku menunggu dan terus menunggu. Dan tak jarang menimbulkan tanya yang sangat sulit untuk dijelaskan dengan kata. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk keluar mencari angin segar yang menyejukkan.

Seperti saat ini semua seakan kembali, romansa yang sempat terjadi seperti kala itu. Bermodal bensin dan secuter matic saya menghabiskan malam susuri jalan-jalan ibu kota propinsi yang memang jelas tanpa jeda ritme yang terhenti. Kehidupan selalu ada disini seolah meminta untuk terus dikaji. Dan dikaji.

Berharap temukan dia yang terdiam dalam tanya yang belum sempat dipertanyakan. Dalam waktu yang terbatas. Dan dalam langkah yang bergerak. Satu cerita di minggu dini hari ini memaksa mata tetap terjaga sebelum menjalankan rencana pagi, memanfaatkan moment car freeday yang memang sudah lama tak ternikmati.

Satu nama berarti, diam dan tak bernyanyi. Pelengkap narasi kali ini.

Dia.

Iklan

Terhalang Waktu

image

Beberapa saat yang lalu, aku terjaga menunggumu. Hingga pada akhirnya pun tetap tak kunjung. Apa yang salah dengan pemikiranku yang terlalu terbawa suasana hatiku ? Seolah kita memang sudah pasti akan terus bersama. Jelas tidak. Waktu yang semu tak memungkinkan kita untuk terus bersama. Aku tak tahu, kau pun juga pasti tak tahu. Apa ukuran waktu yang pantas untuk kita agar tetap bersama, detik, menit, jam, hari, minggu, tahun atau apa, biarkan saja begitu.

Selama ke tak tahuan itu aku selalu ingin menjagamu, menjaga senyumu agar tetap merekah selalu. Karna itu satu-satu nya alasan untukku bertahan dalam memori ingatanmu, karna kau cukup berharga untuk ku. Sebelum nantinya kau akan menemukan bahagiamu sendiri yang memang sudah pantas untuk kau dapatkan.

Dan aku akan pergi dan kau pun akan melupakanku dan hanya akan menjadi cerita dalam masa yang sering aku menyebutnya sebagai kenangan indah masaitu. Ruang kendali untuk evaluasi diri yang sering jadi pertimbangan diriku sendiri untuk sekedar mengambil keputusan ketika langkah terhenti dalam moment yang seakan dejavu.

Apapun itu namamu, aku senang bisa mengenalmu, bahagiamu segalanya untuk ku.

Jagoan Ku

image

Gak tau kenapa setiap lihat anak kecil bawaanya senang, apalagi ini ponakan sendiri. Baru tau kalau sekarang sudah bisa tengkurap. Hihihiii.

Semacam pengharapan tinggi agar berguna untuk orang tuanya kelak, untuk semua keluarganya yang menyayangi dia, untuk bangsa & negaranya. (Yang terakhir mungkin terlihat konyol, tapi apa sih yang mustahil di semesta ini) “konon katanya orang-orang yang takut bermimpi adalah orang yang tidak beriman & tidak percaya tuhan”. Aku sih percaya tuhan. ^ ^

Cepat besar jagoan, cepat pintar, cepat menjadi berguna jangan terlambat.
Kiss. Kiss.  :* :* :*

Sisa Terang

image

Sebelum padam, biarkan pikiran berputar. Mencari pembenaran tentang keindahan gelap yang ditawarkan iblis-iblis sexy bahwa tuhan memang maha pengampun.

Lu iblis atau malaikat ?

Kenapa catut nama tuhan untuk sekedar nyenengin lempeng lu.!!!
Gak konsisten banget.!!!

(Dijawab serempak oleh paduan koorr, “MANUSIA”)

Oh, itu. Makhluk setenga dewa separuh setan. Okelah. Silakan Berlaga.

Horor

image

Manusia memuja manusia. Sehebat itukah para borjuis di negeri ini, hingga rela untuk merendahkan dirinya sendiri. Bukanya kita terlahir dengan derajat yang sama ya di hadapan tuhan, atau kita memang lagi di kutuk menjadi anteg-anteg vandalis sampai kiamat ? Atau mungkin takdir ?

Kita tuan rumahnya, ini tanah kita.  Kenapa memuja dollar ? He…kenapa..!!!

Jangan Bungkam tolol !!!

(Bali, ketika senja)

Cermin Penghalang

image

   Jika bisa memulai sudah seharusnya mampu untuk mengakhiri, apa yang memberatkan langkah saat ini adalah bayang kebodohan masalalu yang harus segera di hancurkan. Simpan serpihanya dalam ruang evaluasi diri. Biarkan semua menjadi misteri, indah dalam cermin ini tak cukup pantas untuk tetap membebani.

Ambil kendali, Lupakan yg pernah terjadi.

Masih Sama

image

Tak Ada yg Baru
(Disini)

    Apa yg bisa menjadi pembeda di tengah carut marut polemik negeri ini. Semua (seperti) pencitraan, sekenario yg di tulis oleh yg maha agung. Dari segala aspek tanpa mendiskriminasikan sesuatu hal yg memang bukan baru.

Eksekutif ; terkesan tidak biasa dan berbeda dgn sebelumnya. Namun sama sepertinya. Dari posisi tertinggi hingga pion, semua di plot oleh beberapa oknum yg (mungkin) beraliansi & memang patut utk dipertanyakan ? Sama seperti yg dulu.

Legeslatif ; selalu tampil mencolok ketika terjadi suatu peristiwa yg (kedengaranya) maha dasyat, yg masih berhubungan dgn hak rakyat. Namun sering menghilang di tengah” perjuanganya, entah karna memang kasus tdk trlalu penting / sudah keracunan duit. Sama seperti yg lalu.

Militer ; pasukan bersenjata penyeimbang kedaulatan NKRI, yg (kerap) bertindak arogan karna merasa berkuasa di balik seragam supernya. Menunjukan bahwa sesungguhnya militer adalah militan yg (mungkin) terlindungi undang”. Sipil kerap jadi korban, bukan hal baru.

Rakyat ; legeslatif tertinggi di era demokrasi (yg katanya) terpimpin tp masih mentingin perut sendiri & bahkan rela menjual diri. Mudah terprovokasi oleh golongan intelektual yg sengaja menjadikanya konspirasi elit politik. Cerita lama.

Lalu apa yg baru ? Sejak merdeka, saat merah putih mulai berkibar.

Tidak Ada yg baru, Selain pecahan rupiah yg makin besar nominalnya namun bernilai tukar rendah di pasar global, Moral generasi yg kian menipis nasionalismenya karna hype budaya barat, Propaganda vandalis kapitalis & ekstrimistis.

Kacau Bumi Pertiwi.